Conversations with the Earth

Endapan mineral di Finlandia dan Swedia

Perjalanan saya ke lingkaran kutub utara

Atlas of ore minerals: my collection

Basic information of ore mineralogy from different location in Indonesia

Sketch

I always try to draw a sketch during hiking

Apa itu inklusi fluida?

Inklusi fluida adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan adanya fluida yang terperangkap selama kristal tumbuh. Gas dan solid juga bisa terperangkap di dalam mineral.

Situ Cisanti di Pengalengan, Bandung

50 km dari Bandung, Situ Cisanti terkenal karena menjadi sumber mata air sungai Citarum

Showing posts with label geologi jawa barat. Show all posts
Showing posts with label geologi jawa barat. Show all posts

Sunday, April 8, 2018

Taman Bumi Pelabuhan Ratu and Ciletuh

Ciletuh dapat ditempuh sekitar 7-8 jam dari Jakarta atau Bandung dengan menggunakan mobil. Kota terdekat dari lokasi ini adalah Sukabumi. Di taman bumi (Geopark) ini, kita bisa mengunjungi berbagai macam obyek, antara lain air terjun, pantai yang indah, lokasi pandang, dan tentu saja, belajar geologinya. 

1. Pantai loji (bijih besi)
Jika kita berangkat dari Sukabumi, kita akan menjumpai simpang tiga (pertigaan) sebelum mencapai Pelabuhan Ratu. Ambil sisi kiri, yang akan mengarahkan kita ke Pantai Ciawitali- Loji. Setelah 4 km, akan ada persimpangan yang ditandai dengan patung ikan dan ombak. Penting! Ambil jalan ke kanan bawah yang akan mengarahkan kita ke pantai Loji dan taman bumi Ciletuh. 

Di tepi pantai, kita bisa melihat PLTU Pelabuhan Ratu, yang mempunyai kapasitas 3x350 MW. Pantai Loji, berlokasi di sebelah Selatan PLTU ini. Di Pantai Loji, kita bisa melihat pantai yang berukuran hitam, yang mengandung banyak mineral pembawa bijih besi, seperti magnetit, ilmenit dan beberapa mineral aksesoris yang lain (mis. zirkon, rutil). Ketika kita menggali lebih dalam, kita bisa melihat lapisan yang lebih hitam, yang mengindikasikan lapisan yang mengandung kadar besi yang lebih tinggi dibanding di permukaan. 

Pasir Besi adalah endapan pasir yang mengandung partikel bijih besi (magnetit), yang terdapat di sepanjang pantai, terbentuk karena proses penghancuran oleh cuaca, air permukaan dan gelombang terhadap batuan asal yang mengandung mineral besi seperti magnetit, ilmenit, oksida besi, kemudian terakumulasi serta tercuci oleh gelombang air laut. Pasir ini juga berasal dari erupsi gunung api atau berasal dari pelapukan batuan beku yang tertransport hingga pesisir pantai. Lapisan yang bergradasi menunjukkan adanya proses sedimentasi secara bertahap, yang terus berlangsung hingga sekarang.

Kalau kita melihat peta geologi regional (lihat gambar di bawah), kita bisa melihat beberapa formasi pembawa besi umum dijumpai, misalkan dari Citanglar (Surade) dan Cimangkok (Sukalarang, Sukabumi). Pasir ini tertransport melalui sungai yang mengarah ke pesisir laut.
Peta geologi Jampang dan Balekambang (digambar oleh dari Sukamto, 1975. versi pdf tersedia disini)

2. Hotel Cipunaga (breksi)
Dari Pantai Loji, kita lanjutkan perjalanan menuju Hotel Cipunaga. Disini kita bisa menjumpai singkapan breksi volkanik yang berkontak dengan lava yang terletak persis di pinggir pantai. Batu ini adalah termasuk batuan penyusun Formasi Jampang. Formasi ini tersusun atas: 
(i) breksi volkanik, 
(ii) anggota Cikarang terdiri dari tufa dan tufa lapili berselingan dengan tufa berbatuapung, batupasir berbatuapung, tufa gampingan, batulempung tufaan, batupasir gampingan, napal tufaan, breksi, batugamping.
(iii) aliran andesit dan basal, sebagian membreksi dan ditemukan basal bantal dari anggota Ciseureuh. 
Breksi volkanik di Cipunaga
Breksi dan lava dari Formasi Jampang

3. Puncak Darma/ Pasir Muncang/ Puncak Kemiri
Walaupun penyebutan namanya berbeda-beda, lokasi ini populer dengan nama Puncak Darma. Lokasi ini tempat yang ideal untuk melihat amfiteater Ciletuh, dimana kita bisa melihat dinding dari Formasi Jampang (Miosen Bawah, 23-16 juta tahun yang lalu), lembah di sepanjang teluk Ciletuh yang tersusun dari aluvium dan endapan Formasi Ciletuh. 

Nama Puncak Darma dipopulerkan oleh Direktur CV Darma Guna yang bernama H. Opan Sopardi (alm). Di tahun 2004, pembangunan jalan menuju daerah ini dilakukan oleh kontraktor tersebut. 
 Ciletuh amphiteater dari Puncak Darma
Teluk Ciletuh (Ci atau cai= air, letuh=kotor). Air yang berwarna kecokelatan ini berasal dari sungai Ciletuh dan sungai Cimarinjung
Amphiteater Ciletuh dilihat dari arah Barat 
Citra google earth di overlay dengan peta geologi regional
Coret-coretan saya
4. Curug Cimarinjung
Air terjun Cimarinjung, terletak di Desa Ciemas, tidak jauh dari Puncak Darma. Kita cukup menuruni bukit dengan kendaraan (atau berjalan kaki), dan kita akan menjumpai 2 buah curug yang dipisahkan oleh jembatan Cimarinjung. Air terjun di sisi kiri jembatan bisa dikunjungi dengan gratis dan tidak perlu membayar biaya parkir. Kalau kita melanjutkan rute ke Curug Cimarinjung yang kedua, maka kita dipungut restribusi untuk parkir dan dana kebersihan (sukarela). Air sungai Cimarinjung sangat deras dan airnya berwarna kecokelatan. Air sungai mengalir di sepanjang batuan yang mudah tererosi, sehingga airnya yang deras mengerosi bagian bawah dan samping sungai. Hal ini mengakibatkan air sungai menjadi keruh, terutama pada musim hujan. Kalau kita melihat peta geologinya, air sungai CIletuh berasal dari hulu yang banyak mengandung endapan pasir besi (endapan besi Citanglar).  
Curug Cimarinjung yang terletak di sisi Kiri Jembatan Cimarinjung (jika perjalanan dimulai dari Puncak Darma)
 
Curug Cimarinjung dilihat dari etage atas
Curug Cimarinjung dilihat dari etage lebih rendah


5. Curug Sodong-Ngelai-Cikaret-Cikanteh
Curug di atas berlokasi agak jauh dari Curug Cimarinjung (+- 30 menit dengan kendaraan bermotor). Batuan dasar dari air terjun di atas sama seperti batuan dari Curug Cimarinjung, yaitu batupasir tufaan dan breksi dari Formasi Jampang anggota Cikarang. Air yang mengisi air terjun berasal dari Sungai Cikanteh. Curug Sodong disebut juga sebagai Curug Kembar  karena aliran airnya bercabang menjadi dua. Tidak jauh dari Curug Sodong, kita bisa mendatangi Curug Ngelai, Curug Ciateul dan Curug Cikanteh. Saya beruntung bisa mendapatkan dua buah pelangi di kedua air terjun tersebut. 

Saya jadi ingat dongeng berbahasa Jerman tentang pelangi. "Der Leprechaun und das Gold am Ende des Regenbogens". Artinya, di ujung pelangi akan muncul kurcaci dan satu panci penuh berisi emas. 

Sayang, itu cuma dongeng. 
 Curug Sodong
Curug Cikanteh 
Curug Cikanteh
Curug Ngelai. Curug ini mempunyai aliran yang sangat tinggi dan menjulur seperti lidah (ngelai dalam bahasa Sunda)
Matahari tenggelam di tepi Teluk Ciletuh
Di Puncak Darma, Taman bumi Ciletuh
Saya dan dosen saya, Pak Komang

Artikel lain tentang potensi sumber daya alam Sukabumi bisa dibaca di halaman ini . Artikel tentang Geopark Merangin pernah saya tulis di halaman ini. Selamat membaca!

Behind the scene
Tulisan ini ditulis dalam 1 minggu, karena inspirasi yang ga kunjung datang. 
Share:

Friday, April 17, 2015

Buku Wisata Tambang Jawa Barat

Buku ini disusun pada akhir tahun 2013 yang lalu, terlaksana atas dana hibah penelitian LPPM ITB, yang disusun oleh Dr Syafrizal, Dr Ginting Jalu, dan saya. Pada saat itu, motivasi untuk merangkum lokasi wisata tambang dalam sebuah buku, adalah untuk mengenalkan kepada pembaca tentang kondisi geologi dan tambang Jawa Barat, dimana masyarakat selain berwisata, juga dapat mengetahui potensi tambang yang ada di daerah yang dituju.

Dengan berjalannya waktu, saya merasa masih banyak kekurangan, karena tidak semua lokasi wisata dan lokasi geologi dapat dikupas secara mendalam. Lokasi Geopark di Ciletuh, Gunung Padang di Cianjur, dan beberapa lokasi lain belum dapat diulas pada buku ini.  Banyak lokasi lain yang kelak harus bisa masuk ke dalam destinasi wisata tambang di Jawa Barat, karena tatar Sunda ini sangat kaya nya potensi wisata, serta potensi untuk mempelajari secara geologi dan potensi tambangnya. Besar harapan, akan muncul pemahaman di berbagai kalangan, bahwa aspek geologi, aspek pertambangan dan aspek pariwisata dapat berdampingan dengan baik, karena semuanya disinergikan dengan ilmu. Good Mining Practice (kaidah penambangan yang baik dan berwawasan lingkungan) adalah tujuan besar yang harus kita capai, yang harus dimulai sejak sekarang. 

Silahkan download buku ini di link ini, dan lokasi wisata tambang Jawa Barat, sudah pernah saya tulis sebelumnya di blog saya yang berjudul Potensi Wisata Tambang Seputaran Jawa Barat

Selamat bermain body rafting di Cukang Taneuh, Green Canyon, menikmati damainya Situ Cisanti di Pengalengan, sambil menjajal peuyeum atau colenak khas dari Bandung.  








Klik Gambar di bawah untuk melihat artikel lain







Share:

Tuesday, April 7, 2015

Galeri Nusantara



Foto ini saya kumpulkan dari perjalanan saya berkeliling di 21 dari total 34 Provinsi yang ada di Indonesia selama 2010-2015. Berbekal kamera Sony TX-10 (sudah rusak) dan Nikon AW-100 (hingga sekarang), saya bagikan beberapa gambaran lokasi-lokasi yang menarik di penjuru Nusantara. Editting foto sebatas brightness dan contrast.

1. Nangroe Aceh Darussalam
Singkapan magnetit skarn- Lhoong, Geunteut

2. Sumatera Utara
Bandara Binaka, Kepulauan Nias
 Danau Toba, Parapat

3. Sumatera Barat
Lubang Batubara Mbah Suro, Sawahlunto
Museum Kereta Api Sawah Lunto

4. Riau
Istana Rokan, Rokan Hulu

Jus Pinang saya yang pertama, dan.... saya ketagihan, Pekanbaru


5. Jambi 
Araucarioxylon, fosil konifer di Geopark Merangin, Kabupaten Tebo


Angkutan kelapa sawit di Sungai Lalang

6. Kepulauan Riau (belum didatangi)
7. Kepulauan Bangka Belitung (belum didatangi)
8. Sumatera Selatan
Bucket Wheel Excavator (BWE), PT Bukit Asam, Tanjung Enim


9. Bengkulu (belum didatangi)
10. Lampung
Lokomotif pengangkut batuan dari tambang bawah tanah, PT Natarang Mining

11. Banten
Menara Suar, Cikoneng, Anyer

12. DKI Jakarta
(paling susah cari gambar, yang ada foto makan gule kambing di warung. Maafkan saya Jakarta)

13. Jawa Barat
Silahkan berkunjung untuk membaca dan mengunduh  Buku Wisata Tambang Jawa Barat (LPPM ITB, 2013) di link ini
Mentari menyeruak di Ranca Upas, Kabupaten Bandung
Bulu Babi, Santolo, Garut
 Situ Cisanti, Bandung
Kebun Teh Pengalengan, Bandung Selatan

14. Jawa Tengah
Tanah kahyangan, Candi Dieng, Wonosobo

15. Jawa Timur
Menuju Cemoro Kandang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

 
Lautan Pasir, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

 Kawah Ijen, Banyuwangi

16. DI Yogyakarta
Renovasi Prambanan

17. Bali
Gatotkaca gugur oleh Adipati Karna, Badung, Bandara Ngurah Rai

18. Nusa Tenggara Barat
Bongkar muatan, Gili Air
Pantai Kuta, Lombok Selatan

19. Nusa Tenggara Timur (belum pernah dikunjungi)
20. Kalimantan Barat (belum pernah dikunjungi)
21. Kalimantan Timur
Menjelang sore hari di Batu Dinding, Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu
Melawan arus di Riam Udang, Mahakam Ulu

22. Kalimantan Tengah (belum pernah dikunjungi)
23. Kalimantan Selatan
Batubara, abu, debu - Sungai Danau

24. Kalimantan Utara (belum pernah dikunjungi)
25. Sulawesi Utara (belum pernah dikunjungi)
26. Gorontalo (belum pernah dikunjungi)
27. Sulawesi Barat (belum pernah dikunjungi)
28. Sulawesi Tengah (belum pernah dikunjungi)
29. Sulawesi Tenggara (belum pernah dikunjungi)
30. Sulawesi Selatan
Leang-leang, Karst Maros-Bantimurung
31. Maluku Utara
Hijau sedikit biru, Pantai Sulamadaha, Ternate
Danau Tolire dan Gunung Gamalama, Ternate

32. Maluku (belum pernah dikunjungi)
33. Papua
Menembus kabut Hidden Valley, Tembagapura

34. Papua Barat (belum pernah dikunjungi)

Kapan giliranmu?


Klik Gambar di bawah untuk Melihat Artikel Lain



Share:

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *