Conversations with the Earth

Endapan mineral di Finlandia dan Swedia

Perjalanan saya ke lingkaran kutub utara

Atlas of ore minerals: my collection

Basic information of ore mineralogy from different location in Indonesia

Sketch

I always try to draw a sketch during hiking

Apa itu inklusi fluida?

Inklusi fluida adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan adanya fluida yang terperangkap selama kristal tumbuh. Gas dan solid juga bisa terperangkap di dalam mineral.

Situ Cisanti di Pengalengan, Bandung

50 km dari Bandung, Situ Cisanti terkenal karena menjadi sumber mata air sungai Citarum

Tuesday, August 25, 2015

Menentukan Rumus Kimia Mineral dan Mengeplot ke Diagram Ternary

Update: 27 Oktober 2016

1. Menghitung persen berat elemen pada mineral kalkopirit (CuFeS2)
Data yang diperlukan:
a. rumus kimia mineral
b. massa atom (atomic weight) dari tiap elemen pada kalkopirit

Jawab:
* kita tahu rumus kimia kalkopirit adalah CuFeS2
* Tentukan massa atom dari Cu, Fe, dan S
* Tulis jumlah atom pada masing-masing elemen (mis. S=2, Cu=Fe=1)
* Kalikan massa atom dengan jumlah atom
* Jumlahkan total dari berat molekul
* Bagi berat molekul dengan total berat molekul

2. Menghitung rumus kimia mineral dari analisa kimia (SEM/EDS atau EMPA). Kita ambil contoh kalkopirit.
Data yang diperlukan:
a. persen berat (weight% dari tiap elemen)
b. massa atom (atomic weight) dari tiap elemen yang ingin dicari
Jawab: 

* Misalkan data yang diperoleh dari hasil analisa kimia dinyatakan dalam persen berat
* Bagi persen berat dengan massa atom
* Misalkan hasil analisa menunjukkan Cu= 35, Fe= 31, S=35. Hasil analisa ini sebenarnya kurang baik, karena total dari analisa SEM= 101. Anggap saja hasilnya seperti itu
* Bagi persen berat dengan massa atomnya
* Sederhanakan untuk mencari bilangan bulat terbesar
===========================================================


Sering kali kita tidak tahu bagaimana cara mengolah data yang sudah didapat dari analisa batuan yang dilakukan di laboratorium. Padahal untuk meng-analisa whole rock analysis maupun spot analysis memerlukan biaya yang tidak murah. 
Atau kasus lain, kita bingung untuk menentukan nama mineral dari hasil analisa XRF (X-ray Fluorescence), EDX (Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy) atau WDX (Wave Dispersive X-Ray Spectroscopy). Data yang kita dapat hanya intensitas elemen dan kita harus menentukan mineral tersebut. Sebagai catatan, hal ini dilakukan jika analisa yang dilakukan adalah analisa semi-kuantitatif atau kuantitatif (penjelasan analisa kualitatif, semi-kuantitatif dan kuantitatif dari Bruker)
Kali ini, saya coba bagi beberapa tips untuk menentukan mineral-mineral yang kita dapat dari hasil analisis tersebut, kemudian kita plot dalam Diagram Ternary.

1. Menentukan Nama Mineral
Sebagai ilustrasi, saya melakukan spot analisis (titik hijau) untuk mengetahui mineral yang belum saya ketahui. Analisa saya lakukan dengan menembakkan sinar X-Ray ke point yang dituju. Point yang dibombardir tersebut akan mengeluarkan energi eksitasi yang ditangkap oleh detektor. Hasil analisa nya sebagai berikut. 

Jika data yang kita mendapatkan persen berat (lihat kotak hasil analisa), kita melihat elemen O, Na, Al dan Si mempunyai prosentase yang cukup tinggi dengan total hasil analisa 95,77% . Nah, sekarang kita akan menentukan, apa mineral yang mungkin muncul dari elemen tersebut.


Langkahnya sebagai berikut.
1. Fitur chemsearch yang bisa di akses di web mindat.org .
 2. Masukkan elemen yang akan dicari. Dalam contoh di atas, kita akan mencari mineral yang mengandung elemen O, Na, Al dan Si
3. Klik Search for Minerals
4. Akan muncul banyak kemungkinan mineral yang di rekomendasikan oleh web ini. Dari sini, pengetahuan geologi kita diperlukan, untuk melihat kemungkinan mineral yang teramati. Dari sini, kita lihat bahwa Albit adalah mineral yang sedang kita cari karena memenuhi persyaratan dari elemen yang kita cari.
5. Untuk memastikan, kita perlu melakukan perhitungan dari hasil analisa yang sudah kita dapat, dengan menghitung mol dari elemen dari data % berat. Bagaimana caranya? Ini ada link menarik dari Montana University untuk menghitung mol dari % berat , dan sudah disediakan excel yang cukup membantu.

Saya berikan salah satu contoh untuk Labradorite:
Saya menggunakan perhitungan yang sudah disediakan oleh Montana University.

Setelah disalin di Microsoft Word, hasilnya sebagai berikut.

Contoh soal perhitungan mineral dan solusi (21 Februari 2017)

2. Mengeplot ke Diagram Ternary
Hasil tersebut bisa di plot dalam Diagram Ternary. Beberapa open source dari diagram ternary bisa dilihat di Montana University atau dapat men-download di beberapa link di bawah.
- Link 1 -- Ternplot (excel)
- Link 2 -- Excel Template for Ternary Diagram (excel)


- Link 3 -- Tri Plot (excel) --> saya menggunakan link ini, memungkinkan untuk memodifikasi
- Link 4 -- Ggtern (install)
Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, dengan senang hati saya membantu jika saya bisa. Semoga bermanfaat.

Menghitung ulang persen atom mineral:

Amphibole
Axinite
Biotite (trioctahedral mica)
Carbonates
Chlorite
Chromite
Columbite-Tantalite
Feldspar
Garnet
Muscovite (dioctahedral mica)
Phosphates
Prehnite
Pyroxene
Spinel
Staurolite
Sulphides
Tourmaline
Wodginite
Wolframite
Element to Oxide conversions
Chondrite normalize a REE mineral analysis
===========================================================
menentukan  mineral dengan memasukkan data persen berat
contoh: Au dengan persen berat 80% , maka kemungkinan mineralnya:
Listing of 2 Records containing *a.element = 'au' and a.weight_percent between 72 and 88*
Mineral% Au%%
 Bezsmertnovite  78.56     
 Tetra-auricupride  75.61     

Oleh-oleh dari Natur Historische Museum di Wina.
Ada yang perlu emas untuk cincin? Itu 60kg, silahkan... (photo by: Helmy S. Alam)
Nugget dari Australia (photo by: Helmy S. Alam)


Klik Gambar di bawah untuk melihat artikel lain




Share:

Sunday, August 16, 2015

Mencari Arti Merdeka



Saya tidak pernah membolos upacara bendera selama 12 tahun sejak SD hingga SMA. Tiap pemimpin upacara menginstruksikan untuk hormat kepada bendera, saya selalu melakukannya. Rutinitas ini saya lakukan tiap upacara. Simbol negara tidak pernah saya buat main-main. Selama masa itu pula, saya merasa status kewarganegaraan yang saya dapat hanya masalah ruang dan waktu, karena saya lahir di Indonesia, saya mendapat kewarganegaraan Indonesia. Tidak ada yang spesial. Justru dari situ muncul pertanyaan saya, "Apa sebenarnya arti merdeka?"

Tidak ada yang salah dengan proses upacara itu. Pembina upacara sudah dengan sering menyampaikan dalam pidato dan amanatnya. Saya mendengarkan, namun saya yang bawaannya memang agak "ndableg" masalah ideologi, harus mencari sendiri jawaban pertanyaan saya tadi. Dalam kasus saya, perlu lebih dari 12 tahun untuk benar-benar memaknai arti dari hormat kepada bendera dan memahami perjuangan para pendahulu. Beberapa mungkin lebih baik dari saya dengan bisa memaknai hal-hal tadi dengan cepat, tidak 12 tahun seperti saya. Namun sangat menyedihkan melihat beberapa orang bahkan tidak peduli lagi dengan arti dari simbol negara dan kemerdekaan. Anda boleh tidak suka dengan karakter seorang pemimpin, tapi bukan berarti anda selalu berperilaku negatif dengan menyampaikan opini-opini yang ga makin membawa ke perubahan positif, malah bikin pembacanya makin emosi dengan anda.

Sampai suatu ketika, saya memaknai sendiri apa arti "merdeka" dari guru-guru kehidupan.
1. Saya memaknai arti "merdeka" dari dua anak perempuan di Geunteut (Aceh) yang susah untuk membaca di umurnya yang 10 tahun karena kurang mendapat pendidikan yang baik. Semula 2000 orang kepala keluarga ada di kampung mereka, namun sekarang hanya tersisa 500 orang KK karena sebagian dari mereka meninggal dunia saat tsunami Aceh. Mereka bersemangat sekali untuk belajar, sayang mereka tidak berada di lingkungan yang baik untuk mendukung pendidikan yang berkualitas.

2. Saya memaknai arti "merdeka" dari orang-orang di Long Pahangai dan Long Apari (dua kecamatan terluar di perbatasan Kaltim, Malaysia), dimana saya harus membayar nasi dan telor dengan harga 30 ribu. Ongkos speed boat mencapai lokasi itu hampir 5 juta per orang dengan perjalanan hampir 2 hari tergantung deras tidaknya arus sungai. Transportasi darat belum sampai di daerah itu, semua harus ditempuh dengan sungai. Semua harga 4 hingga 5 kali dibandingkan harga di Jawa. Apa yang membuat saya trenyuh, ada beberapa riam (jeram) yang tidak bisa dilewati oleh kapal yang penuh dengan penumpang. Orang harus berjalan di sepanjang batuan di beberapa titik jeram untuk menghindari badan kapal terbentur dengan bebatuan.

3. Saya memaknai arti "merdeka" dari penambang rakyat yang masuk ke dalam terowongan lebih dari 100 meter sambil jongkok untuk mengambil batuan yang mengandung emas . Beberapa batu mulia yang menjadi bahan dari batu akik juga ditambang dengan metode seperti itu, dengan metode tambang bawah dengan oksigen terbatas, kondisi kerja yang basah karena air harus dipompa keluar, dan keamanan kerja yang sangat minim (tanpa helm, terowongan bahkan kadang tidak disangga).

4. Saya memaknai arti "merdeka" dari Pramoedya, yang tidak bisa datang ke pernikahan anaknya karena masih menjadi tahanan politik di Buru. Dia menulis surat sebagai hadiah selayaknya pesan ayah terhadap anaknya, walaupun akhirnya tidak sampai ke anaknya.

Hadiah-kawin untukmu hanya permenungan dan pengapungan ini. Itu pun belum tentu akan sampai kepadamu. Tak ada harganya memang dipandang dari nilai uang yang membikin banyak orang matanya jadi hijau. Nilainya terletak pada kesaksiaan dan pembuktian sekaligus betapa jelatanya jadi warga negara Indonesia angkatan pertama. Boleh jadi untuk jadi warganegara Amerika atau Brazilia tidak akan sesulit ini. Sedang kewarganegaranmu kau peroleh cuma-cuma. mungkin juga kau tidak peduli apa kewarganegaraanmu.
Nyaris empat tahun ditahan, memasuki tahun kelima justru berangkat ke pembuangan, tanpa tahu duduk perkara. Dan dibuang sebagai hadiah ulang tahun untuk segolong orang yang justru menghendaki kami qo-it! Mungkinkah sudah terjadi kekeliruan? Tidak, karena lebih seribu tahun lamanya wayang mengajarkan : bahkan para dewa pun bisa salah, bisa keliru, tidak kalis dari ketololan, dan : korup! (Nyanyi Sunyi Seorang Bisu)

5. (Contoh lain silahkan ditambahkan dari pengalamannya sendiri-sendiri)

Akhirnya saya memaknai sendiri kemerdekaan itu lebih dari upacara bendera dan kemerdekaan. Betapa orang-orang zaman dulu merasakan hal yang lebih berat. Mereka berperang dan mengangkat senjata, bersimbah keringat karena romusha dan kerja paksa, makan thiwul atau gaplek. Dulu penjajahan bersifat fisik, , dan saya termasuk yang tidak setuju Indonesia dijajah 3,5 abad. Bukannya yang datang tahun 1602 itu VOC, sebut saja koperasi. Sudah adakah negara bernama Indonesia itu? Jangan minder diri terus-terusan, speak up,,,.

70 tahun berselang, ternyata sebagian orang masih belum merasakannya. Tidak perlu bertanya siapa yang salah, karena hanya akan muncul perdebatan yang hanya akan berakhir kalau perut ini sudah kembung karena kebanyakan kopi dan perut sudah mulai masuk angin karena angin malam. Sepertinya semua bisa sepakat, bahwa bentuk penjajahan sudah berubah, dalam bentuk neo-kolonialisme, pemerataan pembangunan, dan satu masalah sensitif yang muncul dalam beberapa waktu terakhir, toleransi antar golongan.

Sangat belum pantas untuk menanyakan, apa yang bisa kita dapat dari negara ini. Negara ini hanyalah benda mati, 230 hingga 250 juta orang inilah yang membuatnya menjadi hidup. 
Kita sendiri lah yang bisa menjawab pernyataan retoris ini "apakah Indonesia sudah merdeka? Kalau belum, apa kontribusi kita esok hari, minggu depan, tahun depan?"

NB: saya selalu tergetar ketika menyanyikan lagu ini. Betapa hidup yang sebentar ini ingin saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk bermanfaat untuk Indonesia. Oh Indonesia, betapa aku cinta kamu, apa kamu cinta aku juga? plissss....
--------------------------------------------------------
Tanah Airku
(oleh Ibu Sud)

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku

Biarpun saya pergi jauh

Tidak 'kan hilang dari kalbu

Tanah ku yang ku cintai

Engkau ku hargai

Walaupun banyak negeri ku jalani
Yang masyhur permai di kota orang

Tetapi kampung dan rumahku

Di sanalah ku rasa senang

Tanah ku tak ku lupakan

Engkau ku banggakan

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku

Biarpun saya pergi jauh

Tidak 'kan hilang dari kalbu

Tanah ku yang ku cintai

Engkau ku hargai

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tanah Airku
(by Mother Sud)

My homeland,i will never forget it
You will be remembered forever in my life

Even if i go far away

You will never disappear from my heart and mind

My homeland,my homeland i loved,

I appreciate you

Even though i visit many countries,
The countries that famous,scenic at other's land

But my hometown,and my home

There i will happy

My homeland,my homeland i won't forget

I'm proud of you

My homeland,i will never forget it
You will be remembered forever in my life

Even if i go far away

You will never disappear from my heart and mind

My homeland,my homeland i loved,

I appreciate you
(http://lyricstranslate.com/en/tanah-airku-tanah-airku.html)

Bendera merah putih berkibar di sepanjang 500 meter menuju titik akhir dari Grossglockner highway, yang merupakan jalan tol tertinggi di Austria

Klik Gambar di bawah untuk melihat artikel lain





Share:

Tuesday, August 11, 2015

anakbertanya.com - Mengapa Ada Banyak Gunung Berapi di Indonesia?


Tulisan ini dimuat di laman anakbertanya.com , untuk menjawab pertanyaan dari anak berusia 10-12 tahun dari seorang pakar (padahal saya sendiri juga bukan pakarnya :p).

Silahkan klik laman ini untuk jawaban lengkapnya. 



Klik Gambar di bawah untuk melihat artikel lain





Share:

Friday, August 7, 2015

Manusia(wi) Pernah Berada di Bawah


Update: 12 Agustus 2015, kutipan tulisan dari Pak Dasapta Erwin tentang originalitas saya cantumkan di bawah.
---------------------------------------
Dalam minggu ini, saya mendapati kejutan yang ga saya sangka, lokasi penelitian disertasi saya tidak hanya di teliti oleh dua orang, namun tiga orang. Awalnya ketika hanya dua orang yang sedang meneliti daerah itu, saya masih yakin bisa mempunyai karya yang berbeda dengan kompetitor ketika harus menulis publikasi internasional. Namun ketika ada satu orang tambahan lagi yang meramaikan lokasi penelitian dengan tujuan yang sama, merumuskan genesa dari lokasi yang sedang diteliti, resmi sudah persaingan menjadi sangat sangat sangat ketat. 

Betapa saya akhirnya merasakan atmosfer penelitian jaman dahulu merasuk ke dalam nadi saya, semua orang berusaha menjadi orang pertama yang menemukan sebuah teori..... Eurekaaaaa....

"Saya pasti bisa menyemangati diri saya sendiri", itu keyakinan saya. Walaupun ternyata mengucapkan itu mudah, namun ternyata melaksanakannya sungguh amat sangat super susah sekali. Sudah hampir satu minggu ini saya tidur lebih dari jam 2 pagi untuk memikirkan bagaimana saya harus membuat kemasan disertasi saya berbeda dengan kedua kompetitor saya. Kami mempunyai tujuan penelitian besar yang hampir sama, sampel yang kami teliti kemungkinan besar hampir sama, serta metode dan alat yang akan digunakan pun juga sama. Phiuh, gitar udah digenjreng sekenceng-kencengnya, musik juga, sepertinya saya stress.

Akhirnya saya merasakan, kalau tidak selamanya seorang motivator bisa memotivasi dirinya sendiri. Sangat manusiawi sekali ketika menghadapi masalah, kita merasa di bawah, dan susah untuk bangkit. Hal ini lah yang saya alami sekarang. Seminggu ini adalah titik terbawah saya, dan saya menghabiskan malam-malam ini untuk hal yang tidak bermakna,. Saya catat paling hanya ada satu hal yang bisa bermanfaat di begadang saya yang ga jelas: dari jam setengah 12 malam sampai jam 2 pagi menulis artikel untuk anakbertanya.com untuk menjawab pertanyaan anak setara SD atau SMP.


Untung saya dapat pembimbing yang sangat perhatian dengan saya, Prof Frank Melcher. "Andy, how many hundreds peoples working in Bushveld complex (Bushveld is an area in in South Africa which has well known mine deposits, and Melcher had conducted research about PGE), and until this day, we always found something new and an idea to conduct a further researchs."

Saya langsung semangat lagi untuk melanjutkan penelitian saya. Tapi itu hanya berjalan satu malam saja setelah saya ketemu beliau. Setan bernama keputus-asaan itu datang menghampiri dan membayangi saya dengan bayangan buruk tentang masa depan. Hingga beberapa menit yang lalu sampai saya membuka icon "blogger" ini, keputus-asaan itu masih menghampiri saya. Saya coba biarkan dulu pelan-pelan, sambil mulai menulis apa yang saat ini sedang saya alami dalam blog ini. 

Maafkan saya teman-teman, blog yang seharusnya menjadi tempat berbagi ilmu pengetahuan dan motivasi, akhirnya menjadi tempat saya untuk MEMBANGKITKAN MOTIVASI SAYA KEMBALI.

Saya mulai merasakan, dengan mengalihkan stress saya ke dalam tulisan ini, saya perlahan bisa mengurangi beban yang saat ini sedang saya pikirkan. Saya langsung teringat oleh seorang pengusaha yang pernah memberi saya beasiswa Sarjana dalam Yayasan A.A. Rahmat, namanya Pak Theodore Rahmat. Beliau adalah bos Grup Triputra dengan hampir 60.000 pegawai. Beliau berkata seperti ini.

"Kamu boleh satu minggu mengurung diri di kamar dan menangis sejadi-jadinya, namun di hari ke delapan, kamu harus bisa bangkit.

Kamu boleh saja jatuh pada percobaan ke-10, namun kamu akan bangkit dan memulai lagi pada percobaan yang ke-11. Kamu tidak kehilangan apa-apa, namun kamu belajar bagaimana untuk memulai hal yang baru."

Ini pesan yang dikatakan Umi (Ibu) saya ketika kami berteleponan sore ini. 

"Mas Yayak, kan udah biasa nulis di blog tentang motivasi, nyemangatin orang untuk bangun dan semangat, sekarang gantian sampeyan yang harus nyemangatin diri sendiri. Sampeyan ambil hikmah dari ujian ini. Sampeyan buktikan kalau ga cuma bisa nuturin dan nasehatin orang lewat tulisan, tapi juga bisa buat nyemangatin diri sendiri juga. 

Tidak ada kesulitan yang diberikan Allah di luar kemampuan kita. Allah-lah yang menguji kita semua, makanya sampeyan kembalikan semuanya kepada Allah. Kita ga punya siapa-siapa lagi selain Allah. Berdoa, ikhtiar, insyaAllah sampeyan bisa, Mas. Sampeyan ga sendiri, ada keluarga yang selalu mendoakan untuk kesuksesan sampeyan."
Saya jadi ingat tulisan saya kemarin, "........ jangan-jangan kesuksesan yang kita raih sekarang ini bukan karena kecerdasan dan kepintaran kita, namun karena ada orang tua yang mendoakan kita di heningnya malam."

Dan, ini adalah titik terendah saya, berarti setelah ini, saya harus bangkit dan naik lagi ke atas. Allah selalu menyediakan kemudahan dibalik kesulitan. Ujian adalah ujian paling baik untuk menguji seseorang, apakah dia bisa melewatinya, atau dia gagal melewatinya. InsyaAllah, akan ada jalan untuk ini semua. 
Hidup ini ibarat naik sepeda, sepanjang jalan mana ada jalan yang terus-terusan datar dan lurus. Pasti ada beloknya, ada naiknya ada turunnya. To keep on moving, you have to keep on pedalling. Once you tired, you have to had a break, but remember, you have to start afterwards.


Leoben,
7 Agustus 2015


Makasih banyak Umi dan Abah,
sahabat dan guru paling hebat di dunia. 
--------------------------------

(Phillips and Pugh, 1984, How to get a PhD, Open University Press, Buckingham – Philadelphia)

Menurut para reviewer jurnal berpengalaman, yang pernah saya survei di jejaring www.researchgate.net, originalitas dapat dibagi menjadi dua golongan besar:

Yang pertama, dan yang mudah dicapai, biasanya adalah karya yang menampilkan hasil yang baru. Hasil yang disampaikan tidak mengikuti hasil-hasil yang sebelumnya pernah dibahas atau ditulis oleh peneliti atau penulis sebelumnya. Dalam ilmu kebumian bisa diambil contoh mudah. Ada satu lokasi yang mengandung satu sesar besar. Selama ini sesar tersebut selalu disebut sebagai sesar geser yang homogen di sepanjang bagiannya. Nah, anda sebagai peneliti kesekian, mendapatkan beberapa bukti yang menyatakan bahwa ada segmen tertentu yang lebih cocok disebut sebagai sesar normal. Atau contoh lain, anda datang di satu wilayah perkotaan di tepi pantai yang telah mengalami intrusi air laut dalam bentuk zona. Data anda yang lebih rapat, membuktikan bahwa intrusi air laut tersebut mengikuti jalur-jalur unik menjari. Dari data geofisika, anda dapati bahwa jalur-jalur air asin tersebut mengikuti alur-alur sungai purba yang menjorok ke laut. Pastinya ada banyak contoh lain yang bisa anda cari. 

Golongan kedua adalah karya ilmiah yang menggunakan pendekatan, teknik, atau metode baru, yang sekaligus mampu menyampaikan hasil-hasil yang unik. Pendekatan itu dapat membantu pengembangan ilmu secara signifikan. Bisakah anda cari contoh yang seperti ini. Tidah harusrocket science atau Nobel prize research ya. 

Pendapat lain dari Phillips and Pugh dalam bukunya yang berjudul Hot to get a PhD terbitan Open University Press pada tahun 1984 (masih dicari bukunya), menyatakan bahwa ada 12 cara macam originalitas, walaupun terus terang saya perlu waktu untuk mencari contohnya, yaitu: 
  1. Menjadi yang pertama kali menyampaikan informasi baru, 
  2. Mengembangkan atau berkolaborasi dalam kegiatan riset yang sedang berjalan, untuk menghasilkan hal-hal baru, 
  3. Mengerjakan ulang (mereproduksi) hasil karya orang lain, yang ternyata menghasilkan informasi baru, 
  4. Menciptakan produk (barang) baru, atau mengembangkan yang telah ada sebelumnya untuk menambahkan nilai atau fungsi yang baru, 
  5. Mereinterpertasi teori yang sudah ada, dalam konteks yang berbeda, 
  6. Mendemonstrasikan originalitas dengan menguji ide milik orang lain, 
  7. Mengerjakan riset empiris yang belum pernah dikerjakan sebelumnya, misal membuat kuesioner tentang suatu hal yang belum pernah diuji sebelumnya, 
  8. Menggunakan pendekatan metode yang berbeda untuk menjawab masalah, 
  9. Membuat sintesis informasi dengan cara yang berbeda, 
  10. Menyusun interpretasi baru dari data atau informasi yang telah ada. Sepertinya ini biasa terjadi di bidang /geosains/. 
  11. Mereproduksi suatu riset pada konteks yang berbeda, untuk bidang geosains, misalnya mencoba suatu metode yang pernah dilakukan di luar negeri ke suatu lokasi di Indonesia yang mirip kondisi geologinya, 
  12. Mengaplikasi ide yang sudah ada di lokasi yang baru. Ini juga kerap kita lihat di bidang geosains, 
  13. Mengembangkan perangkat atau teknik multi disiplin untuk memecahkan suatu masalah, 
  14. Mengembangkan portofolio riset, berisi kerangka historis, plus dan minus, sejenis literature review, yang dapat memberikan kontribusi kepada khasanah ilmu pengetahuan, 
  15. Mengadakan kajian yang belum pernah diriset sebelumnya, 
  16. Membuat analisis kritis terhadap hasil riset yang belum pernah diuji keabsahannya, 


Date: 2015-08-11

Klik Gambar di bawah untuk melihat artikel lain



Share:

Sunday, August 2, 2015

Memilih Masa Depan



Seorang anak lahir di Batu, Malang, hidup di keluarga yang sangat kekurangan. Bapaknya sopir angkot, tidak lulus pendidikan SMP, dan Ibunya yang hanya berkutat di dapur dulunya juga tidak lulus SD. Si anak tinggal bertujuh dalam dua kamar di rumah yang berukuran 6x7 meter. Di balik rumah yang kecil itu, cita-cita kedua orang tuanya sangat besar, nasib anak tidak boleh sama seperti orangtuanya, harus lebih baik. Di rumah yang kecil itu, si anak rajin sekali belajar saat dini hari, karena sepanjang hari kondisi rumah sangat berisik membuat dia tidak bisa belajar.

Sampai akhirnya beranjak dewasa, si anak mendapatkan kesempatan untuk berkuliah di jurusan statistika di IPB melalui jalur PMDK. Namun, si anak ini tidak mempunyai uang untuk berangkat ke Bogor. Dengan berat hati, orang tuanya merelakan untuk menjual angkot untuk membiayai kuliah anaknya. Singkat cerita, si anak akhirnya sukses untuk merampungkan kuliahnya, dan bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta selama 3 tahun, dan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Amerika Serikat hingga 10 tahun.

Selang 10 tahun, si anak memutuskan untuk kembali pulang ke Indonesia supaya lebih dekat dengan keluarganya. Dia akhirnya bekerja sebagai motivator, menulis buku, berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk memberikan semangat kepada anak-anak muda, bahwa kesuksesan bukan milik orang-orang berada, namun milik orang-orang yang bekerja keras, kehangatan keluarga, yang dibarengi oleh doa restu orang tua, terutama ibu. Anak tadi bernama Iwan Setyawan, penulis "9 Summers 10 Autumns, Dari Kota Apel Ke The Big Apple".

*) Tahun 2013, saya pergi untuk melakukan eksplorasi bijih besi di pedalaman Aceh dan bertemu kedua anak ini. Saya lupa namanya. Mereka bersekolah kelas 2 SD dan meminta saya untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumahnya setelah saya pulang dari lapangan di sore hari. Saya baru tahu ternyata mereka mengalami kesulitan untuk membaca. Tidak banyak orang di kampung itu karena dulunya daerah itu adalah kantong separatis militer dan sebagian orang-orang tua di kampung itu yang sebagian besar meninggal karena tsunami. Kemauan kedua anak itu untuk belajar itu sangat besar, namun kondisi sekitar menghambat proses belajarnya. Semoga kamu mendapatkan guru yang sabar membimbing mu ya, Dik.

Sudahkah kita bersyukur dengan kondisi kita sekarang dan berbuat sesuatu untuk masa depan dan orang-orang sekitar kita? Masihkah kita mengeluh karena kesulitan yang sebenarnya tidak seberapa? Masihkah kita berleha-leha dan berharap kita bakal sukses padahal kita tidak melakukan apa-apa untuk mengejar kesuksesan itu?

Sudahkah kita berterima kasih kepada kedua orang tua kita? Jangan-jangan kesuksesan kita sekarang bukan semata-mata karena usaha kita sendiri, namun berkat kedua orang tua yang tidak berhenti mendoakan kita di heningnya malam.
"Kita tidak bisa memilih masa lalu kita, namun kita masih bisa melukiskan masa depan kita"


Leoben,
AYAH


Klik Gambar di bawah untuk melihat artikel lain





Share:

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *