Conversations with the Earth

Endapan mineral di Finlandia dan Swedia

Perjalanan saya ke lingkaran kutub utara

Atlas of ore minerals: my collection

Basic information of ore mineralogy from different location in Indonesia

Sketch

I always try to draw a sketch during hiking

Apa itu inklusi fluida?

Inklusi fluida adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan adanya fluida yang terperangkap selama kristal tumbuh. Gas dan solid juga bisa terperangkap di dalam mineral.

Situ Cisanti di Pengalengan, Bandung

50 km dari Bandung, Situ Cisanti terkenal karena menjadi sumber mata air sungai Citarum

Thursday, October 16, 2014

Mendulang Emas di Perbatasan Indonesia



Awal bulan Oktober ini, saya berkesempatan kembali lagi ke Kabupaten yang berbatasan dengan 3 provinsi, Kalimantan Utara-Kalimantan Barat-Kalimantan Tengah dan dan 1 negara tetangga-Serawak (Malaysia), yaitu Kabupaten Mahakam Ulu. Kalau bulan Juni lalu kebanyakan waktu saya selama mengeksplorasi daerah ini saya habiskan di Kecamatan Long Bagun dan Long Pahangai, sekarang saya menghabiskan waktu di Long Apari, dan setengah yang lain saya habiskan di perjalanan. Mengapa habis di perjalanan? Tidak lain dan tidak bukan karena permasalahan kabut asap kiriman dari hutan yang terbakar, akhirnya mengharuskan saya menempuh perjalanan darat dari Balikpapan menuju Tering, Melak.


Batu dinding, Long Apari


Kesampaian Wilayah, Budaya dan Kehidupan di Long Apari
Lokasi Kecamatan Long Apari
Early sketch map of Borneo, showing distribution of Jurassic-Cretaceous oceanic deposits of the Danau Fm (Molengraaff 1909) - dikutip dari http://www.vangorselslist.com/borneo.html 
Untuk menuju Long Apari, target eksplorasi kali ini, perjalanannya tidak kalah lama. Kalau dibuat poin,
- Balikpapan - Tering : 10 jam (darat)
- Pelabuhan sungai Tering - Ujoh Bilang: 4 jam (speedboat)
- Ujoh Bilang - Tiong Ohang (Long Apari): 9 jam (speedboat+jalan kaki)
Pelabuhan Tering yang ditutupi kabut asap



Kalau di total, untuk mencapai lokasi yang saya tuju, hampir 3 hari perjalanan harus ditempuh. Kenapa saya tulis harus berjalan kaki? Untuk menuju hulu, ada beberapa riam yang harus ditembus, seperti riam Udang dan riam panjang di Long Bagun. Dan saya pun harus berjalan kaki karena air sungai Mahakam kali ini sangat surut karena kemarau yang berkepanjangan. Speed boat tidak berani menhambil resiko dengan melintasi sungai, karena aungai yang dangkal, membuat baling-baling dari speedboat menabrak dasar sungai yang penuh dengan gravel dan kayu.

Semua penumpang speed harus turun, supaya speed bisa bermanuver meliuk di antara dua bongkah batuan. Karena itu, dinamakan Riam Beliu

Bukan hanya sekali dua kali saya harus jalan kaki. Hampir 10x saya harus jalan kaki, dengan jarak paling pendek 500 meter hingga 1km. Tidak jauh memang, cuma medan yang harus dilewati yang membuat perjalanan tidak santai. Jalan di gravel batuan basah sama seperti pijat akupuntur, nah kalau jalan kaki nya pas terik, batuan metamorf yang disinari matahari terus terusan panasnya naudzubillah.
Sore hari tepat sebelum maghrib, sampai juga saya di Tiong Ohang. Sampai disana, saya langsung berdecak kagum, ada jembatan panjang yang membelah sungai Mahakam. Ada kawan yang bilang, jembatan itu sudah ada sejak jaman Belanda, pemerintah Indonesia hanya merenovasinya beberapa kali. Beeuh,,, jembatan yang di bangun di daerah perbatasan dengan Serawak itu menjadi hal yang membuat Tiong Ohang begitu megah. Namun setelah saya naik ke daratan, saya langsung dibuat terheran-heran.

Jembatan panjang yang menghubungkan Tiong Ohang dan Tiong Bu'u, Long Apari

- Di Long Apari, warga belum merasakan listrik yang disalurkan melalui PLN. Setahu saya, di Long Pahangai juga mengalami hal yang sama. Warga secara swadaya menggunkan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka. Apa yang membuat saya tercengang? Listrik hanya menyala dari jam 6 malam hingga jam 9.30 malam. Setelah itu, listrik kembali padam, tinggal lampu-lampu darurat LED yang menerangi, itu pun kalau ada
Nenek Bulan, yang mempunyai daun telinga yang panjang, khas Suku Dayak 

- Sudah ada tower provider komunikasi berdiri sejak 2 tahun ini, namun belum ada transmitter dan receiver terpasang. Warung telekomunikasi alias wartel lah yang menyambungkan warga Long Apari dengan dunia luar. Dulu beberapa orang sempat mempunyai telepon satelit, terutama untuk keperluan medis dan beberapa orang saja yang memakainya secara bergantian



Hasil pendulangan emas salah satu ibu-ibu di Sungai Cehan, Long Apari

- Karena lokasinya yang sangat terpencil dan hanya menggantungkan transportasi dari sungai Mahakam, harga harga kebutuhan pokok serba membumbung tidak karuan. Bensin 17rb/L , normalnya Rp 6.500/L, telur ayam 4rb/butir, normalnya 19-20rb/kg isi sekitar 14 butir, zak semen 350rb/zak, normalnya 70rb /zak. Sudah mulai terbayang kondisi disana? Bandingkan dengan harga emas hasil penduangan mereka yang dihargai sama, 400rb/gram, betapa besar keperluan mereka. Oh iya, sebagai tambahan, mayoritas bekerja di ladang di hutan (masih membakar hutan untuk bercocok tanam), pada musim kemarau mencari emas di sungai atau gunung, dan hanya sebagian kecil menjala di sungai

Rawon daging Payau, alias daging Rusa
Hasil jeratan di hutan,, waktunya membersihkan perutnya..

- Kambing dan sapi merupakan makanan langka, bahkan jarang dijumpai. Ayam pun hampir sama. Warga lebih lazim memakan daging payau (rusa), kijang, maupun pelanduk (kancil). Mayoritas warga merupakan Dayak Oheng/ Dayak Penihing, Dayak bahau dan sedikit Dayak Kenya memakan babi, dari hasil menjerat ataupun berburu di hutan. Pada musim kemarau seperti ini, orang Dayak sudah menyiapkan tombak yang sudah diolesi racun dari akar atau dari katak untuk bersiap-siap menunjamkan tombak ketika babi rusa menyeberang sungai Mahakam yang sangat lebar.



Geologi
Kalimantan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terbentuk dari kerak benua. Berbeda dibandingkan dengan Jawa bagian Selatan, yang mempunyai topografi yang kasar yang dipengaruhi akibat tumbukan antara lempeng samudera dengan lempeng benua. Secara umur relatif, semakin ke Utara, umur batuan di Mahakam Ulu jauh lebih tua dibandingkan di sisi Selatan. Emas yang saat ini didulang oleh warga, diyakini berasal dari formasi intrusi Sintang.


Secara regional, kondisi geologi Kab. Mahakam Ulu dikontrol oleh struktur geologi berupa perlipatan dan sesar yang memiliki arah tenggara – barat laut dan barat daya – timur laut. Satuan batuan yang menempati wilayah Kab. Mahakam Ulu terdiri dari batuan beku plutonik (intrusi), batuan sedimen, dan batuan gunungapi (ekstrusi).
Kelurusan Kab Mahakam Ulu (diolah oleh Pak Asep Saepulloh, GL ITB)

Secara fisiografis, Kab. Mahakam Ulu terletak di Tinggian Kuching. Tinggian yang mengelilingi wilayah Kab. Mahakam Ulu merupakan pertemuan antara Pegunungan Muller yang berada di arah selatan dan barat daya, Pegunungan Kapuas yang berada di arah barat dan utara, dan Pegunungan Iran yang berada di arah timur laut dan timur. Tinggian Kuching ini terbentuk akibat dari pengangkatan yang terjadi pada busur kepulauan dengan daerah perairan dangkal yang berada di sekitarnya. Daerah ini merupakan bagian yang tinggi di Kalimantan Utara pada Zaman Paleogen. Daerah ini terpisah dari Kalimantan Barat Laut yang mengalami penurunan cepat. Tinggian Kuching merupakan sumber untuk sedimentasi di daerah barat laut dan tenggara selama Zaman Neogen



Formasi Gunung Api Nyaan, didominasi batuan beku dan sedimen yang sudah termetamorfkan
 Pengecekan keradioaktifan dengan scintillometer
Potensi uranium? Hmmm,, baru indikasi saja.. karena bacaan di daerah lokal yang tidak terganggu batuan radioaktif berkisar 200 cps. Di lokasi ini, lebih tinggi, mungkin karena batuan metamorf

Di tempat yang sama, batuan nya super besar

Aktivitas penambangan emas di Long Apari sangat banyak, terutama pada saat musim kemarau, seperti ketika saya datang ke daerah ini. Umumnya, mereka menyelam untuk mengambil gravel yang ada di dasar sungai, kemudian di dulang oleh ibu-ibu, atau di lewatkan melalui sluice box. Jika kita lihat, hampir semua kegiatan penambangan selalu pada daerah yang dekat dengan intrusi, bisa jadi memang para penambang sudah melakukan "eksplorasi" dengan pengalaman mereka selama ini. Ketika saya tanya, hanya 1 penambangan yang dilakukan di darat dengan cara memberaikan batuan, sedangkan sisanya dengan mengambil aluvial yang ada di sepanjang sungai Mahakam dan anak-anak sungainya. Ternyata, harga 1 gram emas di hulu Mahakam, hampir sama dengan emas di hilir, berkisar Rp 390rb-Rp410rb per gram. Wah wah, padahal biaya hidupnya jauh lebih tinggi dibanding daerah lain. Miris bukan? Warga disini tidak memerlukan belas kasihan, mereka hanya membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Listrik, Kesehatan, Komunikasi,, sebagai awal, itu sudah cukup. 

 Saya mendulang emas bersama warga Long Apari, dilihat orang banyak grogi juga,, hahaha
Emas yang disedot dan dilewatkan sluice box
Tambang sedot di sepanjang Mahakam
Emas yang berukuran sangat halus
 Emas pada pengamatan mikroskop binokuler


Share:

Friday, September 26, 2014

Potensi Wisata Tambang Seputaran Jawa Barat


Sambil berwisata di Jawa Barat, tetap bisa sambil belajar ilmu geologi dan mengetahui potensi tambangnya. 

Itulah yang menjadi motivasi saya untuk tulisan di blog saya kali ini. 

Jawa Barat sebagai salah satu Provinsi yang kaya akan bahan tambang mineral dan mineral industri mempunyai potensi tambang yang kaya dan melimpah. Potensi ini mempunyai nilai tambah yang ekonomis yang dapat dimanfaatkan oleh masing-masing Kota dan Kabupaten pada sektor pertambangan, namun juga berpotensi untuk dimanfaatkan pada sektor pariwisata. Hal ini akan memacu Kota dan Kabupaten untuk dapat mengelola aktivitas penambangan secara baik dan berwawasan lingkungan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pemasukan pada sektor lain.
 Potensi bahan tambang di Jawa Barat (Profil Data dan Statistik ESDM, 2012) 

Kegiatan di lapangan merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi nyata di lapangan baik kondisi endapan maupun aktivitas penambangan. Kegiatan kunjungan lapangan sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh komunitas keilmuan yang berkecimpung pada keilmuan geologi dan pertambangan, namun juga mulai dikenalkan kepada masyarakat luas yang belum mengetahui ilmu geologi dan pertambangan secara umum. 

Potensi Bahan Tambang di Jawa Barat (Profil Data dan Statistik ESDM, 2012)


Jawa Barat secara geografis terletak diantara 105° 00’ 00” - 109°00’ 00” BT dan 50’ 00” - 50’ 00” LS. Secara administratif, Jawa Barat di bagian utara berbatasan dengan Laut Jawa bagian barat dan DKI Jakarta, di bagian timur dari Jawa Barat berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah, di bagian selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan Propinsi Banten di bagian barat. Jawa Barat terdiri atas 17 Kabupaten dan 9 Kota, dengan ibukota Bandung.
Pisau Komando, Citatah, Padalarang

Kawasan Utara dari Jawa barat merupakan daerah dataran rendah, kawasan Tengah dan Selatan dari Jawa Barat merupakan daerah pegunungan dan perbukitan yang merupakan daerah dataran tinggi dengan sedikit pantai. Jawa Barat merupakan bagian dari busur kepulauan gunungapi (aktif dan non-aktif). Daratan dapat dibedakan atas wilayah pegunungan curam di daerah selatan dengan ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut, wilayah dataran luas di bagian utara dengan ketinggian 0-10 m dpl, wilayah lereng bukit yang terjal hingga landai di bagian tengah dengan ketinggian 100-1.500 m.
Basalt, Pasirimpun, Bandung

Potensi bahan tambang di Jawa Barat, terutama sumberdaya mineral industri dan mineral konstruksi bervariasi, baik dalam hal sebaran, kualitas, kuantitas, dan penggunaannya. Tidak kurang dari 40 jensi bahan tambang tersebar merata di seluruh Kabupaten di Jawa Barat, meliputi potensi mineral logam primer, di antaranya mineral logam mulis (Au,Ag), logam dasar (Cu,Pb,Zn), logam mangan (Mn), serta mineral non logam diantaranya pasir besi, zeolit, gamping, dan lain-lain.

Gunung Galunggung, Tasikmalaya

Di Jawa Barat terdapat lebih dari 400 perusahaan tambang di 19 Kabupaten yang mengusahakan 33 jenis komoditas bahan tambang (Data dan Statistik Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi Jawa Barat, 2012), dimana sebagian besar merupakan penambangan skala kecil dan belum memperhatikan kaidah tata cara penambangan yang baik. Peran aktif dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, peneliti dan pengusaha diperlukan untuk mengelola pertambangan menjadi lebih baik, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh aspek di Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Barat.
Volkanik Gunung Guntur, Garut
Pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi
Pantai Santolo, Garut

Curug Lalay, Rancabuaya

Tangkuban Perahu, Bandung
Cipanas, Garut
Situ Gunung, Sukabumi
Pantai Cipatujah, Tasikmalaya

Baca Juga Artikel Lain (klik gambar)










Share:

Monday, September 15, 2014

And So The Story Begins.. Let Me Introduce, Aqila Vanda Nusantara

Ketika saya dikabari oleh istri saya bahwa dia hamil, saat itu saya berada di kota Jambi, sedang ada tugas negara untuk survey potensi batubara di provinsi yang terkenal dengan sungai Batanghari-nya. Pagi-pagi ketika saya diberi tahu oleh istri melalui sms, senang tak terduga mendapat amanah dari Allah, setelah 2 bulan sebelumnya saya menunggu-menunggu, ternyata masih kosong. Dihitung mundur, ternyata "calon" bayi nya sepertinya jadi pas sebelum saya ke Fukuoka. Alhamdulillah, tokcer juga ternyata saya. Ga terbukti mitos banyak bersepeda bikin mandul. Hehehe

Setelah usia kehamilan mulai beranjak, saya rutin mendampingi istri saya untuk cek up. Memang bukan hal yang mudah masuk ke rumah sakit ibu anak. Saya masih belum biasa dengan teriakan bayi-bayi kecil hampir di semua ruangan, dan akhirnya saya membayangkan bagaimana rasanya ketika harus mendampingi ketika akan melahirkan. 
Ketika beranjak usia kehamilan 40 minggu, akhirnya waktu itu tiba. Saya menemani istri ketika dia harus meronta kesakitan karena induksi obat yang diberikan untuk merangsang pembukaan, kemudian betapa istri menahan hingga waktu yang ditentukan oleh dokter kandungan untuk menahan "ngeden" alias "mengejan", dan betapa saya dibuat lemas ketika melihat sendiri proses kelahiran secara normal. Huah, saya bisa merasakan bagaimana beratnya melahirkan anak.
Sejak kelahiran si jabang bayi, muncullah rasa hormat yang teramat sangat untuk kaum wanita, terutama untuk seorang Ibu, yang bersusah payah mengandung dan melahirkan sang bayi. Saya langsung teringat ketika saya masih belajar di bangku Madrasah, tentang ayat di Al Quran mengenai Ibu di QS Al Ahqaaf dan QS Luqman, yang setelah saya telusuri bunyinya sebagai berikut,

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al Ahqaaf : 15).

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14).

Tak kuasa saya mengucurkan air mata ketika saya melantukan adzan dan iqomah di telinga si mungil. Teriring doa yang indah untuknya, . 

"Asyhadu Anlaa Ilaa Ha Illallah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Dar Rasulullah.. AlhamdulillahI Rabbil Alamin telah lahir putri pertama kamI pukul 10 pagi ini, yang kami beri nama Aqila Vanda Nusantara, teriring doa di balik namanya, kelak menjadi Putri Vidya Sari dan Andy Yahya (VANDA) yang cerdas (AQILA) dan cantik seperti anggrek Vanda dari tanah Jawa, yang akan menyinari negara yang disebutkan oleh Gajah Mada dalam Sumpah Palapa, Ki Hajar Dewantara, dan Pramoedya Ananta Toer, NUSANTARA"
Tepat ketika lahir, anak harus dihangatkan karena BBLR (Berat Badan Lahir Rendah, seharusnya 2,5kg, Aqila hanya 2,4kg )

Aqila umur 2,5 minggu, cantik ya..
Aqila umur 3 minggu, the smiling baby :D

update Agustus 2017





Share:

Wednesday, August 20, 2014

Snapshot Geothermal Indonesia

Foto-foto yang saya kumpulkan ini saya kumpulkan selama 2010 hingga 2014 untuk mengikuti 2nd Indonesia International Geothermal Conference and Exhibition (IIGCE) untuk kategori foto kontes. Hasil pemenangnya bisa dilihat disini . Untuk detail persyaratannya, ada di web ini ya.

Ternyata, semua foto nya meleset tidak ada yang masuk nominasi. Hahaha... daripada dibuang sayang, saya masukkan ke sini saja ya...


Category of photograph                  : Flora and Fauna  (01)
Title and location of the photograph : Kuncup Edelweiss Papandayan
Category of photograph                     : Landscape (01)
Title and location of the photograph   : Menyambut Cikuray dari Papandayan
Category of photograph                        : Human and Natural Resources (01)
Title and location of the photograph       : Mari kita ekskursi di Kamojang
Category of photograph                         : Landscape (02)
Title and location of the photograph       : Lahan Drajat, Siap Ditanami
Category of photograph                        : Human and Natural Resources (02)
Title and location of the photograph       : Bongkah Sullfur, Koin Kehidupan  - Geothermal Dieng
Category of photograph                        : Landscape (03)
Title and location of the photograph       : Theater Ekonomi di Dieng Plateau
Category of photograph                         : Human and Natural Resources (03)
Title and location of the photograph       : Menyeruak Kabut Papandayan
Share:

Blog Archive

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *