Conversations with the Earth

Monday, January 14, 2013

Perlit, produk letusan gunung berapi, (Cerita dari Provinsi Lopburi, Thailand)


Perlite

Suatu kesempatan yang langka, ketika saya berkunjung untuk mengikuti seminar internasional di Thailand, saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke salah satu tambang perlit, di Pnomchat hill, di Provinsi Lopburi. Provinsi berjarak 200 km dari Bangkok, dan ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 3 jam dari Bangkok menggunakan shuttle bus.

Pemilik tambang ini merupakan dosen dari salah satu universitas di Thailand, yang namanya susah untuk diingat, namun dari penjelasan yang dia buat dari slide nya, di gubug tempat dia menyimpan perlit yang sudah diolah, menunjukkan dia sangat mengenal baik karakteristik dari endapan tersebut. Memang, tidak banyak orang yang bisa bergerak pada 2 sisi yang berbeda, menjadi pengajar, namun juga menjadi pengusaha di bidang yang dia tekuni


Sebagai pendahuluan, perlite (perlit) adalah salah satu batuan piroklastik, salah satu tipe dari volkanik-glass, yang dapat mengembang dan menjadi sangat berpori ketika dipanaskan. Berasal dari bahasa Perancis "Pearl", yang menunjukkan kilap mutiara dari batuannya. Ketika dipanaskan, perlit dapat mengembang hingga 20x dari volume sebenarnya. Prinsipnya sama seperti kita membuat pop corn, dimana volume akan mengembang, namun menjadi lebih ringan. Perlit umumnya berwarna abu-abu hingga hijau, namun bisa berwarna cokelat, biru, ataupun merah. Setelah dipanaskan, perlit akan berwarna abu-abu hingga putih.

Volcanic glass umumnya terbentuk akibar adanya lava yang membeku dari letusan gunung berapi dan membeku dengan cepat. Karena membeku dengan cepat, tidak terbentuk kristal secara sempurna, dan tidak ada kesempatan air akan keluar dari material tersebut. Perlit merupakan grup silikat, yang mempunyai kadar silika yang sangat tinggi. 

Pada daerah yang saya kunjungi, perlit berasosasi dengan tuff dan batu-apung (pumice), yang juga merupakan produk dari batuan piroklastik, dan juga berasosiasi dengan devitrified perlite. Klasifikasi dari material tersebut dibagi berdasakan kenampakan fisik dari batuan.
Banyak struktur minor yang bisa diamati, seperti adanya laminasi, micro-folding atau perlipatan mikro, serta adanya fragmen batuan yang terperangkap dan terkompaksi, sebagai produk adanya letusan di masa lampau.

Setelah perlit diberaikan dengan menggunakan bahan peledak, perlit kemudian diangkut menggunakan dumptruck dan back hoe, untuk kemudian di remukkan dengan menggunakan crusher, dan dibakar sehingga perlit mengembang, dan menjadi sangat ringan. Bahkan perlit yang semula keras, ketika sudah menjadi serbuk dan diletakkan di atas air, perlit akan mengambang di atas air tersebut.
Perlit mempunyai banyak manfaat. Menyerupai bentonit, zeolit, yang dimanfaatkan sebagai penukar ion, perlit juga dapat dipakai untuk keperluan tersebut. Pembuatan beton ringan, kosmetik, campuran bahan makanan hewan dan tumbuhan, penjernih air, merupakan sebagian kecil dari manfaat perlit. Di akhir kesempatan. pemilik tambang tersebut berbaik hati memberikan kami kosmetik, yang diyakini bisa memutihkan wajah. Minat mencoba? 

Di Indonesia, tambang perlit berasosiasi dengan obsidian, yang berada di Samarang, Garut yang ulasan singkatnya pernah saya tuliskan disini.

Tambang Perlit, Pnomchat Hill-Provinsi Lopburi, Thailand

Share:

12 comments:

  1. Kekerasannya berapa menurut skala mohs?. Keterdapatannya dialam seperti apa?

    Saya

    Salam,
    Hendri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Hendri, perlite itu biasanya terdapat bersama-sama obsidian. Perlite yang saya jumpai dulu warnanya putih hingga pink (seperti lempung) , kekerasan mohs nya di bawah kuarsa, sekitar 5-6 dan ciri yang khas, kalau dipanaskan perlite bakal mengembang 20 kali dari volume awalnya

      Delete
  2. kandungan unsur kimia perlite sebagai bahan pembuatan castable spt apa ya..? Mohon pencerahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya kutip dari sini>
      "You will need about 1 part (by volume) of Furnace Cement for each 4 parts (by volume) of Perlite so for a two gallon bag of Perlite you will need a half gallon of Furnace Cement. If you use much less than four volumes of Perlite for each volume of Furnace Cement all of the passages between Perlite beads will be sealed and it will take a long time for the cement to set (it needs contact with air). If you use much more than five volumes of Perlite for each volume of Furnace Cement the resulting material will be quite weak. You will also want to have some Furnace Cement to use as a sealing coat on your lining. The Furnace Cement has about the consistency of roofing tar and is very sticky. It is MUCH easier to work with if you add about 2 cups of water per gallon of cement. This makes it more like a thin plaster."

      sumber: http://makezine.com/2012/04/05/how-tohomemade-castable-refractories/

      Delete
  3. Di sinilah yg perlu kita sadari dan syukuri bahwa Negeri ini sdh mulai menyadari akan Negerrinya sendiri.pembenahan peaturan tambang dan ini semua jg ats perhatian dari pemerhati yg Cinta Negerinya..smg Kita semua bisa sadar dan terbangun dari mimpi urk mencipta..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga negara kita semakin maju dan mandiri ke depannya

      Delete
  4. Hey there, You have done an excellent job. Ill certainly digg it and
    personally suggest to my friends. I am confident they will be
    benefited from this site.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, thank you for visiting and suggesting this web. It is nice to hear your feedback.

      Regards,
      Andy

      Delete
  5. I got what you mean , saved to fav, very decent website .

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi oleh penulis sebelum tayang. Terima kasih

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Blog Archive

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *