Conversations with the Earth

Endapan mineral di Finlandia dan Swedia

Perjalanan saya ke lingkaran kutub utara

Atlas of ore minerals: my collection

Basic information of ore mineralogy from different location in Indonesia

Sketch

I always try to draw a sketch during hiking

Apa itu inklusi fluida?

Inklusi fluida adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan adanya fluida yang terperangkap selama kristal tumbuh. Gas dan solid juga bisa terperangkap di dalam mineral.

Situ Cisanti di Pengalengan, Bandung

50 km dari Bandung, Situ Cisanti terkenal karena menjadi sumber mata air sungai Citarum

Showing posts with label geologi populer. Show all posts
Showing posts with label geologi populer. Show all posts

Sunday, April 8, 2018

Taman Bumi Pelabuhan Ratu and Ciletuh

Ciletuh dapat ditempuh sekitar 7-8 jam dari Jakarta atau Bandung dengan menggunakan mobil. Kota terdekat dari lokasi ini adalah Sukabumi. Di taman bumi (Geopark) ini, kita bisa mengunjungi berbagai macam obyek, antara lain air terjun, pantai yang indah, lokasi pandang, dan tentu saja, belajar geologinya. 

1. Pantai loji (bijih besi)
Jika kita berangkat dari Sukabumi, kita akan menjumpai simpang tiga (pertigaan) sebelum mencapai Pelabuhan Ratu. Ambil sisi kiri, yang akan mengarahkan kita ke Pantai Ciawitali- Loji. Setelah 4 km, akan ada persimpangan yang ditandai dengan patung ikan dan ombak. Penting! Ambil jalan ke kanan bawah yang akan mengarahkan kita ke pantai Loji dan taman bumi Ciletuh. 

Di tepi pantai, kita bisa melihat PLTU Pelabuhan Ratu, yang mempunyai kapasitas 3x350 MW. Pantai Loji, berlokasi di sebelah Selatan PLTU ini. Di Pantai Loji, kita bisa melihat pantai yang berukuran hitam, yang mengandung banyak mineral pembawa bijih besi, seperti magnetit, ilmenit dan beberapa mineral aksesoris yang lain (mis. zirkon, rutil). Ketika kita menggali lebih dalam, kita bisa melihat lapisan yang lebih hitam, yang mengindikasikan lapisan yang mengandung kadar besi yang lebih tinggi dibanding di permukaan. 

Pasir Besi adalah endapan pasir yang mengandung partikel bijih besi (magnetit), yang terdapat di sepanjang pantai, terbentuk karena proses penghancuran oleh cuaca, air permukaan dan gelombang terhadap batuan asal yang mengandung mineral besi seperti magnetit, ilmenit, oksida besi, kemudian terakumulasi serta tercuci oleh gelombang air laut. Pasir ini juga berasal dari erupsi gunung api atau berasal dari pelapukan batuan beku yang tertransport hingga pesisir pantai. Lapisan yang bergradasi menunjukkan adanya proses sedimentasi secara bertahap, yang terus berlangsung hingga sekarang.

Kalau kita melihat peta geologi regional (lihat gambar di bawah), kita bisa melihat beberapa formasi pembawa besi umum dijumpai, misalkan dari Citanglar (Surade) dan Cimangkok (Sukalarang, Sukabumi). Pasir ini tertransport melalui sungai yang mengarah ke pesisir laut.
Peta geologi Jampang dan Balekambang (digambar oleh dari Sukamto, 1975. versi pdf tersedia disini)

2. Hotel Cipunaga (breksi)
Dari Pantai Loji, kita lanjutkan perjalanan menuju Hotel Cipunaga. Disini kita bisa menjumpai singkapan breksi volkanik yang berkontak dengan lava yang terletak persis di pinggir pantai. Batu ini adalah termasuk batuan penyusun Formasi Jampang. Formasi ini tersusun atas: 
(i) breksi volkanik, 
(ii) anggota Cikarang terdiri dari tufa dan tufa lapili berselingan dengan tufa berbatuapung, batupasir berbatuapung, tufa gampingan, batulempung tufaan, batupasir gampingan, napal tufaan, breksi, batugamping.
(iii) aliran andesit dan basal, sebagian membreksi dan ditemukan basal bantal dari anggota Ciseureuh. 
Breksi volkanik di Cipunaga
Breksi dan lava dari Formasi Jampang

3. Puncak Darma/ Pasir Muncang/ Puncak Kemiri
Walaupun penyebutan namanya berbeda-beda, lokasi ini populer dengan nama Puncak Darma. Lokasi ini tempat yang ideal untuk melihat amfiteater Ciletuh, dimana kita bisa melihat dinding dari Formasi Jampang (Miosen Bawah, 23-16 juta tahun yang lalu), lembah di sepanjang teluk Ciletuh yang tersusun dari aluvium dan endapan Formasi Ciletuh. 

Nama Puncak Darma dipopulerkan oleh Direktur CV Darma Guna yang bernama H. Opan Sopardi (alm). Di tahun 2004, pembangunan jalan menuju daerah ini dilakukan oleh kontraktor tersebut. 
 Ciletuh amphiteater dari Puncak Darma
Teluk Ciletuh (Ci atau cai= air, letuh=kotor). Air yang berwarna kecokelatan ini berasal dari sungai Ciletuh dan sungai Cimarinjung
Amphiteater Ciletuh dilihat dari arah Barat 
Citra google earth di overlay dengan peta geologi regional
Coret-coretan saya
4. Curug Cimarinjung
Air terjun Cimarinjung, terletak di Desa Ciemas, tidak jauh dari Puncak Darma. Kita cukup menuruni bukit dengan kendaraan (atau berjalan kaki), dan kita akan menjumpai 2 buah curug yang dipisahkan oleh jembatan Cimarinjung. Air terjun di sisi kiri jembatan bisa dikunjungi dengan gratis dan tidak perlu membayar biaya parkir. Kalau kita melanjutkan rute ke Curug Cimarinjung yang kedua, maka kita dipungut restribusi untuk parkir dan dana kebersihan (sukarela). Air sungai Cimarinjung sangat deras dan airnya berwarna kecokelatan. Air sungai mengalir di sepanjang batuan yang mudah tererosi, sehingga airnya yang deras mengerosi bagian bawah dan samping sungai. Hal ini mengakibatkan air sungai menjadi keruh, terutama pada musim hujan. Kalau kita melihat peta geologinya, air sungai CIletuh berasal dari hulu yang banyak mengandung endapan pasir besi (endapan besi Citanglar).  
Curug Cimarinjung yang terletak di sisi Kiri Jembatan Cimarinjung (jika perjalanan dimulai dari Puncak Darma)
 
Curug Cimarinjung dilihat dari etage atas
Curug Cimarinjung dilihat dari etage lebih rendah


5. Curug Sodong-Ngelai-Cikaret-Cikanteh
Curug di atas berlokasi agak jauh dari Curug Cimarinjung (+- 30 menit dengan kendaraan bermotor). Batuan dasar dari air terjun di atas sama seperti batuan dari Curug Cimarinjung, yaitu batupasir tufaan dan breksi dari Formasi Jampang anggota Cikarang. Air yang mengisi air terjun berasal dari Sungai Cikanteh. Curug Sodong disebut juga sebagai Curug Kembar  karena aliran airnya bercabang menjadi dua. Tidak jauh dari Curug Sodong, kita bisa mendatangi Curug Ngelai, Curug Ciateul dan Curug Cikanteh. Saya beruntung bisa mendapatkan dua buah pelangi di kedua air terjun tersebut. 

Saya jadi ingat dongeng berbahasa Jerman tentang pelangi. "Der Leprechaun und das Gold am Ende des Regenbogens". Artinya, di ujung pelangi akan muncul kurcaci dan satu panci penuh berisi emas. 

Sayang, itu cuma dongeng. 
 Curug Sodong
Curug Cikanteh 
Curug Cikanteh
Curug Ngelai. Curug ini mempunyai aliran yang sangat tinggi dan menjulur seperti lidah (ngelai dalam bahasa Sunda)
Matahari tenggelam di tepi Teluk Ciletuh
Di Puncak Darma, Taman bumi Ciletuh
Saya dan dosen saya, Pak Komang

Artikel lain tentang potensi sumber daya alam Sukabumi bisa dibaca di halaman ini . Artikel tentang Geopark Merangin pernah saya tulis di halaman ini. Selamat membaca!

Behind the scene
Tulisan ini ditulis dalam 1 minggu, karena inspirasi yang ga kunjung datang. 
Share:

Friday, January 5, 2018

Pirit, emas dan sejarah Kanada

Gold, gospel, glory

Tiga kata ini sering kita dengar untuk menggambarkan ekspedisi berbagai negara di Eropa di abad ke-16. Gold menggambarkan kekayaan (penguasaan sumber daya alam, misal rempah-rempah), gospel menggambarkan misi suci untuk menyebarkan agama, sedangkan glory artinya kejayaan. Ekspedisi beberapa negara Eropa tidak hanya menuju ke Timur (benua Asia), namun juga ke arah Barat (benua Amerika). 

Pada periode tersebut, kerajaan Spanyol sudah mengirimkan banyak emas yang didapat dari daerah kekuasaan mereka di benua di Amerika (Mexico, Peru) membuat iri Inggris dan Perancis. Kedua negara tersebut akhirnya berencana untuk melaukan ekspedisi yang sama secara sendiri-sendiri. Idenya cukup masuk akal, kalau Spanyol bisa mendapatkan emas di daerah jajahan yang baru, maka kedua negara tersebut pasti juga bisa mendapatkan sumber emas yang sama.

Alkisah seorang eksplorer bernama Jacques Cartier, berangkat dari Perancis menuju ke Barat. Cartier yang ditugasi oleh raja Perancis pertama kali menemukan delta dan pulau, yang ternyata adalah delta dari sungai St Lawrence, dan pulau yang kini dinamakan "Newfoundland". Sekembali dari pelayaran pertamanya, Cartier bercerita pada raja Perancis, bahwa dia menemukan dataran Asia, padahal sebenarnya yang dia temukan adalah Kanada.

Setahun berselang, Cartier melakukan pelayaran kembali lagi untuk meneruskan ekspedisi. Karena pada pelayaran pertama Cartier hanya mencapai delta sungai St Lawrence, kali ini Cartier masuk lebih jauh masuk menjelajahi bagian hulu dari St Lawrence. Singkat cerita, Cartier bertemu dengan seorang pemimpin suku bernama Donnacuna. Donnacuna bercerita bahwa dia mengetahui daerah yang kaya akan emas, rubi dan intan. Cartier senang mendengar cerita tersebut, dan mengajak Donnacuna ikut ke Perancis untuk menceritakan hal ini langsung ke raja Perancis.

Kesuksesan Cartier berbuah pada pelayaran ketiga kalinya untuk menelusuri sungai St Lawrence lebih jauh. Cartier juga membuat pemukiman dan benteng untuk menandai daerah kekuasaan Perancis. Di saat itu, Cartier dan awak nya menemukan mineral berwarna kuning yang mengkilat, serta mineral transparan yang tampak berkilauan. Cartier yakin bahwa dia telah menemukan daerah yang dimaksud oleh Donnacuna sebagai lahan emas dan intan. Mereka mengisi seluruh muatan kapal dengan kedua mineral tersebut dan membawanya ke Perancis. 

Patung Jacques Cartier di kota Quebec

Ternyata kedua benda tersebut bukanlah yang dia cari. Mineral berwarna kuning yang dia angkut adalah pirit, mineral kedua yang dia angkut adalah kuarsa. Karena kesalahannya itu, ada sebuah idiom dari bahasa Perancis: "faux comme les diamants du Canada" = "As false as Canadian diamonds". Pirit, (FeS2) sering disebut sebagai "fools gold", (emas tipuan?  Saya tidak tahu bahasa Indonesia-nya yang pas), karena kesamaan warnanya dengan emas. Yang membedakan, pirit itu berbentuk isometrik, mempunyai belahan yang sempurna dan tidak mudah tergores, sedangkan emas tidak mempunyai belahan yang jelas dan sangat mudah tergores. Istilah fool's gold dipakai sangat lazim, bahkan oleh band rock dari Inggris, Procol Harum. Dia membuat lagu berjudul "fool's gold". Sayangnya, saya hanya tahu lagu terkenal dari Procol Harum yang berjudul "whiter shade of pale" saja.

Tapi cerita ini belum selesai, hampir 5 abad berlalu, Kanada termasuk dalam 5 besar negara penghasil emas di dunia. Dari 10 perusahaan emas terbesar di dunia, 5 perusahaan adalah perusahaan yang berbasis di Kanada (Goldcorp, Barrick Gold, Agnico Eagle, dst), sisanya berasal dari Amerika Serikat, Australia dan Afrika Selatan. Kalau masih ingat tentang skandal emas di Busang, Bre-X juga perusahaan yang berasal dari Kanada.  

Andai Jacques Cartier datang ke sebuah lembah bernama Val-d'Or (lembah emas) dan sempat dikenalkan tentang mineral dan batuan, mungkin saat itu dia bisa membawa emas ke Perancis. Selain emas, saat ini Kanada adalah pemain besar di komoditi nikel (mayoritas berasal daerah bernama Sudbury, yang terbentuk karena meteor besar yang menghantam bumi yang menyisakan kawah dengan diameter 130 km), cobalt, platinum group mineral (PGM) dan uranium.

Tidak salah memang, untuk mencari emas, kita harus menemukan mineral asosiasinya, salah satunya pirit. Di bawah mikroskop, kedua mineral ini sering kali tertukar. Contohnya seperti ini.


Anhedral gold (bright yellow) grains in pyrite (pale yellow). Enargite (grey) precipitates in pyrite cracks. Picture 1 in PPL, picture 2 in XPL.
Butiran emas dengan tekstur anhedral (kuning cerah) mengisi rekahan pirit (kuning). Enargit (abu-abu) juga mengisi rekahan pirit. Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.
©Andy YA Hakim


Cerita ini pertama kali saya dengar dari Frank (pembimbing disertasi saya) ketika saya menemani dia berkeliling kota Quebec. Saya lebih memahami cerita lengkapnya setelah membaca buku Pyrite: A Natural History of Fool's Gold oleh David Rickard.


Canada berwarna biru, Indonesia berwarna merah
Pirit berukuran lebih dari 5 cm (maaf, ini bukan dari Kanada, tapi dari sebuah deposit kromit di Finlandia)
=====================================================
Caution
Bagian ini adalah resume salah satu kuliah yang saya ambil. Maaf kalau kurang sistematis, karena saya buat berdasarkan slide kuliah dari Frank Melcher. Emas umumnya ditemukan di Kanada dan Amerika Serikat umumnya berasal dari North American (Canadian) shield atau dari Cordillera. Beberapa komoditi lain saya tulis secara sekilas dan memang tidak bermaksud untuk mendetailkannya. 
Section below is only for those who are interested in economic geology topic. I summarized it from what I learnt in class (Regional aspect of economic geology) given by Frank Melcher. 

Major geological unit
a. North American (Canadian) Shield (Precambrian)
b. Appalachian orogeny (Paleozoic)
c. North American cordillera (Mesozoic-cenozoic)
d. North American platform


I drawed  the boundary line based on the decription of Eisbacher (1988)- Geologie der Erde. Band 2: NordamerikaSource of the image is the wikimedia site, adapted from USGS.


A. North American (Canadian) Shield (Precambrian)
From old to young
- Consolidation of Archean nuclei (2,7-2,5 Ga)
- Late Archean to early Proterozoic basic and ultrabasic (2,6 Ga)
- Hudsonian/ Penokean orogeny (1,9-1,75 Ga)
- Paleoproterozoic sediments (e.g. Huronian supergroup)
- Sudbury impact (1,85 Ga)
- Anorogenic orogeny (1,6-1,2 Ga)
- Greenvillian orogeny (1 Ga) 

A. Consolidation of Archean Nuclei Deposit:
- stratiform massive Zn-Cu sulphides (VMS)
--> ore types: massive, laminated, breccia, stringer-type
ex. Abitibi belt : Kidd Creek deposit (hydrothermal black smoker) Kidd Creek is source of indium
- Orogenic gold ex. Ontario (Porcupine district, Hemlo)
- Archean BIF (syn-genetic)
ex. Homestake type (commonly located along the contacts of ultrabasic-basic volcanic rock to sediments)
ex. Algoma type (keypoints: associated with submarine volcanic rock, siderite-hematite BIF, less-extensive than superior type)
- BIF-superior type --> up to 200 m (chemical carbonate sediments)
=iron ranges related with Dulluth gabbro (Cuyuna, stromatolitic), Biwabik Iron Formation
=textures in Superior BIF
==Cherty (oxide facies, shallow water, thick bedded, granular, massive)
==Slaty (carbonate-silicate facies, deep water, thin bedded, non-granular, laminated)
- Ni,Cu (sulphides) --> in komatiite rocks within greenstone belts
- Rare-element pegmatites Sudbury district: Ni up to 50% world production

B. Mineralization in paleoproterozoic (1,9 Hudson orogeny- Churchill province-Transhudson orogen) -massive polymetallic
-uranium/Ag in Great Bear Lake

 C. Sudbury complex (1.85 Ga)
- meteorite impact, almost near to the mantle, resulted in the lake of magma
= stratigraphy from top to the bottom:
a. Post-impact sedimentary rock (top)
b. Suevite (Onaping sediment)
c. Impact-melt layer (granophyre - quartz gabbro - norite)
d. Brecciated crater floor (bottom)
== differentiation of layered complex
== formation of Ni-Cu-PGE mineralization in sublayer and offset dikes

D. Mineralization in Middle Proterozoic clastic sedimentary basin: U, Cu, Ni
= native Cu
= sedimentary U
= thick clastic sediments, basalts and native Cu (Ni-Cu-Co Thompson,Voisey's, Duluth Complex)

E. Anorogenic magmatic province (1.5 - 1.4 Ga)
=Titanium deposits (rutile, ilmenite) in anorthosites

Appalachian-Ouchita orogen, Innuit-Ellesmere Orogen (Arctic), Antler orogen (Rocky mountains)
=Pb/Zn, baryte (VMS, SEDEX)
ex. Brunsswick no.12
=Iron ores
=Asbestos (ophiolites from ultramafic rocks around Quebec, biggest in the world)
=Rare element (Li) pegmatites


B. Appalachian orogeny (Mineralization in the forelands of Paleozoic orogens): 

Pb-Zn (MVT)
=forebulge, basinal brines
=major exploration target: forebulge unconformities, syncollisional faults and strike slip zones
==metal-bearing fluids migrate towards the marginal zones of the orogenic foreland due to hydrostatic and thermal gradients, compaction of fine-grained basin sediments and squeezing-out of basinal brines (by tectonic pressure)
==uptake of hydrocarbons and metal precipitation along permeability, boundaries, mainly in carbonates
==ore minerals: galena, sphalerite (Ag-poor), fluorite, barite, pyrite, marcasite, chalcopyrite, siegenite, bravoite. Carbonate occur as a "pod" for sulphide
==hydrocarbons and coal
==uranium (roll-front and colorado type)

C. Mineralization in the North American Cordillera

- part of the global circum-Pacific belt (Cu,Mo,Au,Ag)
==Deposits in the Lower Precambrian (>2500 Ma) 
ex. Stillwater complex (Montana),
==Deposits in the Middle and Upper Proterozoic (1500-600 Ma)
ex. SEDEX
-PGE, chromite, layered ultramafic-mafic intrusion (44 km strike length), 2.7 Ga
==Deposits in the Paleozoic (Cambrian to Carboniferous)
ex. Red Dog (Alaska)
==Deposits in the Mesozoic
ex. Stratiform VMS in volcanic rocks, porphyry copper deposits, Juneau
ex. Orogenic: Juneau, Klondike
==Upper Paleogene to recent
ex. Bingham (Utah), Climax (Colorado), epithermal vein-type Au-Ag ores

Deposit
==Disseminated Cu/Mo-porphyry (by products: Au,Ag,Pb,Zn,Mn,Fe,Mo)
==Epithermal Au-Ag
==Carlin deposit (polycyclic)

==Massive and banded VHMS (Cu-Pb-Zn) (ex: Red Dog, Selwyn)



Share:

Tuesday, October 10, 2017

Bre-X: sekarang emas, besok menghilang

Film ini berjudul "Gold", tayang tahun 2016 yang lalu. Ceritanya tentang kegiatan eksplorasi emas di Kalimantan, di daerah Busang. Nama deposit dari tambang emas ini adalah Bre-X. Mungkin banyak yang sudah tahu kalau kasus Bre-X adalah skandal terbesar di dunia tambang, karena exploration geologist dengan sengaja mencampurkan emas ke hasil pemboran. Dalam dunia tambang, kecurangan ini disebut salting. Dan seperti bisa diduga, hasil assay menunjukkan kadar emas ýang sangat tinggi, yang membuat harga saham dari Bre-X melonjak drastis.

Saya tidak akan menjelaskan detail cerita tersebut, langsung aja nonton film itu, atau baca bukunya Pak Bondan Winarno "maknyus" yang berjudul  "Bre-X: Sebungkah Emas Di Kaki Pelangi." Saya pengen bercerita dari segi geologi, terutama dari mineralogi dari emas. 

Emas yang digunakan oleh Michael de Guzman (geologist) untuk menaikkan kadar dari pemboran ternyata adalah emas alluvial, atau emas yang didulang oleh warga setempat dari sungai. Emas ini mempunyai bentuk yang lonjong hingga membundar, yang ketika diamati dengan mikroskop, akan nampak perbedaan yang mencolok antara emas yang terbentuk dari fluida hidrotermal dengan emas dari endapan alluvial.

Emas dari endapan hidrotermal umumnya berbentuk anhedral atau tidak beraturan, kadang-kadang pipih, dan jika diamati dengan menggunakan mikroskop elektron (SEM-EDX) tidak nampak adanya zoning. Berbeda dengan emas alluvial. Emas ini berbentuk membulat, dan karena bagian luar dari emas sudah mengalami kontak dengan air dan udara, maka bagian tepi (rim) dari emas akan teroksidasi, sehingga nampak jelas ada lapisan tipis antara tepi (rim) dan inti (core). Cara membedakan emas dengan mineral sulfida lain gampang-gampang susah. Kalau kita mempunyai paku atau pisau tajam yang kecil, sulfida akan susah tergores, sedang emas karena lunak, akan mudah tergores. Berdasarkan pengalaman dari beberapa field geologist , mereka biasa menjilat mineral yang diduga itu, baru mengamatinya dengan menggunakan lup.

Saya mendapatkan ilustrasi yang sangat bagus dari James Craig, seorang profesor di bidang mineralogi dari Virginia Polytechnic University, USA. Dia menulis tulisan yang berjudul: "ORE-MINERAL TEXTURES AND THE TALES THEY TELL* (kalau tidak bisa download, kabari saya aja ya). Di paper tahun 2001 lalu, dia membuat pemetaan elemen (elements mapping) dengan menggunakan electron microprobe untuk elemen emas (Au) dan perak (Ag). Pada gambar di bawah , nampak jelas adanya lapisan yang heterogen, yang menunjukkan oksidasi emas karena kontak dengan air dan udara. 

Laporan ini juga sebelumnya sudah di confirm oleh tulisan di tahun 1997 dari Danielson & White. Saya cuplik tulisannya dari paper J. Craig: 

The duly diligent examination of the Bre-X deposit included careful microscopic examination of the supposed lode gold in some of the ore samples. Danielson & Whyte (1997) reported that “it was the shape, not the size, of the gold grains that stood out ... rounded with beaded outlines ... rounding and beading are characteristic of placer grains .... some of these ... gold grains had cores of gold–silver alloy, which graded outward to a rim with more gold. This was another clue: ‘hardrock gold’, more often than not, is actually an alloy containing some silver. But when the grains are re-concentrated as placers, ... the silver reacts with air and water, leaching away and leaving a spongy, gold rich edge”. Indeed, the placer gold used to “salt” the Bre-X cores bore the characteristic textural signature attesting to its origin, and helped in revealing the scam for what it was.

Sekarang, jadi lebih paham kan mengapa belajar mineralogi itu menarik? 

Batu, mineral, semua hanya benda mati yang tidak bisa berkata apa-apa. Kita lah yang membuatnya bercerita, ternyata, geologi dan mineralogi itu menyenangkan.

Ini ada beberapa foto emas koleksi saya. Enjoy!!
EMAS ALLUVIAL DAN PLACER
 
 
 
 
Mendulang emas di Mahakam Ulu, Kaltim
 
 
 Ini saya foto dari Natur Historische Museum di Wina
Gold nugget

EMAS dari FLUIDA HIDROTERMAL

inklusi emas di pirit

emas mengisi rekahan pirit

BSE (back-scattered image dari gambar atas)

NB: Judul tulisan ini di adaptasi dari tulisan Danielson & White (1997) yang berjudul "Bre-X: Gold Today, Gone Tomorrow: Anatomy of the Busang Swindle"

Tulisan ini dibuat 30 menit setelah bergulat dengan disertasi. Mumpung lagi ada ide, jadi nulisnya encer. Hahaha 

Share:

Saturday, September 2, 2017

Video 7 - Belajar Geologi Sekaligus Berwisata di Geopark Eifel

Geopark yang berlokasi di Eifel ya! Danau hasil letusan gunung berapi ini jadi salah satu lokasi kunjungan dan riset untuk mahasiswa Geologi di Eropa lho! Kamu pun bisa menikmati keindahan danau ini sambil hiking dan melihat pemandangannya dari atas menara pantau. Gimana, tertarik belajar geologi sambil berwisata di sini?
Share:

Tuesday, May 9, 2017

Eifel dan Maar


Meerfelder maar, April 2017

Ada yang bisa membayangkan, bagaimana jadinya ketika magma atau lava yang panas (di atas 1200 derajat) naik ke permukaan bumi dan kontak dengan air? Seketika akan terjadi letusan (disebut letusan phreatomagmatic eruption) dan hasil dari letusan itu akan berbentuk cekung. Cekungan ini disebut "maar." Umumnya maar terisi air, sehingga bentuknya menyerupai danau. Maar berasal dari bahasa Perancis/ Jerman, yang berarti danau kaldera. Bentuk maar memang menyerupai danau kaldera (danau Toba contohnya), namun sebenarnya maar berbeda dengan kaldera (crater).

Maar dijumpai di Selatan Jerman, dimana lebih dari 30 maar berada di komplek gunung api bernama Eifel. Dulu saya bayangkan ada hubungannya Eiffel di Paris, ternyata ini "Eifel with single F, not double F". Maar ini menjadi salah satu objek wisata di Jerman dan dihubungkan dalam "Deustche Vulkanstrasse" atau "Jalanan gunung api-nya Jerman." Peta interaktif lokasi Maar bisa diakses di halaman ini.

Windsborn Crater Lake. Ini bukan Maar, namun danau kaldera. Maar terbentuk karena letusan phreato magmatic (magma kontak dengan air), sedangkan volcanic crater terbentuk karena letusan gunung berapi. Jika terisi air, maka disebut volcanic crater atau danau kaldera (contohnya Danau Toba). Contoh lain dari volcanic crater adalah Tangkuban Perahu, Bandung
Penampang melintang dari Maar. Sumber geology.com 
Kontak antara magma dengan air permukaan membuat terjadinya letusan tipe phreato magmatic. Dikutip dari geology.com. Sketsa Kilauea oleh USGS
Danau Toba adalah danau kaldera terbesar di dunia.

Sama seperti produk gunung api kebanyakan, kita akan menjumpai berbagai macam batuan piroklastik seperti lava bomb, lapilii dan tuff. Yang unik, beberapa bomb (sebutan untuk batu yang terpental saat terjadi letusan) masih menyimpan mineral yang terbentuk ketika kristalisasi magma. Gunung api di Jerman sangat sedikit, tidak seperti Indonesia yang didominasi gunung api, karena secara umum, Jerman didominasi oleh kerak benua. Gunung api di Eropa umumnya berada di selatan (Italia-Elba, Yunani-Kreta) atau di Islandia. 
Endapan tuff di sekitar Meerfelder Maar
Volcanic bomb yang berlokasi di di Strohn. 

Mungkin beberapa sudah pernah mendengar yang disebut dengan deret Bowen, yaitu urutan mineral yang akan terbentuk dari magma, dimulai dari:
- olivin
- piroksen
- amfibol
- biotit
- mika
- ortoklas (Ca-plagioklas Na-plagioklas - K felspar)
- kuarsa 
Deret Bowen. Perhatikan olivin dan piroksen yang terkristalisasi di awal, yang menjadi indikator batuan beku basa dan ultrabasa. Sumber: geologyin.com

Di lokasi Maar ini, kita bisa menjadi kolektor olivin dan piroksen dengan ukuran lebih dari 1 cm. Sekarang saya coba bahas asal usul beberapa mineral tersebut, terutama yang terkristalisasi menjadi batuan beku basa dan ultrabasa. Sebenarnya, ide tulisan ini berkat saya kenal dengan orang-orang yang mendalami bahasa asing, (bahasa latin, arab dan perancis) dan ilmu geologi, saya banyak belajar asal usul nama mineral dan batuan dari bahasa asalnya. 

Contohnya:
- Olivin (olivine). Mineral ini adalah mineral pertama yang terbentuk ketika magma yang panas mulai mendingin, kemudian terkristalisasi pada suhu rata-rata sekitar 1400 derajat celcius (walaupun rentangnya dari 1200-1400). Mineral ini berwarna hijau seperti buah olive. Warna hijau pada olivin disebabkan oleh kadar unsur nikel yang tinggi). Kadang-kadang, mineral ini nampak berwarna merah.
Olivin bomb berwarna hijau di sekitar lokasi Maar

-  Serpentin (serpentine). Dalam bahasa Latin, serpent artinya ular, kurva, dan segala hal yang berhubungan dengan melingkar. Mineral ini penyusun utama dari batuan serpentinit. Tahukah kamu kalau mineral penyusun serpentinit itu adalah asbes yang ada di atap-atap rumah (kalau masih ada)? Asbes (asbestos) bentuk nya berserabut, dan kalau kita ambil satu helai mineral itu, asbes akan "mlungker" alias melingkar seperti ular. Dalam bahasa Inggris dan Jerman, tikungan melingkar disebutnya serpentin lho....

- Peridotit (peridotite). Ada yang bilang berasal dari bahasa Arab faridat, yang berarti batu mulia. Dalam bahasa latin, pæderot juga varian batu mulia. Mengapa peridotit sering dijual sebagai batu mulia? Peridotit mempunyai skala Mohs 6-7 (kekerasan relatifnya setara dengan feldspar-kuarsa) dan tidak mudah rusak karena tergores, dan mineral penyusun peridotit adalah olivin. Hayo, masih ingat apa warna olivin?

- Piroksen (pyroxene). Mungkin banyak yang sudah tahu kalau pyro artinya api, dan xeno artinya asing (stranger). Piroksen (dan olivin) sangat banyak di mantel atas bumi (upper mantle), sehingga ketika terjadi erupsi, batuan yang terbentuk tersusun oleh volcanic glass dan tiba-tiba, nongol mineral dengan habit (bentuk) memanjang berwarna hitam di antara butiran mineral lain, yang kemungkinan mineral itu adalah piroksen.  Dalam geologi maupun metalurgi, pyro atau api digunakan pada piroklastik (salah satu tipe batuan) dan pirometalurgi, yaitu proses metalurgi yang membutuhkan suhu tinggi.
Piroksen (augit) dengan bentuk kristal prismatik
Piroksen pada pengamatan mikroskop. Fotomikrograf dari sampel penelitian disertasi saya, bukan dari Maar :D

Eksplorasi
Kalau kita menjumpai mineral-mineral tersebut (olivin, piroksen, serpentin), kita harus ingat bahwa mineral-mineral itu adalah penciri batuan basa-ultrabasa. Ketika batuan itu lapuk, maka akan terbentuk endapan nikel laterit yang bisa juga berasosiasi dengan endapan kromit. Di Indonesia, baru nikel laterit yang sudah banyak diekstraksi, sedangkan endapan kromit (sepengetahuan saya) masih belum banyak. Selain bisa di ekstrak Ni dan Cr (nikel dan krom), kita juga bisa melihat potensi PGM (Platinum Group Mineral), yang harga jualnya jauh lebih mahal dibanding emas dan perak, mengingat jumlahnya yang sedikit.

Apa saja PGM itu? Tunggu tulisan berikutnya (alasan biar artikel ini selesai, hehe)


Share:

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *