Conversations with the Earth

Hiking with kid, why not?

We went to a Polster on my birthday

Menjadi panutan

Saya dan beberapa teman berbagi tentang pengalaman kami berorganisasi kepada mahasiswa baru

Sketch, mostly mountains

I always try to draw a sketch during hiking

Apa itu inklusi fluida?

Inklusi fluida adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan adanya fluida yang terperangkap selama kristal tumbuh. Gas dan solid juga bisa terperangkap di dalam mineral.

Situ Cisanti di Pengalengan, Bandung

50 km dari Bandung, Situ Cisanti terkenal karena menjadi sumber mata air sungai Citarum

Showing posts with label geologi. Show all posts
Showing posts with label geologi. Show all posts

Thursday, November 30, 2017

Geokimia - Elemen inkompatibel vs kompatibel, HFSE vs LILE

Ketika kerak bumi meleleh (melted), trace element akan menjadi indikator dari fase yang meleleh (the melt phase) atau fasa padatnya (solid mineral phase). Trace element yang mengikuti fase padat disebut sebagai elemen kompatibel (compatible element), sedangkan trace element yang menunjuukkan fase lelehannya disebut elemen inkompatibel (incompatible element).

Diagram antara ionic charge vs ionic radius lazim digunakan untuk membedakan antara elemen kompatibel dan inkompatibel. Elemen dengan charge cations >2 disebut HFSE (high field strength element), sedangkan elemen dengan charge cations <2 disebut LILE (large ion litophile elements). Elemen dengan radius ion kecil (LILE) termasuk sebagai elemen kompatibel. 
sumber: https://earthscience.stackexchange.com . MRFE (Mantle Rock Forming Elements) adalah elemen utama yang melimpah di kerak bumi. LILE mempunyai cationic charge <2, sedangkan HFSE >2

Karena jumlah "trace element" atau elemen jejak sangat sedikit dibanding major element atau elemen utama, elemen ini jarang muncul sebagai mineral melainkan akan mengisi crystal lattice dari mineral lain. Misalkan pada muskovit atau phengit, element Rb-Cs akan melimpah. 

Komposisi kimia dari batuan yang telah teralterasi atau termetamorfkan akan berubah, begitu pula dengan elemen-elemennya. Elemen LILE (ex. Cs, Rb, K, Rb, Ba) umumnya akan mobile , sedangkan elemen HFSE (ex. REE, Sc, Y, Zr, Hf, Ti, Nb, Ta, P) bersifat immobile. Sehingga untuk mengetahui komposisi batuan yang sudah teralterasi atau termetamorfkan, kita membutuhkan data elemen immobil. 

Diagram laba-laba atau spider diagram biasanya disusun berdasarkan ukuran dari kationnya (cationic charge), sehingga pada sumbu x, elemen disusun dari elemen mobile (LILE) baru kemudian elemen immbobile (HFSE).  Data dari LILE HFSE dan di plot, elemen ini harus di "normalisasi" terlebih dahulu dengan cara membagi komposisinya dengan suatu koefisien, misalnya terhadap kondrit (chondrite), primitive mantle, kerak bumi (crust), shale, dsb. Hasil dari normalisasi ini kemudian di plot sebagai sumbu "y". 

Beberapa referensi yang biasa digunakan antara lain dari Sun and McDonough (1989) , McDonough and Sun (1995), Rudnick and Fountain (1995), dsb.
Contoh analisa LILE dan HFSE di normalisasi dengan primitive mantle (Rudnick dan Fountain, 1995)
 
Contoh analisa REE di normalisasi menggunakan C1-chondrite (
Share:

Tuesday, October 10, 2017

Bre-X: sekarang emas, besok menghilang

Film ini berjudul "Gold", tayang tahun 2016 yang lalu. Ceritanya tentang kegiatan eksplorasi emas di Kalimantan, di daerah Busang. Nama deposit dari tambang emas ini adalah Bre-X. Mungkin banyak yang sudah tahu kalau kasus Bre-X adalah skandal terbesar di dunia tambang, karena exploration geologist dengan sengaja mencampurkan emas ke hasil pemboran. Dalam dunia tambang, kecurangan ini disebut salting. Dan seperti bisa diduga, hasil assay menunjukkan kadar emas ýang sangat tinggi, yang membuat harga saham dari Bre-X melonjak drastis.

Saya tidak akan menjelaskan detail cerita tersebut, langsung aja nonton film itu, atau baca bukunya Pak Bondan Winarno "maknyus" yang berjudul  "Bre-X: Sebungkah Emas Di Kaki Pelangi." Saya pengen bercerita dari segi geologi, terutama dari mineralogi dari emas. 

Emas yang digunakan oleh Michael de Guzman (geologist) untuk menaikkan kadar dari pemboran ternyata adalah emas alluvial, atau emas yang didulang oleh warga setempat dari sungai. Emas ini mempunyai bentuk yang lonjong hingga membundar, yang ketika diamati dengan mikroskop, akan nampak perbedaan yang mencolok antara emas yang terbentuk dari fluida hidrotermal dengan emas dari endapan alluvial.

Emas dari endapan hidrotermal umumnya berbentuk anhedral atau tidak beraturan, kadang-kadang pipih, dan jika diamati dengan menggunakan mikroskop elektron (SEM-EDX) tidak nampak adanya zoning. Berbeda dengan emas alluvial. Emas ini berbentuk membulat, dan karena bagian luar dari emas sudah mengalami kontak dengan air dan udara, maka bagian tepi (rim) dari emas akan teroksidasi, sehingga nampak jelas ada lapisan tipis antara tepi (rim) dan inti (core). Cara membedakan emas dengan mineral sulfida lain gampang-gampang susah. Kalau kita mempunyai paku atau pisau tajam yang kecil, sulfida akan susah tergores, sedang emas karena lunak, akan mudah tergores. Berdasarkan pengalaman dari beberapa field geologist , mereka biasa menjilat mineral yang diduga itu, baru mengamatinya dengan menggunakan lup.

Saya mendapatkan ilustrasi yang sangat bagus dari James Craig, seorang profesor di bidang mineralogi dari Virginia Polytechnic University, USA. Dia menulis tulisan yang berjudul: "ORE-MINERAL TEXTURES AND THE TALES THEY TELL* (kalau tidak bisa download, kabari saya aja ya). Di paper tahun 2001 lalu, dia membuat pemetaan elemen (elements mapping) dengan menggunakan electron microprobe untuk elemen emas (Au) dan perak (Ag). Pada gambar di bawah , nampak jelas adanya lapisan yang heterogen, yang menunjukkan oksidasi emas karena kontak dengan air dan udara. 

Laporan ini juga sebelumnya sudah di confirm oleh tulisan di tahun 1997 dari Danielson & White. Saya cuplik tulisannya dari paper J. Craig: 

The duly diligent examination of the Bre-X deposit included careful microscopic examination of the supposed lode gold in some of the ore samples. Danielson & Whyte (1997) reported that “it was the shape, not the size, of the gold grains that stood out ... rounded with beaded outlines ... rounding and beading are characteristic of placer grains .... some of these ... gold grains had cores of gold–silver alloy, which graded outward to a rim with more gold. This was another clue: ‘hardrock gold’, more often than not, is actually an alloy containing some silver. But when the grains are re-concentrated as placers, ... the silver reacts with air and water, leaching away and leaving a spongy, gold rich edge”. Indeed, the placer gold used to “salt” the Bre-X cores bore the characteristic textural signature attesting to its origin, and helped in revealing the scam for what it was.

Sekarang, jadi lebih paham kan mengapa belajar mineralogi itu menarik? 

Batu, mineral, semua hanya benda mati yang tidak bisa berkata apa-apa. Kita lah yang membuatnya bercerita, ternyata, geologi dan mineralogi itu menyenangkan.

Ini ada beberapa foto emas koleksi saya. Enjoy!!
EMAS ALLUVIAL DAN PLACER
 
 
 
 
Mendulang emas di Mahakam Ulu, Kaltim
 
 
 Ini saya foto dari Natur Historische Museum di Wina
Gold nugget

EMAS dari FLUIDA HIDROTERMAL

inklusi emas di pirit

emas mengisi rekahan pirit

BSE (back-scattered image dari gambar atas)

NB: Judul tulisan ini di adaptasi dari tulisan Danielson & White (1997) yang berjudul "Bre-X: Gold Today, Gone Tomorrow: Anatomy of the Busang Swindle"

Tulisan ini dibuat 30 menit setelah bergulat dengan disertasi. Mumpung lagi ada ide, jadi nulisnya encer. Hahaha 

Share:

Tuesday, September 19, 2017

Endapan mineral dan aurora di Lapland: Finlandia dan Swedia

Seorang geologis dari badan geologi Finlandia (GTK) bercanda dengan salah satu profesor dari Austria.

FIN: "Jadi geologis di Alpen lebih enak daripada di Finlandia, bermodal binocular, duduk di hütte (tempat tinggal di gunung), duduk sambil minum bir atau kopi sudah bisa melihat struktur geologi dari kejauhan. Setelah itu, datang untuk pemetaan detail. Di Finlandia hampir semua di tutupi oleh tundra dan cemara, mencari singkapan harus dimulai dari till (survey fragmen batuan yang tergerus salju) dan geomagnetik."

AUT: "Kami malah ingin bisa seperti geologis di Finlandia. Setelah melakukan survey geofisik, kalian masuk ke hutan untuk sambil membawa senapan untuk berburu reindeer sambil memancing."

Akhirnya keduanya tertawa dan hidup dengan damai.

Tundra difoto dari tambang Kiruna


Sekelumit cerita di atas saya dapat ketika saya pergi ke lapangan di Utara Finlandia dan Swedia, yang biasa disebut Lapland. Saya bisa ikut kesini karena ibu negara menyisihkan sisa uang belanja dan tabungan kami, akhirnya cukup buat berangkat ke sini. Memang ada bantuan dari ÖH (semacam organisasi kemahasiswaan), tapi biaya ekskursi mayoritas tetap dari mahasiswa.


Saya mengunjungi bermacam tipe endapan yang jarang dijumpai di Indonesia, beberapa tidak ada karena berbeda kondisi geologinya, seperti: 
- endapan Layered Intrusion yang ditambang untuk Ni-Cr-Cu (PGE), 
- endapan IOCG (Iron-Oxide-Copper-Gold) dan IOA (Iron-Oxide-Apatite) yang ditambang untuk mendapatkan besi dan tembaga (sedikit emas), 
- porfiri-Cu (tembaga)
- orogenik Au (emas). 
Semua endapan di atas berada di iklim Arktik di atas lintang 65 hingga 68 derajat. FYI, batas dari polar circle adalah 66.33 derajat.
Polar circle (yang saya artikan sebagai lingkaran kutub Utara) adalah garis maya yang mengelilingi bumi. Di daerah ini vegetasi didominasi oleh tundra dan semacam cemara. Di lintang yang lebih tinggi, jumlah pohon tinggi makin berkurang dan hanya lumut tebal, "red berry" dan "black berry" yang bisa dijumpai. Rusa kutub (reindeer, elk) sering saya jumpai di sepanjang jalan (terutama Finladia) dan sering kali rusa nyebrang jalan sembarangan dan membahayakan mobil. Reindeer hidup secara berkomunitas sedangkan elk hidup menyendiri.

Tambahan dari Adrian Halim (Luleå University of Technology)

- Utk berburu reindeer, hanya orang Sami (penduduk asli d Lappland) yg diizinkan utk melakukannya berdasarkan hukum Swedia. Yg dimaksud geologis itu adalah Moose (Älg dlm bhs Swedia yg sering salah diterjemahkan jd Elk ke bhs Inggris. Elk hanya hidup d Amerika Utara, Moose hidup d Amerika dan Eropa Utara). Menurut hukum Swedia, semua reindeer yg hidup d Swedia itu dimiliki orang Sami, jd hanya mereka yg berhak mencari nafkah dr hewan2 tsb.
- Kiirunavaara itu bukan bhs Sami, tp bhs Finlandia versi Tornedalen, daerah d utara Finlandia dekat perbatasan dgn Swedia. Artinya bukan gunung anjing kutub, tp gunung burung Ptarmigan (ini bhs Inggrisnya. Bhs Swedianya Ripa, bhs Jermannya Schneehuhn, bukan Schneehund 😉). Terjemahan bhs Indonya gak ada krn burung ini hanya hidup d sekitar Arctic Circle dan kutub Utara.

TIPE ENDAPAN
Layered Igneous Complex (LIC)

Saya tidak tahu apa istilah bahasa Indonesianya jadi saya tulis dalam bahasa aslinya. Finladia adalah pemain besar dalam logam nikel, kromium dan PGE (platinum group mineral) di Eropa (nomor satu adalah Rusia). 

Endapan ini adalah tipe endapan magmatik yang terbentuk akibat diferensiasi magma. Magma yang didominasi oleh sulfida akan mengendap terlebih dahulu karena densitas yang tinggi, diikuti oleh presipitasi magma silikat. Host rock adalah batuan ultrabasa, seperti piroksenit (90% batuan disusun oleh piroksen), peridotit dan gabbro. Saya mengunjungi beberapa Complex, di Kontijaarvi, Suhanko dan Kemi. Batuan ini memotong batuan dasar (basement) yang berumur Archean (3.5 Ga) dan mineralisasi berkisar antara 2.44-2.45 Ga. 
Layered mafic intrusion-Kontijaarvi yang di ambil sampelnya dengan metode channel sampling (komparator palu). Channel dibuat memotong intrusi.
Layered mafic intrusion-Kontijaarvi yang di ambil sampelnya dengan metode channel sampling (komparator palu). Channel dibuat memotong intrusi.
Piroksenit yang memotong batuan ultrabasa

Endapan LIC umunya diekstrak untuk mengambil kromium, karena endapan ini mengandung mineral kromit (FeCr2O4). Di bagian tepi atau bawah dari intrusi umumnya mengandung nikel sulfida dalam mineral pentlandit (Fe,Ni)9Sdan sering mengandung PGE atau platinum-group-element. Di Indonesia, setahu saya endapan LIC dan nikel sulfida sangat jarang, dan di beberapa kompleks ofiolit, terdapat endapan kromit, baik kromit aluvial maupun kromit primer, seperti di Meratus Basin di Kalimantan Selatan, ofiolit di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. 

Iron-Oxide-Copper-Gold (IOCG) - Porphyry Cu
Aitik adalah salah satu tambang tembaga open pit terbesar di Swedia dan termasuk yang terbesar di Eropa. Endapan ini mempunyai kadar tembaga yang sangat rendah, cut-off-grade hanya 0.22%. Dan yang menarik, tambang ini mempunyai stripping ratio 1:1, artinya untuk bisa mengekstrak 1 ton tembaga, kita perlu mengupas 1 ton overburden. Dengan rasio seperti ini, perusahaan (Boliden mining) bisa mengelola tambang dengan sangat ekonomis. Mineral logam yang dijumpai antara lain kalkopirit, pirit dan magnetit, dan sedikit sekali emas. Terdapat molibdenit (mineral pembawa ikutan) sebagai mineral asosiasi, namun kadar dan biayanya sangat rendah. Recovery dari tambang sekitar 90%, sayangnya recovery untuk emas sangat rendah, hanya 50%.
Tambang tembaga-besi-emas Aitik
Hanukkainen mine - magnetitt-kalkopirit-(emas?)
Hanukkainen mine - magnetitt-kalkopirit
Hannukainen mine - Biotit-potassium feldspar

Iron-Oxide-Apatite
Kirunavaara (dalam bahasa Finlandia- berarti gunung burung Ptarmigan) terletak di kota bernama Kiruna. Kiruna (saya singkat) adalah tambang besi terbesar di Eropa. Material utama yang ditambang adalah magnetit, hematit dan apatit adalah mineral ikutan yang utama. Tambang ini terletak di Utara "polar circle", sehingga hampir 8 bulan dalam setahun diselimuti musim dingin.

Tambang besi IOA Kiruna difoto dari tambang Luossavaara

Kiruna menurut "economic geologist" mempunyai endapan yang unik, karena endapan magmatik ini sangat didominasi oleh magnetit dan apatit, sehingga endapan ini disebuf IOA. Endapan ini dipisahkan dari sub-klasifikasi IOCG karena tidak mempunyai COPPER dan GOLD. Bentuk endapan bervariasi, mulai dari vein masif yang mengandung magnetit, besi ekstrusif dalam bentuk endapan lava, serta di beberapa tempat magnetit menjadi matriks breksia bersama-sama batuan samping (riolit atau riodasit).
Matriks yang mengisi dari breksia adalah magnetit. Matriks adalah riolit dan riodasit. Lokasi di hanging wall Kiruna 

Magnetit yang ditambang dengan metode sub-level caving. Semua peralatan produksi dilakukan secara full-otomatis dan semua peralatan tambang (jumbo-drill, loader) dikontrol dari permukaan. Tambang ini berada di 800 meter di bawah permukaan, dan pekerja tanbang yang bertugas di level 1365 m hanya mengontrol aktivitas loading dan reparasi alat. 

Karena tambang ini berada di Arctic, suhu di dalam tambang dibuat stabil di rentang 18-20 derajat, sehingga pekerja tidak kedinginan. Ruangan kantor di cat warna putih dan diberi daun-daunan supaya pekerja tidak merasa seperti di dalam tambang. Sayangnya tambang ini melarang untuk memfoto semua propertinya, sehingga saya hanya mempunyai beberapa foto singkapan di permukaan. 
Kota Kiruna dari tambang besi Kirunavaara

Orogenic Au
Central Lapland Greenstone Belt adalah sebutan untuk daerah di Utara Finlandia. Daerah ini didominasi oleh batuan yang berwarna hijau (greenstone) yang ditutupi oleh batuan vulkanik dan batuan sedimen yang termetamorf kan, yang menutupi batuan dasar yang berumur Archean. Endapan emas orogenik di daerah ini dikontrol oleh sesar dan rata-rata dicirikan oleh kandungan emas yang tinggi dan perak yang rendah (gold-rich silver poor), atau mempunyai gold fineness yang tinggi (gold fineness = rasio atom antara emas dan perak= 1000 x Au[Au+Ag]). 

Di beberapa lokasi di Lapland, emas orogenik ditemukan di batuan komatiite, batuan ultrabasa yang terbentuk dari mantel dan mempunyai kadar silika, alumunium dan potasium yang rendah, serta mempunyai magnesium yang sangat tinggi. Di beberapa tempat, emas orogenik berada di komplek ofiolit dan di komplek ofiolit ini kita masih bisa menjumpai lava bantal.
Lava basa ditunjukkan oleh palu. Di sela-sela lava bantal, ada rim berwarna kehitaman yang menunjukkan reaksi di tepi lava dengan late fluid (carbonate)

Leisure
Abisko National Park
Jadi, dari dulu saya pengen banget punya tas dan jaket fjällräven. Setelah bertahun-tahun kepengen, akhirnya saya masih ga mampu beli, padahal teman ada yang jual barang ini di bawah harga pasar. Dari semua seri, ada nama yang selalu terngiang-ngiang, ABISKO. Dan, ga nyangka, pembimbing saya yang demen banget dengan gunung mengajak kami ke Abisko untuk melihat singkapan disana. 
Pegunungan Kaledonia (sumber: quora.com)

Beeeuh, padahal ga ada jadwal untuk ke daerah ini di jadwal kami, karena taman nasional ini cukup jauh di Utara. Di Abisko, banyak dijumpai air terjun dan danau. Pegunungan di daerah ini terbentuk antara dua kraton (kerak benua), yang disebut pegunungan Caledonides, dan Abisko hanya sebagian kecil dari pegunungan Caledonides. Abisko adalah kontak antara Norbotten Craton dan Caledonides. Caledonian orogeny adalah even orogenik yang membentang di Utara Swedia, Utara Norwegia, Islandia, Greenland dan Utara Inggis. 

Abisko dari Björkliden

Pegunungan Kaledonia
Perjalanan menuju Abisko

Aurora Borealis
Saya sempat melihat radiasi dari matahari ini di salah satu kota tempat kami tinggal. Sayangnya, langit sedang mendung jadi intensitas radiasinya lemah. Saya sendiri karena tidak punya kamera yang mumpuni hanya bisa menikmati langit Utara ini hanya satu jam an. Kami menunggu di lapangan sepak bola, karena jika di sekitar kita cahaya dari sekitar membuat kita susah melihat aurora. Untungnya teman (Tim Steiner) sempat mengabadikan dengan kameranya.  
Aurora courtesy: Tim Steiner

Levi
Levi adalah kota di Utara Finlandia yang terkenal dengan resort ski-nya. Saya sempat menginap beberapa hari disini, dan sempat hiking sehingga bisa melihat kota Levi dari atas. Saat sudah sampai di atas, ternyata banyak bulu dari rusa kutub yang menempel di rumput-rumputan. Levi juga terkenal karena arena ski slalomnya. Rusa kutub sering membahayakan pengendara mobil, karena mereka sering menyeberang jalan di tengah-tengah hutan.
Bulu rusa
Rusa kutub di sepanjang jalan
Kota Levi
Model iklan sampo
Rovaniemi airport
Arctic circle in Rovaniemi
Share:

Monday, September 4, 2017

Regional Aspects of Economic Geology (North America-South America-Africa-Australia)

NORTH AMERICA

Major geological unit:
a. North American (Canadian) Shield (Precambrian)
b. Appalachian orogeny (paleozoic)
  - Mineralization in Paleozoic orogens (Pb/Zn)
c. North american cordillera (Mesozoic-cenozoic)
d. North American platform
a. North American (Canadian) Shield (Precambrian)
- Consolidation of Archean nuclei (2,7-2,5 Ga)
- Late Archean to early Proterozoic basic and ultrabasic (2,6 Ga)
- Hudsonian/ Penokean orogeny (1,9-1,75 Ga)
- Paleoproterozoic sediments (e.g. Huronian supergroup)
- Sudbury impact (1,85 Ga)
- Anorogenic orogeny (1,6-1,2 Ga)
- Greenvillian orogeny (1 Ga) 

A. Consolidation of Archean Nuclei Deposit:
- stratiform massive Zn-Cu sulphides (VMS)
--> ore types: massive, laminated, breccia, stringer-type
ex. Abitibi belt : Kidd Creek deposit (hydrothermal black smoker) Kidd Creek is source of indium
- Orogenic gold ex. Ontario (Porcupine district, Hemlo)
- Archean BIF (syn-genetic)
ex. Homestake type (commonly located along the contacts of ultrabasic-basic volcanic rock to sediments)
ex. Algoma type (keypoints: associated with submarine volcanic rock, siderite-hematite BIF, less-extensive than superior type)
- BIF-superior type --> up to 200 m (chemical carbonate sediments)
=iron ranges related with Dulluth gabbro (Cuyuna, stromatolitic), Biwabik Iron Formation
=textures in Superior BIF
==Cherty (oxide facies, shallow water, thick bedded, granular, massive)
==Slaty (carbonate-silicate facies, deep water, thin bedded, non-granular, laminated)
- Ni,Cu (sulphides) --> in komatiite rocks within greenstone belts
- Rare-element pegmatites Sudbury district: Ni up to 50% world production

B. Mineralization in paleoproterozoic (1,9 Hudson orogeny- Churchill province-Transhudson orogen) -massive polymetallic
-uranium/Ag in Great Bear Lake

 C. Sudbury complex (1.85 Ga)
- meteorite impact, almost near to the mantle, resulted in the lake of magma
= stratigraphy from top to the bottom:
a. Post-impact sedimentary rock (top)
b. Suevite (Onaping sediment)
c. Impact-melt layer (granophyre - quartz gabbro - norite)
d. Brecciated crater floor (bottom)
== differentiation of layered complex
== formation of Ni-Cu-PGE mineralization in sublayer and offset dikes

D. Mineralization in Middle Proterozoic clastic sedimentary basin: U, Cu, Ni
= native Cu
= sedimentary U
= thick clastic sediments, basalts and native Cu (Ni-Cu-Co Thompson,Voisey's, Duluth Complex)

E. Anorogenic magmatic province (1.5 - 1.4 Ga)
=Titanium deposits (rutile, ilmenite) in anorthosites

Appalachian-Ouchita orogen, Innuit-Ellesmere Orogen (Arctic), Antler orogen (Rocky mountains)
=Pb/Zn, baryte (VMS, SEDEX)
ex. Brunsswick no.12
=Iron ores
=Asbestos (ophiolites from ultramafic rocks around Quebec, biggest in the world)
=Rare element (Li) pegmatites


b. Mineralization in the forelands of Paleozoic orogens: 

Pb-Zn (MVT)
=forebulge, basinal brines
=major exploration target: forebulge unconformities, syncollisional faults and strike slip zones
==metal-bearing fluids migrate towards the marginal zones of the orogenic foreland due to hydrostatic and thermal gradients, compaction of fine-grained basin sediments and squeezing-out of basinal brines (by tectonic pressure)
==uptake of hydrocarbons and metal precipitation along permeability, boundaries, mainly in carbonates
==ore minerals: galena, sphalerite (Ag-poor),fluorite,barite,pyrite,marcasite,chalcopyrite,siegenite, bravoite. Carbonate occur as a "pod" for sulphide
==hydrocarbons and coal
==uranium (roll-front and colorado type)

c. Mineralization in the North American Cordillera

- part of the global circum-Pacific belt (Cu,Mo,Au,Ag)
==Deposits in the Lower Precambrian (>2500 Ma) 
ex. Stillwater complex (Montana),
==Deposits in the Middle and Upper Proterozoic (1500-600 Ma)
ex. SEDEX
-PGE, chromite, layered ultramafic-mafic intrusion (44 km strike length), 2.7 Ga
==Deposits in the Paleozoic (Cambrian to Carboniferous)
ex. Red Dog (Alaska)
==Deposits in the Mesozoic
ex. Stratiform VMS in volcanic rocks, porphyry copper deposits, Juneau
ex. Orogenic: Juneau, Klondike
==Upper Paleogene to recent
ex. Bingham (Utah), Climax (Colorado), epithermal vein-type Au-Ag ores

Deposit
==Disseminated Cu/Mo-porphyry (by products: Au,Ag,Pb,Zn,Mn,Fe,Mo)
==Epithermal Au-Ag
==Carlin deposit (polycyclic)
==Massive and banded VHMS (Cu-Pb-Zn) (ex: Red Dog, Selwyn)

AFRICA

3,5-3,0 Ga : greenstone belts : Nickel sulphide
  • Granite (Sn) 
  • Sediments 
  • Nickel in komatiite (most important) in Australia 
  • Zn-Cu in VMS (Barbara Mt, south Africa) + Sb+Au 
  • Banded-iron-formation
----------- break (granite intrusion) do not have much economic importances (Sn, Ta, Li) 
ex. Wodgina in Australia
3,0-2,5 Ga : greenstone belts
  • Witwatersrand gold (paleoplacer) Au
-----------Limpopo events associated with great dyke
  • LIC (chromium) PGE, REE, Sn-Ta
2,5-2,0 Ga : shelf sediments
  • Banded-iron-formation (most important), Mn
-----------big orogeny event in west aftrica (ebunean/ebundian) collision granite Sn-Ta
  • Bushveld LIC 
  • Vredefort impact (Transvaal)
2,0-1,0 Ga : anorogenic event (boring event) = Proterozoic
  • Kibaran belt 
  • SEDEX in Ghammsberg Zn-Pb-(Cu)
1,0 Ga       : big event granite Sn-Ta-W
----------- erosion causes mollase
1,0-0,5 Ga : Congo copper belt
  • Clastic: sediment-hosted kupferschiefer type (Cu,Co,U)
  • Carbonate: tsumeb type (Cu,Zn,Pb,As,Ag,…)
  • Carbonate: MVT (Pb-Zn)


0,5 Ga          : Pan African orogeny (major granites Ta-Nb-Sn)

1. Deposits of the African Precambrian platform and orogenies1.1 Deposits of the Guinean metallogenic province
- Fe ores (BIF; Archaean to Upper Proterozoic)
- Mn: Nsuta (Ghana) - upper Birimian gondites; 50-55% MnO2
- Cu: Guelv Moghrein (Mauretania)
- Au: in qz veins: Obuasi, Bibiabi, Prestra, Bondaie, Konongo, Nangodi (Ghana)- Birimian bearing conglomerates
- Diamonds: Ghana and Ivory coast. In Guinea: Mesozoic kimberlites. In Liberia: placers
1.2. Deposits of the Sahara-Cameroon metallogenic province
- Bou Azzer Co-(Ni-As-Au): ore shoots 40m thick in dolomitized serpentinite, amphibolite, chlorite schist
- Jos plateau, Nigeria Sb, Nb, W in younger granites

AUSTRALIA

Archean Yilgarn-Pilbara Craton
1.1. Kambalda Ni subprovince (komatiites)
1.2 Norseman-Wiluna goldbelt
1.3 Volcanogenic Cu-Pb-Zn-Ag
1.4 Archean Fe-ores(Algoma BIF)
1.5 Pegmatites(Ta, Sn, Li)
Wodgina (Pilbara)
- pegmatite
Greenbushes (Yilgarn)
- spodumene pegmatite (LCT) 2,5 Ga
- world largest hard rock lithium mine

Proterozoic Arunta Gawler Province2.1. Hamersley Range BIF
Hammersley BIF
- Mt Tom Price
mineralogy: Mt, Hm, mpHm
2.2. BangemallPb-Cu-Ba(Abra)
2.3. Kimberley Fe-Ni, diamonds
2.4. PineCreek Au-U, basemetal
2.5. Central Australia. TennantCreek Au-Cu-Bi
2.6. Mount Isa basemetal(SMS)
Mt Isa (1,54-1,45 Ga)
- Zn-Pb-Ag-(Cu)
- syngenetic base metal accumulation in the basin

2.7. McArthur basin base metal(SMS)
2.8. BrokenHill base metal(SMS)
- Zn-Pb, New South Wales
2.9. Gawler Range-Stuart Shelf: BIF, IOCG
Olympic Dam-IOCG
- Hm-qz breccia
- Hm-granite-breccia
- Volcanic rock diatreme
Keypoints:
o   1. Olympic dam granite
o   2. Extensional fault, volcaniclastic sediments preserved in fault basin
o   3. Breccia complexes emplaced along faults
2.10. Adelaide base metal
2.11. Georgetown, Yambo, CoAu-Cu

3. Paleozoic Tasman metallogenic province3.1. Delamere subprovince
= Mount read volcanic
= Au-Cu-Pb-Zn-Ag
= syngenetic
3.2. Lachlan subprovince
= Bendigo, gold-quartz saddle veins (orogenic Au)
= In addition to Au-Sn+Cu-W-Sb-U-Th-mineralization
= Saddle reefs
3.3. New England-Queensland subprovince

ex. Ridgeway PCD, Cadia District

4. Secondary deposits
5. Older Alpine province
6. Australasian Alpine province

-Related to Mesozoic-Cenozoic subduction along the eastern margin of the Australasiatic plate.
-Older and younger Alpine provinces
-Deposit: Au-Cu porphyry, Ni-laterites and lateritic Ni/Co ores



South America

Brazil 

Sketch after Vanecek 1994 (modified from the lecture note given by Frank Melcher-regional economic geology)


- Fe (3), Nb (1), Ta (3), Bauxite (4)
- Asbestos (3), graphite (3), kaolin (6), talc (4), vermicculite (3)

BIF in Brazil (2,8-1,6 Ga)
grade: primary Fe: 30-50%
a. Priasov type
ex. Sierra de Imataca
mineralogy: original magnetite ores upgraded to secondary "crustal ores"
b. Algoma type 
ex. Minas Gerais, Raposos
keypoints: Itabirite-Archean granitic gneisses and migmatites (metamorphosed at 2,75 Ga), phyllite
lithology: quartzite-phyllite-itabitite-dolomite
mineralogy: hematite rich, oxide
c. Superior type
ex. Serra dos Carajas, Para
mineralogy: hem-mag-martite-goethite
d. Uncertain genesis
ex. Urucum/ Mato Grosso

Bauxite
producer: Brazil, Venezuela, Guyana, Suriname
-HR: silicate rock with high-Al and low-Fe, SiO2 removal produces Al2O3 ranging from 28-60%
-formation condition:
humid to dry and warm climate
plateau
open anticlinal

Lowland type-bauxite: developed on kaolin-rich young sediments
Plateau type-bauxite: weathering of Precambrian rocks

Fe-Ti-V-Cr
associated with metabasite rocks in greenstone belts and LIC
mineralogy: scheelite, cassiterite
locality: Northern Brazil, Pitinga (1,8 Ga) with Sn, Nb, Ta, REE, Zr, Y

Gold
Serra Pelada
IOCG Carajas
host: granite, gabbronorite, metavolcanics, BIF, gabbro (age 2,8-1,6 Ga)

Pegmatite
commodity: gemstone, quartz, rare metal, elbaite (multicolor gemstones), beryl
related to Brasiliano orogeny (600-500 Ma, same event as Pan African orogeny)
Amethyst: basalt lavas, degassing lava at 1150 degree, filling the crack (epigenetic)

Argentina

Producer: Li (4), B (4), diatomite (3)
low- to intermediate- sulfidation Cu-Pb-Zn-Ag-Au-In
mineralogy: sphalerite with elevated In
- mainly mesozoic-cenozoic deposits (part of Circum Pacific megaprovince, subduction Nazca plate with South America plate)
Chile
Producer: Mo (3), As (2), Cu (1), Li (1), B (4)
IOCG: Archean to tertiary
setting:
- within magmatic arc (Jurassic to Lower Cretaceous)
- related to intrusions of gabbro-granodiorite
- primitif mantle signature, tholeiitic-calc-alkaline
- extensional tectonic and formation of orogen-parallel fault system
- east of the arc: volcanosedimentary rock in back-arc setting
- alteration: pervasive feldspar destructive
- forms of IOCG: Veins in magmatic rocks(gabbro, diorite), hydrothermal breccia, mantos, skarn, composite deposits in volcano sedimentary settings

Cordilleran Mineral Province
porphyry Cu-Au

Manto deposit
stratabound, associated with andesites

Colombia
Platina di Pinto (platinum) from 17th

Bolivia
Producer: W (4), Sb (4), Sn (4)
Peru
Producer: Mo (4), Cu (3), Pb (4), Zn (3), Sn (3)

> 30% world porphyry-Cu
shape: elongated, ovoid, mineralized zones

Pb/Zn deposits
- vein system in shallow and peripheral parts of PCD systems
Share:

Last Update

30 November 2017 - Curriculum vitae
14 November 2017 - Beasiswa - Konferensi
26 Oktober 2017 - Atlas mikroskopi bijih
23 Oktober 2017 - Inklusi Fluida


Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *