Conversations with the Earth

Hiking with kid, why not?

We went to a Polster on my birthday

Menjadi panutan

Saya dan beberapa teman berbagi tentang pengalaman kami berorganisasi kepada mahasiswa baru

Sketch, mostly mountains

I always try to draw a sketch during hiking

Apa itu inklusi fluida?

Inklusi fluida adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan adanya fluida yang terperangkap selama kristal tumbuh. Gas dan solid juga bisa terperangkap di dalam mineral.

Situ Cisanti di Pengalengan, Bandung

50 km dari Bandung, Situ Cisanti terkenal karena menjadi sumber mata air sungai Citarum

Tuesday, September 19, 2017

Endapan mineral dan aurora di Lapland: Finlandia dan Swedia

Seorang geologis dari badan geologi Finlandia (GTK) bercanda dengan salah satu profesor dari Austria.

FIN: "Jadi geologis di Alpen lebih enak daripada di Finlandia, bermodal binocular, duduk di hütte (tempat tinggal di gunung), duduk sambil minum bir atau kopi sudah bisa melihat struktur geologi dari kejauhan. Setelah itu, datang untuk pemetaan detail. Di Finlandia hampir semua di tutupi oleh tundra dan cemara, mencari singkapan harus dimulai dari till (survey fragmen batuan yang tergerus salju) dan geomagnetik."

AUT: "Kami malah ingin bisa seperti geologis di Finlandia. Setelah melakukan survey geofisik, kalian masuk ke hutan untuk sambil membawa senapan untuk berburu rusa kutub sambil memancing."

Akhirnya keduanya tertawa dan hidup dengan damai.

Tundra difoto dari tambang Kiruna

Sekelumit cerita di atas saya dapat ketika saya pergi ke lapangan di Utara Finlandia dan Swedia, yang biasa disebut Lapland. Saya bisa ikut kesini karena ibu negara menyisihkan sisa uang belanja dan tabungan kami, akhirnya cukup buat berangkat ke sini. Memang ada bantuan dari ÖH (semacam organisasi kemahasiswaan), tapi biaya ekskursi mayoritas tetap dari mahasiswa.


Saya mengunjungi bermacam tipe endapan yang jarang dijumpai di Indonesia, beberapa tidak ada karena berbeda kondisi geologinya, seperti: 
- endapan Layered Intrusion yang ditambang untuk Ni-Cr-Cu (PGE), 
- endapan IOCG (Iron-Oxide-Copper-Gold) dan IOA (Iron-Oxide-Apatite) yang ditambang untuk mendapatkan besi dan tembaga (sedikit emas), 
- porfiri-Cu (tembaga)
- orogenik Au (emas). 
Semua endapan berada di iklim Arktik di atas lintang 65 hingga 68 derajat. FYI, batas dari polar circle adalah 66.33 derajat.
Polar circle (yang saya artikan sebagai lingkaran kutub Utara) adalah garis maya yang mengelilingi bumi. Di daerah ini vegetasi didominasi oleh tundra dan semacam cemara. Di lintang yang lebih tinggi, jumlah pohon tinggi makin berkurang dan hanya lumut tebal, "red berry" dan "black berry" yang bisa dijumpai. Rusa kutub (reindeer, elk) sering saya jumpai di sepanjang jalan (terutama Finladia) dan sering kali rusa nyebrang jalan sembarangan dan membahayakn mobil. Reindeer hidup secara berkomunitas sedangkan elk hidup menyendiri.

TIPE ENDAPAN
Layered Igneous Complex (LIC)

Saya tidak tahu apa istilah bahasa Indonesianya jadi saya tulis dalam bahasa aslinya. Finladia adalah pemain besar dalam logam nikel, kromium dan PGE (platinum group mineral) di Eropa (nomor satu adalah Rusia). 

Endapan ini adalah tipe endapan magmatik yang terbentuk akibat diferensiasi magma. Magma yang didominasi oleh sulfida akan mengendap terlebih dahulu karena densitas yang tinggi, diikuti oleh presipitasi magma silikat. Host rock adalah batuan ultrabasa, seperti piroksenit (90% batuan disusun oleh piroksen), peridotit dan gabbro. Saya mengunjungi beberapa Complex, di Kontijaarvi, Suhanko dan Kemi. Batuan ini memotong batuan dasar (basement) yang berumur Archean (3.5 Ga) dan mineralisasi berkisar antara 2.44-2.45 Ga. 
Layered mafic intrusion-Kontijaarvi yang di ambil sampelnya dengan metode channel sampling (komparator palu). Channel dibuat memotong intrusi.
Layered mafic intrusion-Kontijaarvi yang di ambil sampelnya dengan metode channel sampling (komparator palu). Channel dibuat memotong intrusi.
Piroksenit yang memotong batuan ultrabasa

Endapan LIC umunya diekstrak untuk mengambil kromium, karena endapan ini mengandung mineral kromit (FeCr2O4). Di bagian tepi atau bawah dari intrusi umumnya mengandung nikel sulfida dalam mineral pentlandit (Fe,Ni)9Sdan sering mengandung PGE atau platinum-group-element. Di Indonesia, setahu saya endapan LIC dan nikel sulfida sangat jarang, dan di beberapa kompleks ofiolit, terdapat endapan kromit, baik kromit aluvial maupun kromit primer, seperti di Meratus Basin di Kalimantan Selatan, ofiolit di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. 

Iron-Oxide-Copper-Gold (IOCG) - Porphyry Cu
Aitik adalah salah satu tambang tembaga dengan metode open pit terbesar di Swedia dan salah satu yang terbesar di Eropa. Endapan ini mempunyai kadar tembaga yang sangat rendah, cut-off-grade hanya 0.22 %. Dan yang menarik, tambang ini mempunyai stripping ratio 1:1, artinya untuk bisa mengekstrak 1 ton tembaga, kita perlu mengupas 1 ton overburden. Dengan rasio seperti ini, perusahaan (Boliden mining) bisa mengelola tambang dengan sangat ekonomis. Mineral logam yang dijumpai antara lain kalkopirit, pirit dan magnetit, dan sedikit sekali emas. Terdapat molibdenit (mineral pembawa ikutan) sebagai mineral asosiasi, namun kadar dan biayanya sangat rendah. Recovery dari tambang sekitar 90%, sayangnya recovery untuk emas sangat rendah, hanya 50%.
Tambang tembaga-besi-emas Aitik
Hanukkainen mine - magnetitt-kalkopirit-(emas?)
Hanukkainen mine - magnetitt-kalkopirit
Hannukainen mine - Biotit-potassium feldspar

Iron-Oxide-Apatite

Kirunavaara (dalam bahasa Sami-bahasa lokal Swedia- berarti gunung anjing kutub) terletak di kota bernama Kiruna. Kiruna (saya singkat) adalah tambang besi terbesar di Eropa. Material utama yang ditambang adalah magnetit, hematit dan apatit adalah mineral ikutan yang utama. Tambang ini terletak di Utara "polar circle", sehingga hampir 8 bulan dalam setahun diselimuti musim dingin.

Tambang besi IOA Kiruna difoto dari tambang Luossavaara

Kiruna menurut "economic geologist" mempunyai endapan yang unik, karena endapan magmatik ini sangat didominasi oleh magnetit dan apatit, sehingga endapan ini disebuf IOA. Endapan ini dipisahkan dari sub-klasifikasi IOCG karena tidak mempunyai COPPER dan GOLD. Bentuk endapan bervariasi, mulai dari vein masif yang mengandung magnetit, besi ekstrusif dalam bentuk endapan lava, serta di beberapa tempat magnetit menjadi matriks breksia bersama-sama batuan samping (riolit atau riodasit).
Matriks yang mengisi dari breksia adalah magnetit. Matriks adalah riolit dan riodasit. Lokasi di hanging wall Kiruna 

Magnetit yang ditambang dengan metode sub-level caving. Semua peralatan produksi dilakukan secara full-otomatis dan semua peralatan tambang (jumbo-drill, loader) dikontrol dari permukaan. Tambang ini berada di 800 meter di bawah permukaan, dan pekerja tanbang yang bertugas di level 1365 m hanya mengontrol aktivitas loading dan reparasi alat. 

Karena tambang ini berada di Arctic, suhu di dalam tambang dibuat stabil di rentang 18-20 derajat, sehingga pekerja tidak kedinginan. Ruangan kantor di cat warna putih dan diberi daun-daunan supaya pekerja tidak merasa seperti di dalam tambang. Sayangnya tambang ini melarang untuk memfoto semua propertinya, sehingga saya hanya mempunyai beberapa foto singkapan di permukaan. 
Kota Kiruna dari tambang besi Kirunavaara

Orogenic Au
Central Lapland Greenstone Belt adalah sebutan untuk daerah di Utara Finlandia. Daerah ini didominasi oleh batuan yang berwarna hijau (greenstone) yang ditutupi oleh batuan vulkanik dan batuan sedimen yang termetamorf kan, yang menutupi batuan dasar yang berumur Archean. Endapan emas orogenik di daerah ini dikontrol oleh sesar dan rata-rata dicirikan oleh kandungan emas yang tinggi dan perak yang rendah (gold-rich silver poor), atau mempunyai gold fineness yang tinggi (gold fineness = rasio atom antara emas dan perak= 1000 x Au[Au+Ag]). 

Di beberapa lokasi di Lapland, emas orogenik ditemukan di batuan komatiite, batuan ultrabasa yang terbentuk dari mantel dan mempunyai kadar silika, alumunium dan potasium yang rendah, serta mempunyai magnesium yang sangat tinggi. Di beberapa tempat, emas orogenik berada di komplek ofiolit dan di komplek ofiolit ini kita masih bisa menjumpai lava bantal.
Lava basa ditunjukkan oleh palu. Di sela-sela lava bantal, ada rim berwarna kehitaman yang menunjukkan reaksi di tepi lava dengan late fluid (carbonate)

Leisure
Abisko National Park
Jadi, dari dulu saya pengen banget punya tas dan jaket fjällräven. Setelah bertahun-tahun kepengen, akhirnya saya masih ga mampu beli, padahal teman ada yang jual barang ini di bawah harga pasar. Dari semua seri, ada nama yang selalu terngiang-ngiang, ABISKO. Dan, ga nyangka, pembimbing saya yang demen banget dengan gunung mengajak kami ke Abisko untuk melihat singkapan disana. 
Pegunungan Kaledonia (sumber: quora.com)

Beeeuh, padahal ga ada jadwal untuk ke daerah ini di jadwal kami, karena taman nasional ini cukup jauh di Utara. Di Abisko, banyak dijumpai air terjun dan danau. Pegunungan di daerah ini terbentuk antara dua kraton (kerak benua), yang disebut pegunungan Caledonides, dan Abisko hanya sebagian kecil dari pegunungan Caledonides. Abisko adalah kontak antara Norbotten Craton dan Caledonides. Caledonian orogeny adalah even orogenik yang membentang di Utara Swedia, Utara Norwegia, Islandia, Greenland dan Utara Inggis. 

Abisko dari Björkliden

Pegunungan Kaledonia
Perjalanan menuju Abisko

Aurora Borealis
Saya sempat melihat radiasi dari matahari ini di salah satu kota tempat kami tinggal. Sayangnya, langit sedang mendung jadi intensitas radiasinya lemah. Saya sendiri karena tidak punya kamera yang mumpuni hanya bisa menikmati langit Utara ini hanya satu jam an. Kami menunggu di lapangan sepak bola, karena jika di sekitar kita cahaya dari sekitar membuat kita susah melihat aurora. Untungnya teman (Tim Steiner) sempat mengabadikan dengan kameranya.  
Aurora courtesy: Tim Steiner

Levi
Levi adalah kota di Utara Finlandia yang terkenal dengan resort ski-nya. Saya sempat menginap beberapa hari disini, dan sempat hiking sehingga bisa melihat kota Levi dari atas. Saat sudah sampai di atas, ternyata banyak bulu dari rusa kutub yang menempel di rumput-rumputan. Levi juga terkenal karena arena ski slalomnya. Rusa kutub sering membahayakan pengendara mobil, karena mereka sering menyeberang jalan di tengah-tengah hutan.
Bulu rusa
Rusa kutub di sepanjang jalan
Kota Levi
Model iklan sampo :D

Share:

Saturday, September 9, 2017

Katili dan Goethe tentang Innsbruck

JA Katili, JW Goethe dan Frank Mecher. JA Katili produk asli Indonesia asal Manado, dua yang terakhir berkebangsaan Jerman. Mereka semua punya kenangan indah tentang Innsbruck, salah satu kota di Tirol, Austria. 

JA Katili (John Ario Katili) sempat belajar di Innsbruck, Austria di tahun 1956. Buat yg belum terlalu familiar dengan nama di atas, beliau adalah Bapak geologi Indonesia. Untuk belajar di Universitas Innsbruck, beliau mendapat support dari organisasi "Rotary". Beliau belajar petrografi dari seorang profesor bernama Bruno Sander, seorang ahli petrografi. Menurut Pak Katili, Innsbruck menurut beliau sangat spesial. Beliau pernah menulis tulisan berjudul "Mutiara di Pegunungan Alpina". Sayang, teks asli dari tulisan ini belum saya temukan di dunia maya, hanya ada resensi kritik oleh HB Jassin tentang tulisan Katili tersebut. Dari buku "Biografi JA Katili, Harta Bumi Indonesia", HB Jassin menulis: 

"Masa menulis kotanya saja? Apa sih isinya? Apa sih kebudayaannya? Bagaimana sih kota itu berkembang? Tradisi atau warisan apa sih yang diberikan oleh kota itu ke kebudayaan Eropa?" 

Innsbruck, 2017

Kebetulan, karena saya baru saja pulang dari pulang dari Innsbruck untuk mempresentasikan riset saya, saya coba bantu menjawab pertanyaan yang diajukan HB Jassin ke JA Katili. 

JW Goethe (Johan Wolfgang von Goethe), yang namanya diabadikan jadi nama institut untuk belajar bahasa Jerman, juga menulis hal yang sama tentang Innsbruck. Di buku yang dia tulis, "Italienische Reise" (perjalanan ke Italia), ada salah satu sub bab "Karlsbad bis auf den Brenner" (dari Karlsbad hingga ke Brenner), Goethe menulis:

“Innsbruck liegt herrlich in einem breiten reichen Tale, zwischen hohen Felsen und Gebirgen. Erst wollte ich dableiben, aber es ließ mir keine Ruhe. […] Von Innsbruck herauf wird es immer schöner, da hilft kein Beschreiben.“ (Goethe, Johann Wolfgang: Italienische Reise, 1992, S. 16).

Artinya kurang lebih begini (saya bukan mahasiswa sastra Jerman, semoga ga mengubah makna):
"Innsbruck terletak di dataran yang luas, diantara gunung yang tinggi dan lembah. Awalnya saya ingin tinggal disini, namun saya tidak menemukan kedamaian. Dari Innsbruck menuju ke daerah yang lebih tinggi (gunung?), pemandangannya menjadi semakin indah. Tidak ada kata untuk menggambarkannya."

Innsbruck terletak di lembah di dataran alluvium (aluvial) dari sungai Inns. (Inns: nama sungai, bruck=jembatan). Kota ini menurut saya juga indah. Di utara Innsbruck adalah Pegunungan Karwendel, bagian dari Northern Calaceous Alps (NCA)(Alpen Kapur bagian Utara) yang tersusun oleh reef (terumbu) dan laguna. Saya pernah menulis tentang Northen Calcareous Alps ini di halaman ini. "Innsbruck's geology in a nusthell" alias secara sederhana bisa dibaca di halaman ini.
Innsbruck, 2016

Universitas ini sangat kuat di bidang petografi, geologi struktur, experimental petrology, dan metamorphic petrology, salah satunya karena kontribusi dari Bruno Sander. Nama beliau diabadikan menjadi salah satu gedung di Universitas Innbsruck, dan tahun 2016 lalu, saya pernah mengikuti konferensi, dan salah satu sesinya berjudul "Bruno Sander Legacy."  Tahun 2016 dan 2017 lalu, tiap saya datang ke Innbsruck, selalu untuk menghadiri konferensi bidang mineralogi dan petrografi. Saya jadi paham kenapa Pak JA Katili ketika pulang dari Innsbruck juga membawa banyak referensi tentang petrografi.

Kalau JA Katili bisa jadi bapak Geologi, Goethe namanya diabadikan jadi goethite, saya cuma bisa corat-coret sedikit tentang indahnya kota ini. Konferensi tentang mineralogi ini sudah selesai, bos yang dulu magisternya di Innsbruck saya cuma bilang "Gut gemacht und keine frage", semoga memang orang-orang memang ngerti kerjaan saya. Hahaha.

Frank Melcher, yang dulu berkuliah master di Innsbruck, sempat mengajak saya hiking di kota di selatan Innsbruck. Selama di Innsbruck, Frank yang "freak" dengan Alpen pernah bercerita, selama dia kuliah dulu, Innsbruck jadi kota yang pas buat dia. Dia selalu kabur di weekend untuk panjat tebing atau hiking, dan kembali senin pagi sambil terkantuk-kantuk.

Selama 2,5 tahun tinggal di Austria dan melihat (sedikit) kota-kota Austria, Innsbruck jadi kota favorit saya. 
Air di sungai Inns yang berwarna biru muda, sangat unik. Jangan tanya saya kenapa warnanya begitu, apa karena endapan karbonat di dasar sungai atau ganggang, saya ga ada ide. Kota ini punya keramaian, kota ini punya universitas dengan ilmu geologi yang cukup bagus, dan Innsbruck dikelilingi Karwendel, Alpen.

Saya ga nyontek Katili, Goethe atau Frank yang sama-sama mengidolakan Innsbruck. Walaupun Innsbruck itu indah, sayangnya, biaya hidup disini lebih mahal dibanding kota lain di Austria, mungkin karena kota ini berbatasan langsung dengan Jerman dan dekat München dan Zürich, Swiss. Banyak orang-orang yang tidak punya rumah (obdachloss, DE) dan tidur di halte, parkiran gereja, atau di lorong-lorong jalanan. 


Innsbruck dari Selatan, 2016

Kalau boleh berandai, saya pengen bisa kembali lagi ke Innsbruck, semoga kunjungan ketiga tetap berhubungan dengan geologi, seperti sebelum-sebelumnya. Tapi, seindah apapun kota ini, tetap lebih indah Malang. Jadi pengen makan makan nasi madura di kidul pasar besar, hahaha.

sumber:
1. Biografi JA Katili, Harta Bumi Indonesia
2. Krainer, K.; Meyer, M. 2016. Innsbruck´s geology in a nutshell: from the Hafelekar to the Hötting Breccia. Geo.Alp, Vol.13 2016 215 - 228.
3. https://orawww.uibk.ac.at/apex/uprod/f?p=LLW:4:0::::P4_ID:1340. Tanggal akses 9-9-2017
Share:

Monday, August 28, 2017

Video 6 - Kecenya Replika Kapal Pengangkut Anggur Bangsa Romawi



Terletak di danau kota Neumagen Dhron, kapal Stella Noviomagi ini bukan kapal asli, melainkan replika dari kapal yang dibuat tahun 220 setelah masehi oleh bangsa Romawi. Replika dibuat karena kapal aslinya punya sejarah sebagai pengangkut produk anggur setempat. Apalagi, kota ini memang terkenal sebagai daerah penghasil anggur tertua di Jerman. Pengunjung boleh naik kapal saat hari libur, lho! 
Share:

Video 5 - Menikmati Indahnya Sungai Mosel dari Kastil Kerajaan Romawi



Berada di puncak tebing sungai Mosel, Kota Bernkastel Kues, Jerman, Kastil Landshut yang merupakan peninggalan kerajaan Romawi ini berdiri tegak dan menjadi destinasi wisata. Hebatnya, kastil berumur 740 tahun dan sempat terbakar ini tetap utuh dan kokoh. Walau restoran dan kafe kastil belum bisa didatangi karena masih dalam tahap renovasi, wisatawan tetap ramai datang untuk melihat pemadangan sungai Mosel.
Share:

Sunday, August 20, 2017

Hidup ini keras, Bung

Sarah-Kirk bla bla.. saya lupa nama lengkapnya. Afro, sepertinya dia yang memimpin kru swiss air di airport Zürich saat itu. Saya hanya transit sebentar untuk penerbangan berikutnya. Ketika saya datang untuk cek paspor dan tiket, dia meminta saya mengambil semua barang saya, mengambil tiket, dan saya diminta mengantri di sebuah kubikel berwarna hitam, "Please follow me."

Apes, cuma itu pikiran saya. Saya datang ke profesor saya, 
M:"I have to leave you for a moment, the woman right there asked me to go with her." 
P:"Why?" 
M:"I don't know yet."


Saya masuk ke kubikel berwarna gelap tidak jauh dari lokasi boarding, ruangannya terbuka, hanya tertutup saja dari luar. Sarah meminta saya duduk, di dalam seorang wanita sudah menunggu (berlogat India) meminta saya untuk menunggu petugas lain.

Datang laki-laki, berbaju security,  meminta saya melepas sepatu dan mengecek lengan, kantong celana sampai kaki. Nihil. Sarah-kirk juga tidak menemukan sesuatu yg aneh di tas dan kantong basoka berisi poster itu. Tapi saya tahu, mbak acha acha nehi-nehi mengambil sidik jari di alat elektronik saya, untuk dia cek di scanner di komputernya. Sepertinya nihil, Sarah-Kirk seperti memberi kode ke wanita India itu.

Saya diminta ke loket passport control, untuk ditanya apa tujuan saya, dimana menginap, kapan kembali ke Austria dsb, oleh petugas lainnya. Saya jawab apa adanya dan jujur, saya tanya balik dalam Jerman ke wanita itu mengapa saya diperiksa. Ketika saya tanya balik, kenapa saya di cek di kubikel itu, tidak ada jawaban, seperti pura-pura tidak mendengar. Saya ulang pertanyaan ke Sarah-Kirk. Nihil.

Profesor saya cuma bisa melihat dari jauh dan menanyakan "everythings fine?". Lewat kode tangan, saya cuma bisa menjawab geleng kepala dan angkat tangan tidak tahu.
Sarah-Kirk memberikan kembali tiket saya yang sebelumnya ditahan olehnya, dan di tiket sudah ada cap "security guard" berwarna kuning dan tulisan "HS" atau "4S", tulisannya besar tapi tak terbaca. Dia mencoret nama saya dari daftarnya, "Have a nice flight."
Bujubuset. Gitu doang.

P:"What happened?" 
M: "No explanation." Profesor saya mencoba mencairkan suasana, 
P:"Maybe you should buy a new family name, Schmidt, Meyer or anything you like. They randomly checked only from your family name."

Siiit...

Saya ambil positifnya. 3 dari ratusan penumpang menuju Montreal mendapat perlakuan ekstra, termasuk saya. Di kubikel yang sama, puluhan orang mengantri untuk keberangkatan ke Las Vegas, dan ketika saya tanya, mereka ga tahu untuk apa di cek disana. Mereka berpaspor Swiss, Jerman, dan beberapa dari Eropa Timur. nyway. Kalau memang itu gara-gara embel2 nama saya, ya sudah lah, "that's a life as a foreigner, as a minority." Suka ga suka, adil ga adil, seperti itu realitanya. 


Saya cuma bisa berdoa supaya diberi keselamatan dari Allah. Life is tough. 
At least masih dapat nasi goreng 5 langkah dari penginapan.
QC, CA
Share:

Wednesday, August 16, 2017

Video 4 - Lake Leopoldsteiner, North Alpen

 
Keluarga Ini Ajak Anaknya Trekking ke Kaki Gunung Alpen
Ingin kenalkan buah hati dengan alam? Bisa lho dengan mengajak mereka trekking. Seperti yang dilakukan keluarga Andy Hakim yang mengajak buah hatinya ke Danau Leopoldsteinersee di Austria. Selain pemandangannya indah dan udaranya sejuk, anak-anak bisa mengikuti jalur trekking yang mudah sambil melihat aneka flora dan fauna di sepanjang jalan. Wah seru banget ya!


Share:

Wednesday, August 2, 2017

Iseng-iseng jadi jurnalis di TV Indonesia

Projek iseng-iseng Vidya (dan sedikit saya) buat mengisi waktu luang*. Bermodalkan kamera Nikon yang sudah cukup berumur dan diselotip sana-sini, alhamdulillah beberapa video kami di terima NET TV dan bisa tayang di NET Citizen Journalist. Lumayan, bisa buat nabung buat ganti kamera kalau nanti kamera Nikon ini sudah pensiun. Klik gambar untuk melihat videonya. Enjoy!

Video 1 - Ajak Anak Mengeksplorasi Air dan Alam di Pulau Buatan
Bisa menyusuri ilalang, bermain air di pancuran, hingga bermain pasir kerikil! Enggak cuma sebagai wahana bermain anak, arena publik ini juga bisa mengasah indera si kecil juga lho. Berbagai arena permainan air yang asyik ini terdapat di Wasserspielplatz di kota Wina, Austria. Kalau udah main di sini, anak-anak pasti dijamin betah deh!


Ingin melihat indahnya pegunungan Alpen, cobalah berkunjung ke sini. Yup! Inilah Dachstein, salah satu puncak tertinggi pegunungan Alpen di Austria. Untuk mencapai puncaknya, kamu bisa coba naik gondola. Di sini kamu bisa menikmati pemandangan salju abadi dari jembatan gantung yang panjang. Wooow!


Bingung mau ajak anak ke mana pas summer holiday kali ini? Ajak anak hiking bisa jadi pilihan. CJ Vidyasari merekomendasikan Pegunungan Alpen di kota Präbichl sebagai destinasinya. Lewat jalur yang paling pendek, bisa ajak si kecil nikmati pemandangan hutan pinus, menyusuri ilalang, dan melihat sapi yang sedang merumput. Pastinya perjalanan ini akan menjadi hiking ceria karena panorama Pegunungan Alpen luarr biasa indahnya apalagi ditempuh bersama keluarga!

Video 4 - Wisata alam bersama buah hati
Ingin kenalkan buah hati dengan alam? Bisa lho dengan mengajak mereka trekking. Seperti yang dilakukan keluarga Andy Hakim yang mengajak buah hatinya ke Danau Leopoldsteinersee di Austria. Selain pemandangannya indah dan udaranya sejuk, anak-anak bisa mengikuti jalur trekking yang mudah sambil melihat aneka flora dan fauna di sepanjang jalan. Wah seru banget ya!

 


Dan akhirnya, senjata kami untuk membuat video.... Nikon AW100!

Footnotes
*Vidya ga terima kalau NET CJ ini projek waktu luang, soalnya tiap dia ngerjakan video, selalu nunggu anak tidur atau waktu setelah solat subuh. hehe
Share:

Monday, July 31, 2017

Video 3 - Hiking with kids in Polster, North Alpen



Video 3 - Hiking bersama buah hati 
Bingung mau ajak anak ke mana pas summer holiday kali ini? Ajak anak hiking bisa jadi pilihan. CJ Vidyasari merekomendasikan Pegunungan Alpen di kota Präbichl sebagai destinasinya. Lewat jalur yang paling pendek, bisa ajak si kecil nikmati pemandangan hutan pinus, menyusuri ilalang, dan melihat sapi yang sedang merumput. Pastinya perjalanan ini akan menjadi hiking ceria karena panorama Pegunungan Alpen luarr biasa indahnya apalagi ditempuh bersama keluarga!
Share:

Wednesday, July 26, 2017

Hiking with Kid, why not?


July 17th, 2017. We packed our lunch, children carrier, water and took a bus at about 8.40 from Leoben Annaberg. The bus costs 4 Euro/ person, because we have zwei und mehr discount card (Steirische Familienpass), which allow reduced price (38%). Unfortunately, the OeBB Vorteilscard Family cannot be used oin Postbus. It tooks for about 40 minutes from Leoben to Praebichl. 
At around 9.30, we arrived at Praebichl bus stop. Although it is a summer time, the wind blows mildly. It was too cold for Vidya, so she tooks her jacket, but Aqila insisted that it was not cold. From the bus stop, we searched for the hiking route and Aqila, our 3 years old toddler was very excited. We followed the hiking signature "Erzwanderweg."
 
From there, the hiking trails was surrounded by high trees (pine?) and moss. Aqila can still manage and did not want to sit in the bike carrier. After 1 hours walked, she was tired and wants to sit in the bag. I was surprised that she could managed to hiked by herself. We took the shortest way to reach Polster from Praebichl, which means, the steepest route. After high trees, the scenery is more opened and we can saw the Polsterschutz huette. From that point, the route split into two. To the left is Polster and the other side is the "knappensteig" to Leobnerhuette. We took the left and no more high trees surrounding us. 
 It was 11.00, and Vidya got tired and was hungry. We decided to stop in a beton under the "sessellift", where scenery to Reichenstein, Erzberg and Kaiserschild are clearly be seen. Aqila was excited and I offered her pen and paper to draw. It was one hour break. Some other hiker was behind us, some brought their "flying bags" (i do not know how to say). 
It was 12.00, we continued until Polsterschutz huette. It tooks less than 1 hour and we met Ludwig, the owner of those huette. We ordered a cup of coffee and black tea. It was only 6 people on that huette. We were three, Ludwig and another couples above. Ludwig said, that the polster lift will be renovated soon. He seemed happy, because more people will come on winter, but he said, he cannot depending only from those huette. It was a hobby for pensionist, he said.
 
From huette, we continued our steps to Polster. In half an hour, we arrived at the top of Polster. Hurraaay, I celebrated my 29th birthday in Polster....
We stayed for about 20 minutes and enjoyed the scenery, and follow the routes into the Leobner huette, and tooked the zigzag trails until back to Praebichl. It was longer than I expected, and we arrived back at bus halte at 16.25. In totals, it tooks 6 hours of walked (1 hour Aqila walked by herself) and 5 hours in my bag. My shoulder was getting red, because then I realized that the bag was a little bit inclined. Anyway, I am pleased that Vidya, Aqila enjoyed this trip, and asked me "where will we hike after this?".  I just smiled to her. 
 




Video 3 - Hiking bersama buah hati 


Share:

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari mulai menulis dan bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *