Conversations with the Earth

Tuesday, January 1, 2013

Sejarah Erupsi Gunung Papandayan


Gunung Papandayan merupakan gunung berapi yang terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Gunung ini mempunyai ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut. Gunung ini mempunyai jarak kurang lebih 70 km dari Bandung, dan ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 3-4 jam.


Berdasarkan catatan DVMBG, Kawah Mas Gunung Papandayan dapat dicapai dari Bandung dengan kendaraan bermotor melalui 2 jalan alternatif. Jalan alternatif pertama, melalui kota Garut (lama perjalanan sekitar 2 jam), lalu menuju Kecamatan Cisurupan (lama perjalanan sekitar 20 menit) dan dari sini dilanjutkan hingga Kawah Mas (lama perjalanan sekitar 25 menit). Jalan alternatif yang kedua, melalui Pangalengan, melewati daerah perkebunan Garut Selatan (Perkebunan Sedep dan Malabar) hingga perkebunan Cileuleuy (lama perjalanan sekitar 3 jam), dari sini dilanjutkan menuju Kawah Mas (lama perjalanan sekitar 30 menit).

Banyak kawah kecil, cerobong kecil yang muncul semenjak letusan tahun 2002. Muncul beberapa kawah baru yang mengeluarkan bau yang sangat menyengat, seperti Kawah Mas, Kawah Batu, Kawah Nangklak, Kawah Manuk yang termasuk ke dalam tipe solfatar.Namun sebenarnya, sudah banyak catatan aktivitas dari Gunung Papandayan ini. Berikut beberapa catatan terakhir tentang Gunung Papandayan. 

2011 -  Periode kembali aktif/ unrest period
Gunung Cikuray (berwarna biru runcing tampak dari kejauhan), sedangkan Gunung Guntur (bagian kanan, sedikit tertutup oleh perbukitan)

Gunung Papandayan berada pada level 3 (maksimum 4) setelah adanya peningkatan aktivitas. Aktivitas gempa mikro tercatat meningkat sejak bulan Agustus 2011. Adanya deformasi pada batuan, kenaikan temperatur pada bulan Agustus 2011 dari 106.4 hingga 107.5 derajat Celcius, membuat zona siaga ditempatkan sejauh 2 km dari kawah.


2008 -  Periode kembali aktif/ unrest period
Bulan April 2008, status gunung Papandayan meningkat pada level 2 (maksimum 4) akibat adanya peningkatan aktivitas seismik, dan peningkatan solfatar pada 2 kawahnya, di Kawah Mas (245-262 derajat Celcius) dan Kawah Baladagama (91-116 derajat Celcius).

2002 - 2003 Erupsi
Erupsi abu bermula pada November 2002. Erupsi lanjutan terjadi pada Desember, yang mengeluarkan lahar melalui Sungai Cibeureum Gede dan Ciparugpug pada pertengahan Desember 2012. Erupsi ini membuat adanya kawah baru di gunung ini. Erupsi baru berhenti pada Januari 2003.

 Dokumentasi Fotografer Koran Tempo, Arie Basuki, 2002
 Erupsi di Kawah Baru, 2002
 Kerusakan pada kebun teh akibat uap panas, tahun 2002 (http://www.vsi.dpe.go.id)
 Kerusakan pada sawah padi akibat erupsi tahun 2002 (http://www.vsi.dpe.go.id)
Aktivitas erupsi di Kawah Baru, 17 November 2012  (http://www.vsi.dpe.go.id )

1993 Mud Explosion
Pemandangan dari Puncak Papandayan, tampak Pondok Saladah (hijau muda)

Tercatat adanya letusan di Kawah Baru 17 Juli 1993

1942 Erupsi
Erupsi mengakibatkan adanya kawah baru
Pucuk Edelweis di Pondok Saladah, Papandayan

1923-1926 Erupsi
Pada Maret 1923, tercatat adanya 7 erupsi di Kawah Baru akibat adanya gempa bumi di Cisurupan. Januari 1925, tercatat adanya kenaikan temperatur di Kawah Mas dari 364 derajat - 500 derajat Celcius. Erupsi ini menghancurkan Kawah Mas dan Kawah Baru, yang menghancurkan hutan, dan erupsi terjadi do Kawah Nangklak. Pada 1926, tercata adanya lumpur dan sulfur terjadi di Kawah Mas.

1772 Erupsi dan Longsor

Letusan pada 1772 terjadi di kawah utama, dan menghancurkan hampir 40 desan dan korban tewas mencapai 2951 orang. Longsor terjadi hampir di area 10 km (panjang) dan 6 km (lebar).
Natupala HMT ITB (ki-ka: Anindito "Vijay" M, M Najih "Lubi", Andy Yahya "Yayak", Eka Adhitya "Bolink", Tomy Alvin R "Tomy", Setia Pambudi "Obi", Rahmat Fadhillah "Pak Tile", Agathon Chandra "Aga")


http://www.volcanolive.com/papandayan.html
http://www.vulkaner.no/v/volcan/sjordi/bcindo.html
http://geodesy.gd.itb.ac.id/?page_id=288
http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Papandayan
Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi oleh penulis sebelum tayang. Terima kasih

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Blog Archive

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *