Conversations with the Earth

Monday, July 20, 2015

Saya di Atas Sepeda

Klik Gambar untuk melihat sub-konten




Video
Bikecamping Kareumbi

Bikecamping Situ Sangkuriang

Bikecamping di Ranca Upas

Flashback
1992-1994 Saya menghabiskan masa TK saya tinggal di Singosari, Kabupaten Malang. Saya mendapat sebuah sepeda warisan, yang saya di cat oleh Abah supaya terlihat baru. Sepulang dari TK, saya selalu bersepeda sampai sore, hingga kulit saya bisa dibilang hitam, bukan lagi cokelat. Ketika saya mengendarai sepeda, saya berkali-kali jatuh, sehingga banyak bekas luka di kaki saya. Pengalaman yang paling saya ingat, banyak tetangga yang "wadul" ke orang tua saya "Mas Yayak kalau naik sepeda pas turunan kenceng banget, sering njlungup (jatuh tersungkur)". Hehehe.. Sayang, saya ga punya foto pas saya memakai sepeda.
Teman semasa kecil di Perum Alam Hijau, Singosari, Malang. ki-ka: Dani (kaos biru), Jimmy (kaos garis), Mariska (putih), saya (kuning) (Sadly, saya lupa nama semua teman kecil saya. Untung abah dan umi saya yang membantu mengingat nama teman-teman saya, hehe) 

1996 Saya mendapat hadiah sepeda karena saya rangking 1 sewaktu saya kelas 2 di Madrasah. Saya masih ingat, sepeda itu merk nya Subaru, seingat saya warnanya merah. Setelah saya mendapat hadiah, saya langsung keluyuran di sekitar Sukun (saya pindah rumah kontrakan di Singosari ke rumah sendiri di Sukun tahun 1994). Setelah beberapa tahun, sepeda itu sudah tidak muat lagi dengan saya, akhirnya diberikan kepada saudara di Surabaya.

2010-2015
Sejak 2010 sampai 2015, saya mulai rajin bersepeda. Langsung aja ditengok di bawah ya buat detail cerita saya dengan sepeda.



Ini logo dilarang bersepeda di MAUT (jalan tol). Pesepeda harus berjalan di sisi kanan jalan (ini niatnya cuma foto tulisan MAUT -nya)


Bikecamping di Kareumbi  





Bikecamping di Situ Sangkuriang
Pulang dari interview beasiswa Hitachi untuk kuliah S3 ke Jepang, 
hasilnya .... gagal,,, hehehe
Saya, Aqila dan Vidya di St Peter Freienstein, Austria

Share:

2 comments:

Komentar akan dimoderasi oleh penulis sebelum tayang. Terima kasih

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari mulai menulis dan bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *