Conversations with the Earth

Endapan mineral di Finlandia dan Swedia

Perjalanan saya ke lingkaran kutub utara

Atlas of ore minerals: my collection

Basic information of ore mineralogy from different location in Indonesia

Sketch

I always try to draw a sketch during hiking

Apa itu inklusi fluida?

Inklusi fluida adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan adanya fluida yang terperangkap selama kristal tumbuh. Gas dan solid juga bisa terperangkap di dalam mineral.

Situ Cisanti di Pengalengan, Bandung

50 km dari Bandung, Situ Cisanti terkenal karena menjadi sumber mata air sungai Citarum

Friday, April 5, 2013

[FULL PAPER] Integrated Exploration Method to Determine Cu Prospect in Seweden District, Blitar, East Java

Alhamdulillah, tulisan saya masuk ke dalam Procedia Earth and Planetary Science , salah satu prosiding internasional yang dibawahi oleh Elsevier. Saya coba lampirkan link download nya, siapa tahu ada yang membutuhkan untuk membantu referensi dalam menulis, terutama yang berkaitan dengan epithermal atau pun mineralisasi di Jawa Timur bagian Selatan.



Link download abstract bisa langsung menuju ke http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1878522013000106 . Kalau di tempat nya belum berlangganan sciencedirect, kontak saja saya via email, dengan senang hati akan saya kirimkan. Demi kemajuan bangsa kita supaya kita bisa bersaing dengan bangsa lain.

Sedikit tidak akan pernah habis walau dibagi, mari berkarya.

Salam,

GeoEducative blof\g
@andyyahya
Share:

Tuesday, March 19, 2013

Membuat kontur dari data SRTM dan Global Mapper

UPDATE AGUSTUS 2015



Suatu waktu, kita sebagai seorang yang banyak berkecimpung di dunia geologi, geodesi, maupun di dunia tambang, dituntut untuk bisa membuat peta, penampang dari suatu lokasi atau area yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Jika data yang kita miliki sudah lengkap, maka akan tidak masalah untuk membuat peta tersebut. Namun, jika kita belum mempunyai data sama sekali mengenai lokasi tersebut, bagaimana kita dapat menghasilkan peta yang baik? Terutama jika pada daerah tersebut belum pernah di-peta-kan sebelumnya, misalnya dengan LIDAR, sehingga belum ada data kontur di daerah tersebut?

Hal ini saya alami, ketika saya diminta untuk mengeluarkan kontur dari data SRTM, yaitu Shuttle Radar Topography Mission. Memang sudah banyak teman-teman blogger maupun website yang menyediakan bagaimana cara men-download file SRTM dan membuat kontur tersebut. Namun hal itu tidak menyurutkan jari jemari saya untuk tetap mengetik, maklum, sedang gatal-gatalnya untuk menulis. Hehehe...

Hal yang pertama kali dilakukan, adalah mengetahui koordinat lokasi yang akan kita cari. Sebagai contoh, saya diminta untuk mencari peta kontur daerah Banda Aceh, Sumatera. 

1. Masuk ke dalam alamat web: " http://srtm.csi.cgiar.org/SELECTION/inputCoord.asp " , kemudian pilih lokasi yang akan di cari 

2. Pilih menu download-nya,, saya menggunakan "download http" supaya memudahkan proses mengunduh

3. File akan ter-download dalam format tif, dengan tampilan seperti hitam putih.

4. Buka software Global Mapper, kemudian buka file SRTM dengan ekstensi .tif tersebut

5. Klik "file > generate contours > dan masukkan spasi antara kontur yang ingin dimasukkan. Semakin rapat konturnya, maka akan semakin lama proses rendering-nya. Saya gunakan spasi 50 meter untuk keperluan peta kontur saya

6. File SRTM akan secara otomatis membuat kontur, kemudian save dengan "export vector data > export dxf"

7. Buka dengan menggunakan software AutoCAD, dan rapikan kontur yang ada.


Walaupun sedikit, semoga bermanfaat... Sedikit akan lebih bermakna jika dibagi, daripada banyak namun tidak berarti jika disimpan sendiri.

Klik gambar di bawah untuk melihat tutorial software yang lain.


Salam GeoEducative
follow me : @andyyahya
Share:

Sunday, February 10, 2013

Lava Basalt Pasir Impun Menanti Konservasi




Sambil gowes, sambil melihat keindahan alam kota Bandung, terutama melihat singkapan geologi yang ada di sekitar Cekungan Bandung. Lava basalt yang berada di Bandung Timur, bisa ditempuh dari Pasir Impun, Cicaheum, maupun Cikadut ke arah Utara.  

Basalt adalah batuan beku ekstrusif yang berwarna gelap, berbutir kristal halus,  secara megaskopis, bila dalam keadaan segar, basalt dapat dikenal dari warnanya yang hitam atau gelap dan dengan butiran kristal mineral yang halus. Di lapangan, basalt dapat hadir dalam bentuk tubuh intrusi atau sebagai aliran lava. Sebagai tubuh intrusi, pada tubuh basalt dapat terbentuk kekar tiang (collumnar joint). Sebagai aliran lava, dapat dikenal dari adanya indikasi aliran dalam bentuk lubang gas atau mineral dengan orientasi arah tertentu. Di lapangan, basalt dapat juga ditemukan sebagai lava bantal (pillow lava)  yang menunjukkan genesa pembentukan di bawah air (laut, sungai, danau atau es).

Di sepanjang perjalanan menuju tambang, penduduk lokal banyak yang menggunakan bahan tambang sebagai batu templek sebagai ornamen dekorasi bangunan. Lava basalt ini ditambang menggunakan peralatan tambang mekanis, dengan cangkul dan linggis, dan diangkut menggunakan truk. Sangat simple, namun multiplier efeknya berarti untuk banyak orang. 
Konservasi sumberdaya sudah harus kita pikirkan sejak saat ini. Bukan untuk melarang, menutup, atau memboikot kegiatan tambang, karena kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari bahan tambang. Bahan tambang merupakan sumber daya yang tidak terbaharui, sehingga, kegiatan penambangan yang berwawasan lingkungan sudah harus mulai dipikirkan dan dikelola dengan lebih baik, serta masih di konservasi sehingga anak cucu kita kelak masih bisa melihat fenomena ini.

Tetap sehat, tetap semangat, Salam gowes, Salam betis gatotkaca.





Share:

Monday, February 4, 2013

Metode Eksplorasi Terintegrasi untuk Delineasi Endapan Cu di Seweden, Kabupaten Blitar, Jawa Timur

Banyak penelitian yang dilakukan di sepanjang busur kepulauan di Indonesia, terutama di zona subduksi antara 2 lempeng, dimana diperkirakan pada zona-zona tersebut, terdapat banyak mineralisasi logam berharga. Seperti yang saya lakukan kali ini, penelitian untuk mengetahui karakteristik mineralisasi logam di Selatan Jawa Timur, terutama di Kabupaten Blitar.

Daerah yang saya teliti bernama Desa Seweden (baca Suweden, bukan sweden seperti mengucapkan Swedia dalam bahasa Inggris). Daerah ini terletak di sebelah Selatan Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Bulan September 2012, pada sebuah konferensi Internasional yang berjudul CINEST 2012 (International Symposium on Earth Science And Technology) yang dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat. Peserta dari konferensi sangat beragam, mulai dari tuan rumah, Indonesia; penyandang dana utama, Jepang, kemudian dari Papua Nugini, Filipina, Malaysia, Kamboja, Thailand, Mongolia, bahkan hingga Republik Ceko. Saya coba memberikan abstrak dan gambaran penelitian yang saya lakukan, dimana menggabungkan semua metode eksplorasi, dimulai dari analisis kelurusan dan alterasi, dan menggabungkan dengan data yang diambil di lapangan melalui pemetaan geologi, hingga analisis di laboratorium.



Integrated Exploration Method to Determine Cu Prospect
In Seweden District, Blitar, East Java

ABSTRAK

Wilayah Seweden terletak di jalur pegunungan Selatan Jawa menunjukkan adanya indikasi keterdapatan endapan logam polimetalik. Wilayah ini diindikasikan berada pada Formasi Campurdarat yang dicirikan oleh batugamping kristalin dan sisipan lempung, serta Formasi Mandalika yang dicirikan oleh perselingan breksi gunungapi, lava andesit-basalt, tuf, bersisipan tufan, batulanau dan batulempung.  Daerah Seweden dipilih karena daerah ini memperlihatkan jejak alterasi dan mineralisasi, serta adanya aktifitas magmatik yang tersingkap baik di lapangan. Dilakukan analisa petrografi dan analisis XRD, dimana hasil identifikasi mineral ubahan adalah kuarsa (SiO2), dickite (Al2Si2O5(OH)4) dan pirit (FeS2), dan dari hasil petrografi didapatkan mineral serisit, plagioklas, mineral kriptokristalin dan mineral opak. Batuan terubah nampak tersilisifikasi, dimana fragmen yang disusun oleh kuarsa, relik fragmen mineral terubah ke serisit. Dari hasil analisis kadar pada sampel stream sediment, bulk gold, konsentrat dulang, didapatkan kadar Au bervariasi antara 4 ppb dari sampel stream sediment, 56 ppb dari sampel dulang, 110 ppb dari grab sample, dan 293 ppb dari sampel bulk gold. Dari hasil pengamatan dan analisa, diperkirakan daerah penelitian dipengaruhi oleh adanya aktivitas hidrotermal yang mengontrol adanya mineralisasi.

=======================================================================


ABSTRACT


Seweden district is located in the mountain range of Southern Java shows the indication of polymetallic mineralization. The area of study is characterized by the crystalline limestone, claystone intercalation (Campurdarat Formation), and andesitic-basaltic-lava, porphyry lattice, rhyolite, dacite (Mandalika Formation). This area is chosen as the presence of copper mineralization, strong alteration, and magmatic activities that exposed because of the human activities. 
Aerial photo shows that the lineaments structure dominated in the area of study. Petrography and mineragraphy analysis shows the alteration mineral e.g. quartz (SiO2), dickite (Al2Si2O5(OH)4), pyrite (FeS2), sericite KAl2[Si3AlO10](OH,F), plagioclase (NaAlSi3O8) and cryptocrystalline mineral. Silicified quartz is clearly identified, where the fragment consist of quartz and sericite mineral.
Geochemical study in this area is taken by analyzing samples from stream sediment, Bulk Leach Extractable Gold (BLEG), panned concentrate and rock chip samples. Gold grades varies from 4 ppb (stream sediment sample), 110 ppb (rock chip sample), 56 ppb (panned concentrate sample), and 293 ppb (BLEG sample). Copper grades varies from 1760 oom (rock chip sample), 66 ppm (panned concentrate sample). It is predicted that hydrothermal activities in Seweden district controls the mineralization.

full paper "Integrated Exploration Method to Determine Cu Prospect In Seweden District, Blitar, East Java".


Semoga bermanfaat untuk memotivasi teman-teman untuk menulis ya. Jangan lupa, hargai jerih payah  penulisnya, dengan mencantumkan sumber penulisnya. Selamat berbagi. 

Foto bersama adikku, Achmad Rofi Irsyad, di acara CINEST 2012

Salam GeoEducative 
Share:

Sunday, January 20, 2013

Diskrasit, perak antimoni dari tanah Halmahera

Beberapa waktu ini saya dan ibu dosen saya, yang mempunyai spesialisasi mineralogi dari batuan (mineralogi merupakan salah satu cabang ilmu dari Geologi - Tambang Eksplorasi, yang mengkhususkan pada pemahaman tentang ilmu mengenai mineral), sempat dipusingkan oleh salah satu mineral yang muncul dari sampel yang kami amati berdua, yang bernama diskrasit. 

Sampel yang kami dapat merupakan sampel konsentrat, yang merupakan hasil tailing dari pengolahan emas, karena kebetulan sampel tersebut berasal dari salah satu tambang emas di Halmahera, Maluku Utara. Sebenarnya, perusahaan tersebut hanya ingin melihat, apakah masih ada emas dari pengolahan masih tersisa hingga tailing atau tidak. Simple sebenarnya. Namun, dari pengamatan, kami malah tertarik dengan satu mineral unik yang belum pernah kami temukan sebelumnya, yaitu diskrasit.

Diskrasit, atau antimony silver, dalam bahasa Inggris dituliskan sebagai dyscrasite, mempunyai rumus kimia Ag3Sb (gambar dari wikipedia). Diskrasit berasal dari bahasa Yunani dyskrasia, yang berarti campuran yang buruk atau logam yang buruk (bad mixture-bad alloy). '
Mineral ini merupakan salah satu mineral yang berasoasiasi dengan mineral perak, seperti Silver, pyrargyrite, acanthite, stromeyerite, tetrahedrite, allemontite, galena, calcite, barite. 




Mengapa mineral ini unik? Mineral ini mempunyai karakteristik yang memanjang dari pengamatan makroskopik (walaupun selama ini hanya referensi didapat dari mbah google) dan juga di bawah pengamatan mikroskopik. Mineral ini baru diketahui dari nilai peak dari XRD (difraksi sinar X). Keterdapatan di Indonesia tidak banyak. Dari sampel yang pernah diamati selama ini, hanya sampel dari Halmahera itu saja yang menunjukkan adanya asosiasi dari mineral perak ini. 


Diskrasit merupakan salah satu mineral penunjuk adanya zona mineralisasi yang berhubungan dengan keterdapatan mineral Ag, ataupun Sb. Secara nilai ekonomis, mineral ini memang jarang diekstrak untuk keperluan komersial, namun dari segi keilmuan, mineral diskrasit ini menyingkap lebih banyak tentang konsep epithermal, terutama epithermal low sulfidasi atau sulfidasi rendah, karena umumnya mineral ini ditemukan pada zona base metal pada sistem Buchanan, yang menunjukkan keberadaan mineral-mineral berat seperti Ag dan Sb. 

Kalau kita generalisasikan dengan Halmahera, dimana disana sedang dilakukan penambangan bawah tanah, kemungkinan sampel diambil dari lokasi yang dalam dan jauh di permukaan, sehingga pada sistem mineralisasi epithermal, sampel tersebut menunjukkan keberadaan dari zona base metal, yang berarti secara ekonomis, Dengan , kita bisa memperkirakan, dimana posisi relatif sampel tersebut dari model Buchanan yang ada, bahwa kita sudah hampir mendekati zona yang berwarna cokelat (pada gambar), dan mineralisasi logam berharga sudah semakin sedikit dengan kadar yang semakin sedikit pula.

Sumber:
- http://rruff.info/doclib/hom/dyscrasite.pdf
- http://www.mindat.org/min-1342.html
- http://en.wikipedia.org/wiki/Dyscrasite

Klik Gambar di bawah untuk melihat artikel lain




follow me: @andyyahya
GeoEducative Blog
Share:

Monday, January 14, 2013

Perlit, produk letusan gunung berapi, (Cerita dari Provinsi Lopburi, Thailand)


Perlite

Suatu kesempatan yang langka, ketika saya berkunjung untuk mengikuti seminar internasional di Thailand, saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke salah satu tambang perlit, di Pnomchat hill, di Provinsi Lopburi. Provinsi berjarak 200 km dari Bangkok, dan ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 3 jam dari Bangkok menggunakan shuttle bus.

Pemilik tambang ini merupakan dosen dari salah satu universitas di Thailand, yang namanya susah untuk diingat, namun dari penjelasan yang dia buat dari slide nya, di gubug tempat dia menyimpan perlit yang sudah diolah, menunjukkan dia sangat mengenal baik karakteristik dari endapan tersebut. Memang, tidak banyak orang yang bisa bergerak pada 2 sisi yang berbeda, menjadi pengajar, namun juga menjadi pengusaha di bidang yang dia tekuni


Sebagai pendahuluan, perlite (perlit) adalah salah satu batuan piroklastik, salah satu tipe dari volkanik-glass, yang dapat mengembang dan menjadi sangat berpori ketika dipanaskan. Berasal dari bahasa Perancis "Pearl", yang menunjukkan kilap mutiara dari batuannya. Ketika dipanaskan, perlit dapat mengembang hingga 20x dari volume sebenarnya. Prinsipnya sama seperti kita membuat pop corn, dimana volume akan mengembang, namun menjadi lebih ringan. Perlit umumnya berwarna abu-abu hingga hijau, namun bisa berwarna cokelat, biru, ataupun merah. Setelah dipanaskan, perlit akan berwarna abu-abu hingga putih.

Volcanic glass umumnya terbentuk akibar adanya lava yang membeku dari letusan gunung berapi dan membeku dengan cepat. Karena membeku dengan cepat, tidak terbentuk kristal secara sempurna, dan tidak ada kesempatan air akan keluar dari material tersebut. Perlit merupakan grup silikat, yang mempunyai kadar silika yang sangat tinggi. 

Pada daerah yang saya kunjungi, perlit berasosasi dengan tuff dan batu-apung (pumice), yang juga merupakan produk dari batuan piroklastik, dan juga berasosiasi dengan devitrified perlite. Klasifikasi dari material tersebut dibagi berdasakan kenampakan fisik dari batuan.
Banyak struktur minor yang bisa diamati, seperti adanya laminasi, micro-folding atau perlipatan mikro, serta adanya fragmen batuan yang terperangkap dan terkompaksi, sebagai produk adanya letusan di masa lampau.

Setelah perlit diberaikan dengan menggunakan bahan peledak, perlit kemudian diangkut menggunakan dumptruck dan back hoe, untuk kemudian di remukkan dengan menggunakan crusher, dan dibakar sehingga perlit mengembang, dan menjadi sangat ringan. Bahkan perlit yang semula keras, ketika sudah menjadi serbuk dan diletakkan di atas air, perlit akan mengambang di atas air tersebut.
Perlit mempunyai banyak manfaat. Menyerupai bentonit, zeolit, yang dimanfaatkan sebagai penukar ion, perlit juga dapat dipakai untuk keperluan tersebut. Pembuatan beton ringan, kosmetik, campuran bahan makanan hewan dan tumbuhan, penjernih air, merupakan sebagian kecil dari manfaat perlit. Di akhir kesempatan. pemilik tambang tersebut berbaik hati memberikan kami kosmetik, yang diyakini bisa memutihkan wajah. Minat mencoba? 

Di Indonesia, tambang perlit berasosiasi dengan obsidian, yang berada di Samarang, Garut yang ulasan singkatnya pernah saya tuliskan disini.

Tambang Perlit, Pnomchat Hill-Provinsi Lopburi, Thailand

Share:

Tuesday, January 8, 2013

Membuat Penampang Topografi Menggunakan AutoCAD Autodesk Land Desktop 2009

Seringkali kita sebagai orang yang melek dengan dunia "geologi" atau dunia tambang, sering mendapatkan tugas untuk membuat penampang melintang dari suatu lapisan. Hal ini bisa dilakukan dengan bantuan software AutoCAD Autodesk Land Desktop. Sejauh ini, versi apa pun dari AutoCAD Autodesk Land Desktop sebenarnya sama semua, hanya bentuk tampilan grafisnya yang membedakan satu versi dengan versi lain.





Yang perlu disiapkan dari pembuatan penampang adalah sebagai berikut
1. Sebelum membuat penampang topografi, pastikan anda telah menginstall AutoCAD Land Desktop. Software ini berbeda dengan AutoCAD biasanya, terutama dari menu yang ditawarkan

2. Setelah software siap, maka masukkan peta topografi yang akan dibuat penampangnya. Misalkan peta topografi pada layar di atas, terlihat penampang di buat arah Utara Selatan dan penampang Barat Timur

3. Buka software AutoCAD Land Desktop, dan ikuti langkah2nya
a. Buka Autodesk Land Desktop, buat project baru
b.Setelah memasukkan project baru, buka file dengan menggunakan "open", pilih dengan menggunakan browse
c. Saat peta yang akan kita buat kontur nya muncul pada tampilan kita, berarti file sudah terbuka dan siap untuk dibuatkan penampangnya.
d. Pilih "Terrain> Terrain Model Explorer>klik kanan dan inputkan "add contour data""
e. Pilih kontur yang akan kita buatkan penampanganya dengan menggunakan pilihan "entity"
f. Klik kanan, pilih "build" kontur

4. ingat, setelah memasukkan kontur, harus dipastikan build dan status OK

5. ketika proses section, WAJIB muncul tulisan DONE

6. Penampang sudah jadi, perhatikan detail untuk vertical exaggeration, datum, dsb

7. Waktunya membuat skala vertikal

8. Semoga bermanfaat

Klik gambar di bawah untuk melihat video tutorial lainnya.

Klik Gambar di bawah untuk melihat artikel lain





Share:

Friday, January 4, 2013

Mengeplot Track ke Dalam Mapsource dan Google Earth

Men-download track, waypoints dan route dari GPS ke dalam GPS, dan mengupload ke dalam Google Earth.


Video 1/2

1. yang perlu disiapkan:
- software mapsource (download disini)
- software google earth (download disini)

2. colokkan kabel USB dengan GPS, kemudian nyalakan GPS sampai GPS terdeteksi oleh komputer

3. kalau masih tidak terdeteksi, coba ikuti langkah berikut "klik receive from device"

4. jika sudah terdeteksi, maka pilih "waypoints, routes dan track", "maps" tidak perlu di centang

5. jika sudah, maka track dan route akan masuk ke dalam mapsource kita

6. misalkan sudah terdonlot, maka akan muncul seperti ini

7. coba lihat di bagian waypoints, routes dan track, maka akan ada angkayang menunjukkan track sudah ter"load"

8. klik show waypoint on map untuk menampilkan waypoints, rute maupun track

9. untuk mengetahui koordinat dari titik, langsung saja di klik dan pilih waypoint properties

10. setelah muncul position, coba untuk mengubah ke dalam sistem koordinat latlong , terlihat posisi koordinat telah berubah

Video 2/2

11. untuk mengeplotkan ke dalam google earth, gunakan fitur di mapsource "view in google earth"

12. untuk mengatur tampilan, klik tengah pada scroll mouse

13. untuk mengatur perbesaran pada google earth, ikuti langkah berikut

14. jika diubah "exaggeration" makin besar, maka gunung akan menjadi makin tinggi

15. jika diubah kecil, maka akan menjadi flat

Klik Gambar di bawah untuk melihat artikel lain





Share:

Tuesday, January 1, 2013

Sejarah Erupsi Gunung Papandayan


Gunung Papandayan merupakan gunung berapi yang terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Gunung ini mempunyai ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut. Gunung ini mempunyai jarak kurang lebih 70 km dari Bandung, dan ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 3-4 jam.


Berdasarkan catatan DVMBG, Kawah Mas Gunung Papandayan dapat dicapai dari Bandung dengan kendaraan bermotor melalui 2 jalan alternatif. Jalan alternatif pertama, melalui kota Garut (lama perjalanan sekitar 2 jam), lalu menuju Kecamatan Cisurupan (lama perjalanan sekitar 20 menit) dan dari sini dilanjutkan hingga Kawah Mas (lama perjalanan sekitar 25 menit). Jalan alternatif yang kedua, melalui Pangalengan, melewati daerah perkebunan Garut Selatan (Perkebunan Sedep dan Malabar) hingga perkebunan Cileuleuy (lama perjalanan sekitar 3 jam), dari sini dilanjutkan menuju Kawah Mas (lama perjalanan sekitar 30 menit).

Banyak kawah kecil, cerobong kecil yang muncul semenjak letusan tahun 2002. Muncul beberapa kawah baru yang mengeluarkan bau yang sangat menyengat, seperti Kawah Mas, Kawah Batu, Kawah Nangklak, Kawah Manuk yang termasuk ke dalam tipe solfatar.Namun sebenarnya, sudah banyak catatan aktivitas dari Gunung Papandayan ini. Berikut beberapa catatan terakhir tentang Gunung Papandayan. 

2011 -  Periode kembali aktif/ unrest period
Gunung Cikuray (berwarna biru runcing tampak dari kejauhan), sedangkan Gunung Guntur (bagian kanan, sedikit tertutup oleh perbukitan)

Gunung Papandayan berada pada level 3 (maksimum 4) setelah adanya peningkatan aktivitas. Aktivitas gempa mikro tercatat meningkat sejak bulan Agustus 2011. Adanya deformasi pada batuan, kenaikan temperatur pada bulan Agustus 2011 dari 106.4 hingga 107.5 derajat Celcius, membuat zona siaga ditempatkan sejauh 2 km dari kawah.


2008 -  Periode kembali aktif/ unrest period
Bulan April 2008, status gunung Papandayan meningkat pada level 2 (maksimum 4) akibat adanya peningkatan aktivitas seismik, dan peningkatan solfatar pada 2 kawahnya, di Kawah Mas (245-262 derajat Celcius) dan Kawah Baladagama (91-116 derajat Celcius).

2002 - 2003 Erupsi
Erupsi abu bermula pada November 2002. Erupsi lanjutan terjadi pada Desember, yang mengeluarkan lahar melalui Sungai Cibeureum Gede dan Ciparugpug pada pertengahan Desember 2012. Erupsi ini membuat adanya kawah baru di gunung ini. Erupsi baru berhenti pada Januari 2003.

 Dokumentasi Fotografer Koran Tempo, Arie Basuki, 2002
 Erupsi di Kawah Baru, 2002
 Kerusakan pada kebun teh akibat uap panas, tahun 2002 (http://www.vsi.dpe.go.id)
 Kerusakan pada sawah padi akibat erupsi tahun 2002 (http://www.vsi.dpe.go.id)
Aktivitas erupsi di Kawah Baru, 17 November 2012  (http://www.vsi.dpe.go.id )

1993 Mud Explosion
Pemandangan dari Puncak Papandayan, tampak Pondok Saladah (hijau muda)

Tercatat adanya letusan di Kawah Baru 17 Juli 1993

1942 Erupsi
Erupsi mengakibatkan adanya kawah baru
Pucuk Edelweis di Pondok Saladah, Papandayan

1923-1926 Erupsi
Pada Maret 1923, tercatat adanya 7 erupsi di Kawah Baru akibat adanya gempa bumi di Cisurupan. Januari 1925, tercatat adanya kenaikan temperatur di Kawah Mas dari 364 derajat - 500 derajat Celcius. Erupsi ini menghancurkan Kawah Mas dan Kawah Baru, yang menghancurkan hutan, dan erupsi terjadi do Kawah Nangklak. Pada 1926, tercata adanya lumpur dan sulfur terjadi di Kawah Mas.

1772 Erupsi dan Longsor

Letusan pada 1772 terjadi di kawah utama, dan menghancurkan hampir 40 desan dan korban tewas mencapai 2951 orang. Longsor terjadi hampir di area 10 km (panjang) dan 6 km (lebar).
Natupala HMT ITB (ki-ka: Anindito "Vijay" M, M Najih "Lubi", Andy Yahya "Yayak", Eka Adhitya "Bolink", Tomy Alvin R "Tomy", Setia Pambudi "Obi", Rahmat Fadhillah "Pak Tile", Agathon Chandra "Aga")


http://www.volcanolive.com/papandayan.html
http://www.vulkaner.no/v/volcan/sjordi/bcindo.html
http://geodesy.gd.itb.ac.id/?page_id=288
http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Papandayan
Share:

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *