Conversations with the Earth

Wednesday, March 29, 2017

Clausthal dan endapan tembaga "Kupferschiefer"

update 6-12-2017
Field trip guidelines (in English) on Sankt Andreasberg district by Wilfried Ließman

Kalau TU Freiberg adalah akademi tambang tertua di dunia (1765), maka TU Clausthal nguntit sedikit di belakangnya (1775). Oh ya, TU itu singkatan dari Technische Universität, kira-kira terjemahannya universitas teknik atau mungkin institut teknologi. Keduanya berada di Jerman, yang satu di Jerman bagian Timur (Freiberg), sedangkan Clausthal di tengah. Uniknya, sekolah tambang berkembang karena komoditi tambang yang berada tidak jauh dari kota tersebut. Kalau di Leoben ada tambang besi eisenerz Erzberg, di Freiberg ada tambang perak yang ada sejak abad ke 13 (salah satunya Reiche Zeiche), sedangkan TU Clausthal berkembang karena adanya tambang tembaga dan logam dasar (Pb,Zn,Ag). Kali ini, saya ingin bercerita tentang tembaga, karena endapan tembaga di sini sangat unik dan berbeda dengan endapan yang ada di Indonesia.
endapan kupferschiefer

Rammelsberg, adalah tambang terbesar di dekat Clausthal, yang sejak 1990-an diresmikan sebagai cagar budaya oleh UNESCO. Tambang ini berhenti karena cadangan nya yang sudah habis, dan saat ini, dioperasikan sebagai museum tambang. Di tambang ini, endapan tembaga berbentuk endapan stratiform, coba bayangkan kue lapis, bentuknya memanjang. Nah, ada istilah yang berkembang di ilmu geologi ekonomi. Karena bentuknya yang memanjang atau stratiform dan komoditinya adalah tembaga, maka ada yang menyebut endapan ini adalah sediment-hosted stratiform copper. Ilmuwan lain menyebutnya sedex atau sedimentary exhalative, dan menganalogikannya sebagai endapan yang terbentuk karena aktivitas black smoker atau white smoker di saat pemekaran lantai benua. Ada lagi yang menyebut sebagai kupferschiefer (kupfer= copper = tembaga, schiefer = schist = sekis), karena tembaga seperti berlapis-lapis di sekis.
museum tambang di St Andreasberg 
galena atau bleiglanz

Kupferschiefer type, bukan hanya ditemukan di Rammelsberg-Harz Mountain (Jerman) , namun endapan ini cukup luas, mencakup Utara Jerman, Polandia hingga ke bagian timur Inggris. Karena karakteristik endapan ini yang stratiform atau berlembar/ berlapis, cadangan tembaganya tidak besar, dibanding endapan tembaga lain seperti porfiri atau tembaga di Central African Copper Belt (Zambian copper belt, Congo Copper Belt). Di Indonesia, endapan sedex (sedimentary exhalative) ada di Dairie, Sidikalang (Sumatera Utara). Disana, komoditi utamanya adalah seng, timbal, yang diekstrak dari sfalerit dan galena.
sebaran endapan tembaga stratiform. sumber: Hitzman et al., 2010 - Economic Geology

Selain ditambang karena tembaganya, endapan logam dasar (base metal - Pb, Zn) secara otomatis akan berasosiasi pada endapan kupferschiefer ini. Di awal bulan Maret 2017 ini, saya mengunjungi 3 tambang bawah tanah di Harz Mountain dan 1 "tempat cangkruk" para penambang di daerah ini. "Tempat cangkruk" alias tempat nongkrong para penambang ini sangat eksklusif buat saya. Mereka rata-rata adalah kolektor mineral yang secara swdaya mengumpulkan semua mineral di dunia secara alfabetis dan mengelompokkannya sesuai grup (oksida, sulfida, sulfosalt, hidroksida, natif, dsb). Koleksi mineralnya (dan juga batuannya) memang tidak se-elit museum mineral di Freiberg (Terra Mineralia), namun untuk hitungan swadaya penambang, ini sudah wah sekali. Mereka mempunyai beberapa mikroskop, laci dan lemari penyimpanan mineral, menurut saya, mereka sangat profesional. Saya diberikan buku panduan tambang (bisa didownload disini), yang menandakan mereka paham tidak hanya tentang histori, namun juga tentang geologi mineralogi . 
kupferschiefer dan dolomit/kuarsa (?) 
mikroskop polarisasi dan binokuler 
yang belajar geologi pasti tahu diagram ini 
sekelumit koleksi mineral sesuai grup dan klasifikasinya 
tempat cangkruk para penambang

Saya berkesempatan menambah koleksi mineral saya. Saya membeli kupferschiefer dari Rammelsberg, tebak berapa harganya?  Sukarela. Saya lihat beberapa kawan membeli bongkah besar dan memberi uang 10 euro, saya harus legowo memilih ukuran yang kecil saja. Maklum, semua koleksi mineral saya suatu saat akan diboyong dari Leoben ke Indonesia, kalau terlalu besar, bisa berat di ongkos.
pintu masuk tambang




Kembali ke tambang tembaga dan logam dasar. Semua tambang di pegunungan Harz (Rammelsberg, Sankt Andreasberg, dll) ditambang dengan tambang bawah tanah, mengikuti arah vein atau urat. Endapannya kadang berbentuk banderz (band=banded=berlapis, erz=ore=logam), kadang berbentuk masif. Di dalam tambang, terdapat roda yang sangat besar (diamater lebih dari10 meter), yang digunakan untuk memompa air dari dalam tambang ke luar, serta untuk keperluan kelistrikan. Karena batuannya sangat keras, di beberapa segmen terowongan tidak memerlukan penyanggaan. 
video kegiatan penambangan bawah tanah dan suasana di museum tambang

Tambang yang saya datangi bernama Grube Samson di kota Sankt Andreasberg, sudah beroperasi dari tahun 1500-an. Tambang berhenti di tahun 1900-an, sekarang beberapa sudah menjadi museum. Jikalau ada penambangan, hanya dilakukan oleh personal saja. Overall, museum tambang ini sangat tertata, memang jauh lebih kecil dibanding museum tambang batubara yang pernah saya datangi di Fukuoka, karena di Jepang, tambang bawah laut ini dulunya dioperasikan oleh perusahaan tambang besar, yaitu Mitsui Miike. Museum ini sama menariknya dengan tambang perak Reiche Zeiche di Freiberg. 


Sepertinya Indonesia sudah menuju ke arah yang sama. Bekas tambang batubara bawah tanah di Sawahlunto Sumatera Barat) sudah dijadikan kota tambang yang indah dengan beberapa museum yang dilengkapi informasi yang komplit. Dengan banyaknya sarana informasi tersebut, masyarakat umum bisa ter-edukasi, bahwa menambang itu bukan hanya tentang mengambil endapan dari dalam bumi dan mengolahnya, namun juga harus memikirkan kondisi di akhir penambangan. Bisa dengan membangun museum jika itu tambang bawah tanah, bisa dijadikan kolam budidaya atau wisata jika itu tambang tanah liat di pabrik semen, atau juga bisa di reklamasi untuk hutan produksi. Semoga kita sama-sama belajar untuk maju.

Glück auf!!!!!



Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi oleh penulis sebelum tayang. Terima kasih

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *