Conversations with the Earth

Thursday, December 20, 2012

Sukabumi dan Penambang Emas

Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis. Ya memang semua berubah dengan cepat. Waktu yang dulu masih bisa saya luangkan untuk menulis, membaca, sekarang sudah hampir tidak ada waktu untuk bersantai, kecuali untuk bersepeda... wajib hukumnya. Hehehe

Sekarang, saya ingin mengangkat sedikit tentang potensi tambang di Sukabumi, terutama Kabupaten Sukabumi. Entah terbersit untuk menulis, karena besok saya harus memberikan briefing adik-adik Teknik Pertambangan ITB sebelum mereka berangkat ekskursi awal Januari 2013.

Sukabumi merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang mempunyai potensi tambang yang sangat melimpah. Mulai dari pasir besi, zeolit, batu gamping, pasir kuarsa, bentonit, emas dan sebagainya. Potensi ini dibarengi dengan reputasi nya yang terkenal di se-antero Indonesia, menurut opini saya sih, sebagai tempat lahirnya para jagoan tambang.

Para jagoan tambang yang saya maksud, adalah banyaknya penambang dari Sukabumi yang merantau ke pulau lain, terutama pada tambang-tambang emas, dimana kebanyakan dari mereka datang sebagai tukang dulang. Pekerjaan mendulang memang bukan pekerjaan yang gampang, sangat bergantung pada keberuntungan, keberuntungan dan keberuntungan. Teknik nya sih memang tidak susah, namun ketekunan untuk berendam selama sehari penuh untuk mendapatkan beberapa gram emas, itu yang membuat saya salut kepada para penambang tersebut.

Nah, sekarang saya coba bahas beberapa potensi tambang di Sukabumi

-Pasir – Sirtu, Cimangkok


Secara Geologi, daerah ini termasuk ke dalam satuan Breksi dan lahar dari Gunung Gede (0-100 m). satuan ini terdiri dari Batupasir tufaan, serpih tufaan, breksi tufaan, dan aglomerat tufaan (terbentuk pada zaman quarter). Satuan ini membentuk dataran Cianjur.
Sistem Penambangan yang digunakan adalah sistem semprot. Tekanan air yang disemprotkan ke dinding  batuan, menghanyutan fraksi  pasir yang berukuran kecil, dan mengendapkan partikel batuan yang berukuran besar. Hal tersebut memudahkan pemisahan pasir dan batuan berdasarkan ukuran besar fraksi batuan.

-Pasir Kuarsa, PT. Holcim Indonesia – Unit Kuari Cibadak, Cimandak
Lokasi ini berada di daerah Gn Walat Kecamatan Cibadak, 15 km sebelah baratdaya Kota sukabumi. Daerah ini termasuk ke dalam Formasi Walat berumur Oligosen (Tow), terdiri dari litologi batupasir kuarsa, konglomerat, batulempung karbonan, lignit dan lapisan arang tipis-tipis yang diendapkan pada lingkungan fluvial-deltaik. Batuan-batuan tersebut tersingkap di daerah Gn Walat dan di daerah sekitarnya.
Pasir Kuarsa yang juga dikenal dengan nama pasir putih merupakan hasil pelapukan batuan yang mengandung mineral utama, seperti kuarsa, dan felspar. Hasil pelapukan kemudian tercuci dan terbawa oleh air atau angin yang diendapkan di sungai, danau, atau laut. Di alam pasir kuarsa ditemukan dengan kemurnian yang bervariasi bergantung kepada proses terbentuknya di samping adanya proses pengendapan. Material pengotor tersebut bersifat sebagai pemberi warna pada pasir kuarsa, dan dari warna tersebut dapat diperkirakan kemurniannya. Pada umunya, pasir kuarsa yang ditemukan di alam mempunyai ukuran butir yang bervariasi dan dalam distribusi yang melebar, mulai dari fraksi halus (0,06 mm) sampai dengan ukuran kasar (2 mm).

-Batugamping, Cikembar

Batugamping ini termasuk pada Anggota Batugamping Terumbu (Toml) yang berumur Oligosen-Miosen terdiri dari batugamping terumbu koral dengan sejumlah fosil yang terdolomitkan tersingkap baik di Pasir Kutamaneuh, Pasir Aseupan di Selatan Sukabumi, dan di Liunggunung di selatan Cibadak.
 Batu gamping dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, mekanik, atau secara kimia.  Sebagian besar batu gamping di alam terbentuk secara organik. Jenis ini berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang.

Zeolit, Cikembar



Zeolit adalah kelompok mineral yang merupakan senyawa alumino silikat hidrat dan logam alkali dengan rumus umum Mx/n.(AlO2)x.(SiO2)y.xH2O.
Kelompok mineral zeolit  memiliki kesamaan sifat dan struktur, yaitu  terdiri dari framework/rangka aluminosilikat  yang tersusun dari cincin tetrahedra alumina dan silica. Di dalamnya terdapat rongga-rongga yang diisi oleh ion dan molekul air.  Rongga-rongga tersebut saling berhubung, sehingga ion dan molekul air yang berada di dalamnya dapat bergerak bebas sampai batas permukaan yang memungkinkan terjadinya pertukaran ion maupun dehidrasi secara reversible . Karena sifatnya yang unik ini maka zeolit dimanfaatkan dalam industri sebagai penukar kation, adsorben dan penyaring molekul. Kristal zeolit yang telah terdehidrasi merupakan adsorben yang selektif dan mempunyai efektivitas adsorpsi yang tinggi

Endapan Emas, PT. Hunamas Group, Ciawitali-Simpenan

Pada abad 19-20 lalu, produksi emas di Indonesia hampir semuanya diperoleh dari urat-urat epitermal polymetallic yang dikenal  terbentuk pada umur Miosen (Sunarya, 1989). Selama beberapa tahun terakhir (1984-1993), demam emas di Indonesia  telah menyebabkan adanya identifikasi  terhadap geologi sumberdaya, dihasilkan jumlah sumberdaya emas lebih dari 3500 ton berasal dari  endapan epitermal dan porfiri Cu di Sulawesi (Mesel), kalimantan (kelian), Wetar (Lerokis), Jawa (Pongkor), Irian jaya (Grasberg), dan dengan variasi pada lokasi-lokasi yang lain (Van Leeuwen, 1994; Carlile dan Mitchell, 1994).
 Endapan emas Jawa Barat terletak diantara dan pada panggul kubah Bayah, baratdaya kota Jakarta . Satuan geologi, terpapar pada area 40x80 km, terdiri dari Oligosen sampai Quartenary calc – alkalitik ryolitik sampai batuan andesit dan intrusiv kecil stock dengan beberapa interkalasi dari batu gamping dan batu pasir Miosen. Area Citorek, terletak pada bagian utara kubahmerupakan zona depresi yang luas (60km2), terbentuk sebuah kaldera yang terisi dengan ignimbrit dasitik dan diintrusi oleh plug andesitik-dasitik.

Nah, kita coba gali sedikit lebih dalam tentang tambang emas. Kebetulan, tambang emas yang ada di daerah ini merupakan emas primer, bukan emas alluvial, dimana emas itu tidak bisa serta merta di dulang untuk mendapatkan logam berharganya. Batuan yang keras nya naudzubillah diambil dari lubang-lubang tikus yang lumayan dalam (bisa mencapai 30 meter secara vertikal, dan bisa berkelok2), hanya bersanggakan kayu (istilah kerennya "gophering", kalau istilah lazimnya "gurandil"), mereka harus memukuli batu yang keras itu, memasukkan ke dalam karung dan membawa nya ke permukaan.

Pekerjaan belum berhenti sampai disitu, setelah karung-karung kemenangan itu dibawa ke atas, batu tersebut harus dipukuli berkali-kali sampai halus. Setelah batu berukuran halus, barulah dilakukan penggilingan, dengan menggunakan gelundung (bahasa kerennya ball mill). Mereka pun menambahkan raksa ke dalam gelundung, supaya butiran emas yang hancur akibat proses gelundung itu bisa terikat ke dalam raksa. 

Setelah di gelundung 8-10 jam, baru lah konsetrat mereka olah, bisa dengan didulang terlebih dahulu, namun ada juga yang langsung menekan2 butiran yang terikat itu dengan tangannya yang tidak lagi halus. Memang agak miris, mereka harus bermain dengan raksa, yang dalam jangka panjang bisa merusak syaraf mereka, sehingga jari2 mereka bisa seperti tertekuk, bahkan kadang2 berimplikasi sampai ke keturunan mereka.

Yah, memang hidup ini berat untuk mereka. Tapi dibalik itu semua, mereka ber"gamble" dengan emas yang nilainya bisa berlipat2 ganda ketika mereka jual nanti. Mereka melupakan kesehatan, yang sejatinya lebih mahal dari apapun. Semoga suatu saat nanti, siapa pun lah bisa membuat teknologi yang ramah lingkungan dan mensosialisasikan ke penambang liar, bukan untuk me-legalkan penambang liar, namun menyelamatkan mereka demi masa depan bangsa kita.


di tengah gemuruh hujan, di lantai 3 eksplorasi
2012-2012

-AYAH-




Share:

4 comments:

  1. tanks untuk artikelnya,salam kenal"karbon aktif"

    ReplyDelete
  2. Salam mas..

    Kapan bisa ngopi bareng?
    Agit agat

    Wa 0812-2014-8888$

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mas.
      Makasih buat tawarannya. Smga kpn2 bisa ketemu klo sudah di Jabar lagi.

      Delete
  3. Sungguh membantu saya dlm mencari emas. Krna itu akan saya jadikan pekerjaan. Skrg nie alat detector sudah sya beli. Tinggal cari lokasi. Saya dari surade

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi oleh penulis sebelum tayang. Terima kasih

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *