Conversations with the Earth

Endapan mineral di Finlandia dan Swedia

Perjalanan saya ke lingkaran kutub utara

Atlas of ore minerals: my collection

Basic information of ore mineralogy from different location in Indonesia

Sketch

I always try to draw a sketch during hiking

Apa itu inklusi fluida?

Inklusi fluida adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan adanya fluida yang terperangkap selama kristal tumbuh. Gas dan solid juga bisa terperangkap di dalam mineral.

Situ Cisanti di Pengalengan, Bandung

50 km dari Bandung, Situ Cisanti terkenal karena menjadi sumber mata air sungai Citarum

Showing posts with label geologi. Show all posts
Showing posts with label geologi. Show all posts

Wednesday, August 29, 2018

Mineralogi

Materi perkuliahan KRISTALOGRAFI-MINERALOGI 



Materi kuliah kristalografi dan mineralogi boleh untuk disebarluaskan untuk keperluan Pendidikan dan bukan untuk keperluan komersial, asalkan tetap menyebut penulis awal sebagai penghargaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

 NB: Semua gambar/ garis yang ada di slide perkuliahan telah saya gambar ulang untuk keperluan perkuliahan atau berasal dari koleksi foto/ sampel pribadi

Gambar penampang bumi

Berbagai macam susunan kristal pada pada kristal isometrik




Share:

Tuesday, August 14, 2018

Nikel dari Obi

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mampir ke Pulau Obi di Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Perjalanannya cukup panjang, dimulai dari Bandung-Jakarta dengan mobil, Jakarta-Ternate dengan pesawat, Ternate-Labuha (pulau Bacan) dengan pesawat berbaling-baling, dan Labuha-Obi dengan speed boat (perusahaan kadang menyebut sea truck). Total 2 hari perjalanan untuk sampai di pulau Obi. Saya belum pernah berkunjung ke tambang nikel laterit, kunjungan ini sangat menarik karena saya bisa belajar hal baru. 
Serpentinit
Pulau Tidore
Pulau Maitara
Gunung Gamalama
Gunung Kie Besi di Pulau Makkian
Dari Pulau Obi memandang ke Pulau Mala Mala

Endapan nikel laterit terbentuk dari lapukan batuan ultrabasa dan banyak dijumpai di Sulawesi, Maluku dan Papua, karena batuannya tersusun oleh batuan ultrabasa  yang miskin akan silika dan kaya akan mineral-mineral berwarna hijau atau gelap, seperti olivin, piroksen, mineral grup serpentin dan amfibol.

Mineral bijih yang lazim dijumpai sebagai pembawa nikel adalah garnierit, yaitu mineral berwarna kehijauan yang mudah hancur menyerupai talk. Jangan terkecoh dengan mineral lain yang berwarna hijau, karena kadang-kadang, ditemukan juga mineral yang lebih keras dan tidak mudah hancur, nah, itulah krisopras, silika yang mempunyai ukuran butir kriptokristalin (sangat halus atau kristalin).
Krisopras (keras) dan garnierit (lunak, mudah hancur )
Garnierit yang lapuk
Krisopras (sayang sudah lapuk) 


Tahu ngga sih, kalau krisopras sering tertukar dengan krisokola yang diperjual belikan dengan nama dagang batu bacan? Ada lagi yang disebut kalsedon, trus apa bedanya? Krisopras dan kalsedon memang sama-sama silika yang berwarna, yang membedakan adalah teksturnya, kalau krisopras sudah dijelaskan sebelumnya mempunyai ukuran butir halus, sedangkan kalsedon berlapis-lapis. Warna hijau pada kuarsa disebabkan oleh adanya unsur Ni (nikel), yang umum dijumpai pada batuan-batuan ultrabasa. Kalau krisokola adalah mineral produk sekunder dari endapan tembaga, yang umum dijumpai bersama-sama dengan malasit dan azzurit. 

Selain mineral diatas, terdapat juga beberapa batuan yang lazim dijumpai di komplek batuan ultrabasa. Sebut saja serpentinit, peridotit, harzburgit dan dunit. Dua batuan awal tsb adalah batuan favorit saya disini.

Serpentinit, tersusun dari mineral bernama serpentin, mempunyai tekstur seperti kulit ular, yang dalam Bahasa Inggris disebut juga "serpent". Peridotit, adalah batuan intrusif yang berasal dari bahasa Arab, faridat, yang artinya batu mulia. Mengapa batu mulia?  Peridotit tersusun atas olivin dan piroksen, dan jika mempunyai ukuran yang kasar dan besar, umum dijadikan batu mulia dengan warna hijau. Olivin berasal dari "olive"  karena mempunyai warna hijau seperti buah zaitun.
Serpentinit 
Urat serpentinit yang menerobos peridotit

Pemetaan disini cukup menantang, karena yang kita injak rata-rata limonit yang kaya akan besi, karena panas dari matahari cukup menyengat karena memantul dari lapisan limonit tsb. Produk akhir tambang yang diekspor adalah limonit (saya sedih karena seperti jualan tanah saja) dan ferro-nickel, produk akhir smelter Fe-Ni. Tidak semua bijih bisa diolah di smelter, karena ada syarat2 seperti basisitas (tingkat basa) yang dipersyaratkan oleh alat. Selain itu, ada kapasitas maksimum dari smelter sehingga tidak semua biji bisa diolah
Ferro nikel
Bijih nikel yang siap ekspor

Pulau Obi berbeda kalau kita bandingkan dengan pulau yang bergunung-gunung, seperti Pulau Ternate, Tidore, Maitara. Pulau-pulau itu tersusun dari batian gunung api, sehingga tanahnya didominasi batuan andesit (ekstrusif), sedangkan pulau Obi didominasi oleh batuan ultrabasa. Saya jadi ingat perkataan prof saya, Frank. "Andy, istilah intrusi andesit itu tidak ada. Andesit itu batuan yang terbentuk jauh di dalam perut bumi, dan tidak akan pernah muncul sebagai intrusi."
Karnivorous pitcher plant alias kantong semar

Disini banyak sekali papan pengumuman "awas buaya", membuat pemetaan saya kali ini agak-agak ngeri sedap. Selain topografi yang bergunung-gunung, di lembah dan di dekat sungai, banyak dijumpai rawa, tempat buaya tinggal. Sebulan lalu ada korban yang diserang oleh buaya karena memanah ikan, dalam bahasa lokal disebut bajubi. 
Rawa, dari hasil pemboran, di bawah lapisan limonit ditemukan batubara kalori rendah
Bendera merah putih menyambut hari Kemerdekaan 

Maluku Utara,
8-2018
-ayah-
Share:

Thursday, November 30, 2017

Geokimia - Elemen inkompatibel vs kompatibel, HFSE vs LILE

Ketika kerak bumi meleleh (melted), trace element akan menjadi indikator dari fase yang meleleh (the melt phase) atau fasa padatnya (solid mineral phase). Trace element yang mengikuti fase padat disebut sebagai elemen kompatibel (compatible element), sedangkan trace element yang menunjuukkan fase lelehannya disebut elemen inkompatibel (incompatible element).

Diagram antara ionic charge vs ionic radius lazim digunakan untuk membedakan antara elemen kompatibel dan inkompatibel. Elemen dengan charge cations >2 disebut HFSE (high field strength element), sedangkan elemen dengan charge cations <2 disebut LILE (large ion litophile elements). Elemen dengan radius ion kecil (LILE) termasuk sebagai elemen kompatibel. 
sumber: https://earthscience.stackexchange.com . MRFE (Mantle Rock Forming Elements) adalah elemen utama yang melimpah di kerak bumi. LILE mempunyai cationic charge <2, sedangkan HFSE >2

Karena jumlah "trace element" atau elemen jejak sangat sedikit dibanding major element atau elemen utama, elemen ini jarang muncul sebagai mineral melainkan akan mengisi crystal lattice dari mineral lain. Misalkan pada muskovit atau phengit, element Rb-Cs akan melimpah. 

Komposisi kimia dari batuan yang telah teralterasi atau termetamorfkan akan berubah, begitu pula dengan elemen-elemennya. Elemen LILE (ex. Cs, Rb, K, Rb, Ba) umumnya akan mobile , sedangkan elemen HFSE (ex. REE, Sc, Y, Zr, Hf, Ti, Nb, Ta, P) bersifat immobile. Sehingga untuk mengetahui komposisi batuan yang sudah teralterasi atau termetamorfkan, kita membutuhkan data elemen immobil. 

Diagram laba-laba atau spider diagram biasanya disusun berdasarkan ukuran dari kationnya (cationic charge), sehingga pada sumbu x, elemen disusun dari elemen mobile (LILE) baru kemudian elemen immbobile (HFSE).  Data dari LILE HFSE dan di plot, elemen ini harus di "normalisasi" terlebih dahulu dengan cara membagi komposisinya dengan suatu koefisien, misalnya terhadap kondrit (chondrite), primitive mantle, kerak bumi (crust), shale, dsb. Hasil dari normalisasi ini kemudian di plot sebagai sumbu "y". 

Beberapa referensi yang biasa digunakan antara lain dari Sun and McDonough (1989) , McDonough and Sun (1995), Rudnick and Fountain (1995), dsb.
Contoh analisa LILE dan HFSE di normalisasi dengan primitive mantle (Rudnick dan Fountain, 1995)
 
Contoh analisa REE di normalisasi menggunakan C1-chondrite (
Share:

Tuesday, October 10, 2017

Bre-X: sekarang emas, besok menghilang

Film ini berjudul "Gold", tayang tahun 2016 yang lalu. Ceritanya tentang kegiatan eksplorasi emas di Kalimantan, di daerah Busang. Nama deposit dari tambang emas ini adalah Bre-X. Mungkin banyak yang sudah tahu kalau kasus Bre-X adalah skandal terbesar di dunia tambang, karena exploration geologist dengan sengaja mencampurkan emas ke hasil pemboran. Dalam dunia tambang, kecurangan ini disebut salting. Dan seperti bisa diduga, hasil assay menunjukkan kadar emas ýang sangat tinggi, yang membuat harga saham dari Bre-X melonjak drastis.

Saya tidak akan menjelaskan detail cerita tersebut, langsung aja nonton film itu, atau baca bukunya Pak Bondan Winarno "maknyus" yang berjudul  "Bre-X: Sebungkah Emas Di Kaki Pelangi." Saya pengen bercerita dari segi geologi, terutama dari mineralogi dari emas. 

Emas yang digunakan oleh Michael de Guzman (geologist) untuk menaikkan kadar dari pemboran ternyata adalah emas alluvial, atau emas yang didulang oleh warga setempat dari sungai. Emas ini mempunyai bentuk yang lonjong hingga membundar, yang ketika diamati dengan mikroskop, akan nampak perbedaan yang mencolok antara emas yang terbentuk dari fluida hidrotermal dengan emas dari endapan alluvial.

Emas dari endapan hidrotermal umumnya berbentuk anhedral atau tidak beraturan, kadang-kadang pipih, dan jika diamati dengan menggunakan mikroskop elektron (SEM-EDX) tidak nampak adanya zoning. Berbeda dengan emas alluvial. Emas ini berbentuk membulat, dan karena bagian luar dari emas sudah mengalami kontak dengan air dan udara, maka bagian tepi (rim) dari emas akan teroksidasi, sehingga nampak jelas ada lapisan tipis antara tepi (rim) dan inti (core). Cara membedakan emas dengan mineral sulfida lain gampang-gampang susah. Kalau kita mempunyai paku atau pisau tajam yang kecil, sulfida akan susah tergores, sedang emas karena lunak, akan mudah tergores. Berdasarkan pengalaman dari beberapa field geologist , mereka biasa menjilat mineral yang diduga itu, baru mengamatinya dengan menggunakan lup.

Saya mendapatkan ilustrasi yang sangat bagus dari James Craig, seorang profesor di bidang mineralogi dari Virginia Polytechnic University, USA. Dia menulis tulisan yang berjudul: "ORE-MINERAL TEXTURES AND THE TALES THEY TELL* (kalau tidak bisa download, kabari saya aja ya). Di paper tahun 2001 lalu, dia membuat pemetaan elemen (elements mapping) dengan menggunakan electron microprobe untuk elemen emas (Au) dan perak (Ag). Pada gambar di bawah , nampak jelas adanya lapisan yang heterogen, yang menunjukkan oksidasi emas karena kontak dengan air dan udara. 

Laporan ini juga sebelumnya sudah di confirm oleh tulisan di tahun 1997 dari Danielson & White. Saya cuplik tulisannya dari paper J. Craig: 

The duly diligent examination of the Bre-X deposit included careful microscopic examination of the supposed lode gold in some of the ore samples. Danielson & Whyte (1997) reported that “it was the shape, not the size, of the gold grains that stood out ... rounded with beaded outlines ... rounding and beading are characteristic of placer grains .... some of these ... gold grains had cores of gold–silver alloy, which graded outward to a rim with more gold. This was another clue: ‘hardrock gold’, more often than not, is actually an alloy containing some silver. But when the grains are re-concentrated as placers, ... the silver reacts with air and water, leaching away and leaving a spongy, gold rich edge”. Indeed, the placer gold used to “salt” the Bre-X cores bore the characteristic textural signature attesting to its origin, and helped in revealing the scam for what it was.

Sekarang, jadi lebih paham kan mengapa belajar mineralogi itu menarik? 

Batu, mineral, semua hanya benda mati yang tidak bisa berkata apa-apa. Kita lah yang membuatnya bercerita, ternyata, geologi dan mineralogi itu menyenangkan.

Ini ada beberapa foto emas koleksi saya. Enjoy!!
EMAS ALLUVIAL DAN PLACER
 
 
 
 
Mendulang emas di Mahakam Ulu, Kaltim
 
 
 Ini saya foto dari Natur Historische Museum di Wina
Gold nugget

EMAS dari FLUIDA HIDROTERMAL

inklusi emas di pirit

emas mengisi rekahan pirit

BSE (back-scattered image dari gambar atas)

NB: Judul tulisan ini di adaptasi dari tulisan Danielson & White (1997) yang berjudul "Bre-X: Gold Today, Gone Tomorrow: Anatomy of the Busang Swindle"

Tulisan ini dibuat 30 menit setelah bergulat dengan disertasi. Mumpung lagi ada ide, jadi nulisnya encer. Hahaha 

Share:

Tuesday, September 19, 2017

Endapan mineral dan aurora di Lapland: Finlandia dan Swedia

Seorang geologis dari badan geologi Finlandia (GTK) bercanda dengan salah satu profesor dari Austria.

FIN: "Jadi geologis di Alpen lebih enak daripada di Finlandia, bermodal binocular, duduk di hütte (tempat tinggal di gunung), duduk sambil minum bir atau kopi sudah bisa melihat struktur geologi dari kejauhan. Setelah itu, datang untuk pemetaan detail. Di Finlandia hampir semua di tutupi oleh tundra dan cemara, mencari singkapan harus dimulai dari till (survey fragmen batuan yang tergerus salju) dan geomagnetik."

AUT: "Kami malah ingin bisa seperti geologis di Finlandia. Setelah melakukan survey geofisik, kalian masuk ke hutan untuk sambil membawa senapan untuk berburu reindeer sambil memancing."

Akhirnya keduanya tertawa dan hidup dengan damai.

Tundra difoto dari tambang Kiruna


Sekelumit cerita di atas saya dapat ketika saya pergi ke lapangan di Utara Finlandia dan Swedia, yang biasa disebut Lapland. Saya bisa ikut kesini karena ibu negara menyisihkan sisa uang belanja dan tabungan kami, akhirnya cukup buat berangkat ke sini. Memang ada bantuan dari ÖH (semacam organisasi kemahasiswaan), tapi biaya ekskursi mayoritas tetap dari mahasiswa.


Saya mengunjungi bermacam tipe endapan yang jarang dijumpai di Indonesia, beberapa tidak ada karena berbeda kondisi geologinya, seperti: 
- endapan Layered Intrusion yang ditambang untuk Ni-Cr-Cu (PGE), 
- endapan IOCG (Iron-Oxide-Copper-Gold) dan IOA (Iron-Oxide-Apatite) yang ditambang untuk mendapatkan besi dan tembaga (sedikit emas), 
- porfiri-Cu (tembaga)
- orogenik Au (emas). 
Semua endapan di atas berada di iklim Arktik di atas lintang 65 hingga 68 derajat. FYI, batas dari polar circle adalah 66.33 derajat.
Polar circle (yang saya artikan sebagai lingkaran kutub Utara) adalah garis maya yang mengelilingi bumi. Di daerah ini vegetasi didominasi oleh tundra dan semacam cemara. Di lintang yang lebih tinggi, jumlah pohon tinggi makin berkurang dan hanya lumut tebal, "red berry" dan "black berry" yang bisa dijumpai. Rusa kutub (reindeer, elk) sering saya jumpai di sepanjang jalan (terutama Finladia) dan sering kali rusa nyebrang jalan sembarangan dan membahayakan mobil. Reindeer hidup secara berkomunitas sedangkan elk hidup menyendiri.

Tambahan dari Adrian Halim (Luleå University of Technology)

- Utk berburu reindeer, hanya orang Sami (penduduk asli d Lappland) yg diizinkan utk melakukannya berdasarkan hukum Swedia. Yg dimaksud geologis itu adalah Moose (Älg dlm bhs Swedia yg sering salah diterjemahkan jd Elk ke bhs Inggris. Elk hanya hidup d Amerika Utara, Moose hidup d Amerika dan Eropa Utara). Menurut hukum Swedia, semua reindeer yg hidup d Swedia itu dimiliki orang Sami, jd hanya mereka yg berhak mencari nafkah dr hewan2 tsb.

- Kiirunavaara itu bukan bhs Sami, tp bhs Finlandia versi Tornedalen, daerah d utara Finlandia dekat perbatasan dgn Swedia. Artinya bukan gunung anjing kutub, tp gunung burung Ptarmigan (ini bhs Inggrisnya. Bhs Swedianya Ripa, bhs Jermannya Schneehuhn, bukan Schneehund 😉). Terjemahan bhs Indonya gak ada krn burung ini hanya hidup d sekitar Arctic Circle dan kutub Utara.

TIPE ENDAPAN
Layered Igneous Complex (LIC)

Saya tidak tahu apa istilah bahasa Indonesianya jadi saya tulis dalam bahasa aslinya. Finladia adalah pemain besar dalam logam nikel, kromium dan PGE (platinum group mineral) di Eropa (nomor satu adalah Rusia). 

Endapan ini adalah tipe endapan magmatik yang terbentuk akibat diferensiasi magma. Magma yang didominasi oleh sulfida akan mengendap terlebih dahulu karena densitas yang tinggi, diikuti oleh presipitasi magma silikat. Host rock adalah batuan ultrabasa, seperti piroksenit (90% batuan disusun oleh piroksen), peridotit dan gabbro. Saya mengunjungi beberapa Complex, di Kontijaarvi, Suhanko dan Kemi. Batuan ini memotong batuan dasar (basement) yang berumur Archean (3.5 Ga) dan mineralisasi berkisar antara 2.44-2.45 Ga. 
Layered mafic intrusion-Kontijaarvi yang di ambil sampelnya dengan metode channel sampling (komparator palu). Channel dibuat memotong intrusi.
Layered mafic intrusion-Kontijaarvi yang di ambil sampelnya dengan metode channel sampling (komparator palu). Channel dibuat memotong intrusi.
Piroksenit yang memotong batuan ultrabasa

Endapan LIC umunya diekstrak untuk mengambil kromium, karena endapan ini mengandung mineral kromit (FeCr2O4). Di bagian tepi atau bawah dari intrusi umumnya mengandung nikel sulfida dalam mineral pentlandit (Fe,Ni)9Sdan sering mengandung PGE atau platinum-group-element. Di Indonesia, setahu saya endapan LIC dan nikel sulfida sangat jarang, dan di beberapa kompleks ofiolit, terdapat endapan kromit, baik kromit aluvial maupun kromit primer, seperti di Meratus Basin di Kalimantan Selatan, ofiolit di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. 

Pirit dengan diameter lebih dari 5 cm. Lokasi di tambang kromit di Kemi, Finlandia

Iron-Oxide-Copper-Gold (IOCG) - Porphyry Cu
Aitik adalah salah satu tambang tembaga open pit terbesar di Swedia dan termasuk yang terbesar di Eropa. Endapan ini mempunyai kadar tembaga yang sangat rendah, cut-off-grade hanya 0.22%. Dan yang menarik, tambang ini mempunyai stripping ratio 1:1, artinya untuk bisa mengekstrak 1 ton tembaga, kita perlu mengupas 1 ton overburden. Dengan rasio seperti ini, perusahaan (Boliden mining) bisa mengelola tambang dengan sangat ekonomis. Mineral logam yang dijumpai antara lain kalkopirit, pirit dan magnetit, dan sedikit sekali emas. Terdapat molibdenit (mineral pembawa ikutan) sebagai mineral asosiasi, namun kadar dan biayanya sangat rendah. Recovery dari tambang sekitar 90%, sayangnya recovery untuk emas sangat rendah, hanya 50%.
Tambang tembaga-besi-emas Aitik
Hanukkainen mine - magnetitt-kalkopirit-(emas?)
Hanukkainen mine - magnetitt-kalkopirit
Hannukainen mine - Biotit-potassium feldspar

Iron-Oxide-Apatite
Kirunavaara (dalam bahasa Finlandia- berarti gunung burung Ptarmigan) terletak di kota bernama Kiruna. Kiruna (saya singkat) adalah tambang besi terbesar di Eropa. Material utama yang ditambang adalah magnetit, hematit dan apatit adalah mineral ikutan yang utama. Tambang ini terletak di Utara "polar circle", sehingga hampir 8 bulan dalam setahun diselimuti musim dingin.

Tambang besi IOA Kiruna difoto dari tambang Luossavaara

Kiruna menurut "economic geologist" mempunyai endapan yang unik, karena endapan magmatik ini sangat didominasi oleh magnetit dan apatit, sehingga endapan ini disebuf IOA. Endapan ini dipisahkan dari sub-klasifikasi IOCG karena tidak mempunyai COPPER dan GOLD. Bentuk endapan bervariasi, mulai dari vein masif yang mengandung magnetit, besi ekstrusif dalam bentuk endapan lava, serta di beberapa tempat magnetit menjadi matriks breksia bersama-sama batuan samping (riolit atau riodasit).
Matriks yang mengisi dari breksia adalah magnetit. Matriks adalah riolit dan riodasit. Lokasi di hanging wall Kiruna 

Magnetit yang ditambang dengan metode sub-level caving. Semua peralatan produksi dilakukan secara full-otomatis dan semua peralatan tambang (jumbo-drill, loader) dikontrol dari permukaan. Tambang ini berada di 800 meter di bawah permukaan, dan pekerja tanbang yang bertugas di level 1365 m hanya mengontrol aktivitas loading dan reparasi alat. 

Karena tambang ini berada di Arctic, suhu di dalam tambang dibuat stabil di rentang 18-20 derajat, sehingga pekerja tidak kedinginan. Ruangan kantor di cat warna putih dan diberi daun-daunan supaya pekerja tidak merasa seperti di dalam tambang. Sayangnya tambang ini melarang untuk memfoto semua propertinya, sehingga saya hanya mempunyai beberapa foto singkapan di permukaan. 
Kota Kiruna dari tambang besi Kirunavaara

Orogenic Au
Central Lapland Greenstone Belt adalah sebutan untuk daerah di Utara Finlandia. Daerah ini didominasi oleh batuan yang berwarna hijau (greenstone) yang ditutupi oleh batuan vulkanik dan batuan sedimen yang termetamorf kan, yang menutupi batuan dasar yang berumur Archean. Endapan emas orogenik di daerah ini dikontrol oleh sesar dan rata-rata dicirikan oleh kandungan emas yang tinggi dan perak yang rendah (gold-rich silver poor), atau mempunyai gold fineness yang tinggi (gold fineness = rasio atom antara emas dan perak= 1000 x Au[Au+Ag]). 

Di beberapa lokasi di Lapland, emas orogenik ditemukan di batuan komatiite, batuan ultrabasa yang terbentuk dari mantel dan mempunyai kadar silika, alumunium dan potasium yang rendah, serta mempunyai magnesium yang sangat tinggi. Di beberapa tempat, emas orogenik berada di komplek ofiolit dan di komplek ofiolit ini kita masih bisa menjumpai lava bantal.
Lava basa ditunjukkan oleh palu. Di sela-sela lava bantal, ada rim berwarna kehitaman yang menunjukkan reaksi di tepi lava dengan late fluid (carbonate)

Leisure
Abisko National Park
Jadi, dari dulu saya pengen banget punya tas dan jaket fjällräven. Setelah bertahun-tahun kepengen, akhirnya saya masih ga mampu beli, padahal teman ada yang jual barang ini di bawah harga pasar. Dari semua seri, ada nama yang selalu terngiang-ngiang, ABISKO. Dan, ga nyangka, pembimbing saya yang demen banget dengan gunung mengajak kami ke Abisko untuk melihat singkapan disana. 
Pegunungan Kaledonia (sumber: quora.com)

Beeeuh, padahal ga ada jadwal untuk ke daerah ini di jadwal kami, karena taman nasional ini cukup jauh di Utara. Di Abisko, banyak dijumpai air terjun dan danau. Pegunungan di daerah ini terbentuk antara dua kraton (kerak benua), yang disebut pegunungan Caledonides, dan Abisko hanya sebagian kecil dari pegunungan Caledonides. Abisko adalah kontak antara Norbotten Craton dan Caledonides. Caledonian orogeny adalah even orogenik yang membentang di Utara Swedia, Utara Norwegia, Islandia, Greenland dan Utara Inggis. 

Abisko dari Björkliden

Pegunungan Kaledonia
Perjalanan menuju Abisko

Aurora Borealis
Saya sempat melihat radiasi dari matahari ini di salah satu kota tempat kami tinggal. Sayangnya, langit sedang mendung jadi intensitas radiasinya lemah. Saya sendiri karena tidak punya kamera yang mumpuni hanya bisa menikmati langit Utara ini hanya satu jam an. Kami menunggu di lapangan sepak bola, karena jika di sekitar kita cahaya dari sekitar membuat kita susah melihat aurora. Untungnya teman (Tim Steiner) sempat mengabadikan dengan kameranya.  
Aurora courtesy: Tim Steiner

Levi
Levi adalah kota di Utara Finlandia yang terkenal dengan resort ski-nya. Saya sempat menginap beberapa hari disini, dan sempat hiking sehingga bisa melihat kota Levi dari atas. Saat sudah sampai di atas, ternyata banyak bulu dari rusa kutub yang menempel di rumput-rumputan. Levi juga terkenal karena arena ski slalomnya. Rusa kutub sering membahayakan pengendara mobil, karena mereka sering menyeberang jalan di tengah-tengah hutan.
Bulu rusa
Rusa kutub di sepanjang jalan
Kota Levi
Model iklan sampo
Rovaniemi airport
Arctic circle in Rovaniemi
At Henry Mine, Kirunavaara (credit to Tim Steiner)

Share:

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *