Conversations with the Earth

Endapan mineral di Finlandia dan Swedia

Perjalanan saya ke lingkaran kutub utara

Atlas of ore minerals: my collection

Basic information of ore mineralogy from different location in Indonesia

Sketch

I always try to draw a sketch during hiking

Apa itu inklusi fluida?

Inklusi fluida adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan adanya fluida yang terperangkap selama kristal tumbuh. Gas dan solid juga bisa terperangkap di dalam mineral.

Situ Cisanti di Pengalengan, Bandung

50 km dari Bandung, Situ Cisanti terkenal karena menjadi sumber mata air sungai Citarum

Showing posts with label atlas mineral bijih. Show all posts
Showing posts with label atlas mineral bijih. Show all posts

Monday, April 20, 2020

Mineralogi - Inklusi Fluida: Dasar, Metode, Aplikasi dan Interpretasi [Minggu 5]

Mineragrafi [TA4213] - Teknik Pertambangan ITB



Subbab
  • Inklusi fluida: dasar, metode, aplikasi dan interpretasi
Outcomes
  • mahasiswa mengerti pengertian inklusi fluida, dasar, aplikasi
  • mengerti perbedaan inklusi primer, pseudosekunder, sekunder 
  • metode berbagai metode analisa inklusi fluida
    • petrografi, SEM, CL
    • mikrotermometri
    • Raman spektroskopi
    • spektroskopi massa (ICPMS dan LA-ICPMS)

    • mahasiswa mengerti pemanfaatan inklsui fluida dan aplikasi untuk tahapan kegiatan pengolahan data serta interpretasinya
    Link materi

    Materi bisa diunduh di link ini dan di youtube.

    Share:

    Thursday, April 9, 2020

    Kuliah Mineragrafi - TA4213 Teknik Pertambangan ITB

    Materi mineragrafi dan analisa mineral butir (last update 20 April 2020)
    1. Prinsip mikroskop optik dan preparasi sampel batuan untuk analisa mikroskopi
    2. Identifikasi mineral dengan menggunakan mikroskop optik refleksi
    3. Analisa mineral butir dengan mikroskop dan aplikasi untuk geometalurgi
    4. Mikroskop elektron dan automated mineralogy
    5. Inklusi fluida: dasar, metode, interpetasi dan aplikasi

    § Materi kuliah boleh untuk disebarluaskan HANYA untuk keperluan pendidikan dan bukan untuk keperluan komersial, dengan tetap menyebut penulis awal sebagai penghargaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)


    § NB: Semua gambar/ garis yang ada di slide perkuliahan telah saya gambar ulang untuk keperluan perkuliahan atau berasal dari koleksi foto/ sampel pribadi kecuali diindikasikan dengan sitasi 
    Share:

    Mineralogi - Mikroskop elektron dan analisa mineralogi kuantitatif [Minggu 4]

    Mineragrafi [TA4213] - Teknik Pertambangan ITB



    Subbab
    • Prinsip mikroskop elektron dan analisa kuantitatif
    Outcomes
    • mahasiswa mengerti perbedaan WDS dan EDS
    • mahasiswa memahami prinsip yang digunakan mikroskop elektron (SEM dan EMPA)
    • pemahaman tentang analisa kuantitatif dengan automated mineralogy
    Link materi

    Share:

    Thursday, April 2, 2020

    Mineralogi Bijih - Analisa Mineral Butir - BAGIAN 1 [Minggu-3]

    Mineragrafi [TA4213] - Teknik Pertambangan ITB

    Subbab
    • Identifikasi mineral butir - BAGIAN 1
    Outcomes
    • pengenalan metode analisa butir dengan menggunakan mikroskop binokuler dan optik refleksi
    Link materi

    • Materi tersedia juga di youtube.

    Durasi
    • +- 20 menit, interaktif dengan video dari beberapa kanal terbuka serta contoh penerapan kasus

    Share:

    Wednesday, March 25, 2020

    Mikroskopi bijih - Sifat fisik dan optik, skema identifikasi mineral [Minggu-2]

    Mineragrafi [TA4213] - Teknik Pertambangan ITB

    Subbab
    • Sifat fisik dan sifat optik dari mineral bijih, skema identifikasi mineral bijih  

    Outcomes
    • pengenalan sifat fisik dan sifat optik dari mineral bijih, sebagai dasar untuk mengidentifikasi berbagai macam mineral bijih.
    • pengetahuan tentang bentuk, morfologi dan habit mineral, belahan, parting, kembar, 
    • pengetahuan sifat optik mineral meliputi pengamatan tanpa analisator (nikol sejajar) meliputi: warna, reflektivitas, bireflektans dan pleokroisme; serta pengamatan mikroskopi dengan analisator meliputi sifat anisotropik, internal refleksi  
    Link materi
    Durasi
    • +- 30 menit, interaktif dengan video dari beberapa kanal terbuka serta contoh penerapan kasus


    Share:

    Wednesday, March 18, 2020

    Mikroskopi Bijih - Metode preparasi, cahaya polarisasi dan preparasi sampel [Minggu 1]

    Mineragrafi [TA4213] - Teknik Pertambangan ITB

    Subbab
    • Pengenalan mikroskopi bijih dan preparasi sampel 

    Outcomes
    • review tentang komponen mikroskop dan prinsip cahaya polarisasi yang digunakan pada mikroskop
    • mengetahui cara melakukan preparasi sampel dan membedakan kualitas sayatan poles 
    Durasi
    • 30 menit, interaktif dengan video dari beberapa kanal terbuka serta contoh penerapan kasus
    Link materi
    • Materi bisa diunduh di link ini , narasi dan presentasi tersedia di youtube.

    Tugas
    Share:

    Monday, December 9, 2019

    Talk and Training

    last update: 23 Desember 2020
    Materi kuliah daring: Akses channel youtube (update periodik)

    Materi Training, kuliah, dan Talk (pdf/ pdf+youtube)
    1. Mineralogi dan pengujian slag abrasives - Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T)
    2. Mineral Ikutan Timah (MIT) dan Elemen Tanah Jarang (REE): Metode Eksplorasi dan Identifikasinya (Depati Amir Mining Competition, Himpunan Mahasiswa Tambang Univ Bangka Belitung, 6 November 2020)
    3. Mineral bijih dan cerita dibaliknya (petrografi dan mineragrafi - Training Society of Economic Geologist Student Chapter UNPAD Indonesia, 21 September 2020)
    4. Logam Tanah Jarang: Dari Eksplorasi Skala Regional hingga Analisa In-Situ Mineral (Webinar HMTGF UPN, 1 Augustus' 2020, pdf)
    5. Presisi, akurasi, error pada metode analitik: training untuk UII (9 Desember 2019, pdf)
    6. Dasar XRD: training untuk UII (9 Desember 2019, pdf)
    7. Dasar XRF: training untuk UII (9 Desember 2019, pdf)
    8. Geokimia dan metode analitik pada eksplorasi panas bumi: training Gada Energi dan PT PLN GG (4 Desember 2019, pdf)
    9. Workshop XRD-XRF oleh FTTM ITB dan PT Lab Sistematika Indonesia (18 September 2019, pdf)
    10. Prinsip mikroskop optik dan preparasi sampel batuan untuk analisa mikroskopi (pdf+youtube)
    11. Identifikasi mineral dengan menggunakan mikroskop optik refleksi (pdf+youtube)
    12. Analisa mineral butir dengan mikroskop dan aplikasi untuk geometalurgi (pdf+youtube)
    13. Mikroskop elektron dan automated mineralogy (pdf+youtube)
    14. Endapan mineral Central Lapland: Finlandia dan Swedia (15 April 2020)
    15. Gold in the world and Indonesia (video)(21 September 2015)
    16. Metallogenic Provinces of Indonesia: Society of Economic Geologists Student Chapter Montanuniversitaet Leoben Austria (9 December 2015)



    x
    Share:

    Wednesday, October 25, 2017

    Atlas mikroskopi bijih

    Optical description for ore minerals (last update 29-11-2017)
    All photomicrograph were taken from my own samples unless otherwise stated. The basic of optical petrography, interference color and Michel Lévy chartfluid inclusions and electron microscopy study are also available in this site by clicking the link above.

    Semua fotomikrograf saya ambil dari koleksi pribadi kecuali saya indikasikan. Dasar dari petrografi, warna interferensi dan diagram Michel Lévy, inklusi fluida dan mikroskop elektron bisa dilihat dengan mengeklik tautan di atas.

    Reflektivitas (reflectivity)
    rasio antara cahaya awal dengan cahaya yang dipantulkan oleh mineral (R atau R%). Mineral transparan umumnya mempunyai reflektivitas rendah, sedangkan mineral logam mempunyai reflektivitas tinggi.
    ex. dari terkecil-terbesar : quartz (5%), magnetite (20%), galena (43%), pyrite (55%).

    Bireflektans (bireflectance)

    Semua mineral dengan sistem kristal selain grup isometrik akan menunjukkan perubahan warna, yang disebut bireflektans. Bireflektans dinyatakan dalam intensitas sangat kuat hingga sangat lemah. Sebagai contoh:
    Bireflektans sangat kuat: grafit, molibdenit, kovelit, stibnit
    Bireflektans moderat: markasit, hematit, nikolit, kubanit, pyrrhotit
    Bireflektans lemah: enargit, ilmenit, arsenopirit

    Anisotropi (anisotropism)
    Mineral dengan sistem kristal non-isometrik akan menunjukkan perubahan warna ketika diputar 360 derajat pada pengamatan nikol silang. Mineral tersebut disebut anisotropik. Ketika tidak ada perubahan warna, maka mineral disebut isotropik. Namun, pada kondisi tertentu, mineral dengan sistem kristal heksagonal atau tetragonal bisa saja menunjukkan sifat isotropik, jika mineral dipotong pada sumbu sejajar dengan sumbu kristalografisnya. Pada beberapa kondsi lain, mineral seperti pirit (isometrik) bisa mempunyai sifat anisotropik ketika: (i) tergores karena pemolesan tidak sempurna, (ii) mengandung unsur ikutan lain (misal pirit mengandung arsen, disebut sebagai arsenian pyrite)

    Refleksi internal (internal reflection)
    Mineral translusen ketika diamati dengan mikroskop, karena sifatnya yang meneruskan sebagian warna dari rekahannya, akan menunjukkan warna refleksi internal di antara kristalnya. Warna ini nampak seperti di bawah atau di bagian dalam dari mineral. Sebagai contoh:
    • Sfalerit : kuning hingga cokelat (kadang merah atau hijau) 
    • Sinabar: merah
    • Rutil: kuning hingga merah-cokelat
    • Anatase: biru 
    • Azurit: biru
    • Malasit: hijau
    • Kasiterit: kuning kecokelatan hingga kuning 
    • Hematit: merah darah
    • Wolframit: cokelat tua 
    • Kromit: cokelat sangat tua
    Simbol dan keterangan:
    PPL = Parallel Polarized Light (nikol sejajar, tanpa menggunakan polarisator mikroskop)
    XPL = Crossed Polarized Light (nikol silang, menggunakan polarisator mikroskop)

    IRON-BEARING MINERAL/ MINERAL PEMBAWA BESI
    Magnetite-Ilmenite±Hematite (Halmahera, Indonesia)
    Magnetite (grey white) with ilmenite show trellis-work fence. Small hematite (red internal reflection color) is on the bottom left. Picture 1 PPL,  picture 2 XPL.
    Magnetit (abu-abu putih) dan ilmenit menunjukkan tesktur trellis. Hematit (refleksi internal kemerahan) di bagian ujung kiri bawah.
     ©Andy YA Hakim

    Mushketovitization (Halmahera, Indonesia)
    Replacement of hematite (Hem, grey with red internal reflection) by magnetite (Mag, dark grey) due to reduction processes. Picture 1 PPL,  picture 2 XPL. Magnetite is isotropic whik hematite is anisotropic.
    Penggantian hematit (Hem, abu-abu dengan nuansa warna internal refleksi merah) oleh magnetit (Mag, abu-abu tua) karena reaksi reduksi (musketovitisasi). Gambar 1 pada nikol sejajar, gambar 2 pada nikol silang. Magnetit mempunyai sifat isotropik, sedangkan hematit anisotropik.
    3Fe2O3 + H2 = 2Fe3O4 + H2O
    ©Andy YA Hakim

    Martitization (Geunteut, Aceh, Indonesia)
    Replacement of magnetite (Mag) by hematite (Hem) by oxidation. Pic 1 is crossed polarozation, picture 2 is parallel polarization.
    Penggantian magnetit (Mag) oleh hematit (Hem) melalui reaksi oksidasi (martitisasi). Gambar 1 nikol silang, gambar 2 nikol sejajar.
    Fe3O4 + 2H+ = Fe2O3 + Fe2+ + H2O
    Photographs taken by ©Teti Indriati

    Limonitization (Geunteut, Aceh, Indonesia)
    Secondary iron-bearing minerals (limonite - FeO(OH), reddish brown) in a cavity of magnetite ore (grey white) by oxidation. Limonite has a strong yellow-red internal reflection in XPL. Picture 1 in PPL, picture 2 in XPL.
    Mineral besi sekunder (limonit - FeO(OH), cokelat kemerahan) di rongga bijih magnetit (abu-abu) melalui proses oksidasi. Limonit mempunyai warna internal refleksi kuning kemerahan pada nikol silang. Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.
    ©Andy YA Hakim

    COPPER-GOLD-BEARING MINERAL
    MINERAL PEMBAWA TEMBAGA-EMAS
    Gold, pyrite, enargite (Latimojong, Sulawesi, Indonesia)
    Anhedral gold (bright yellow) grains in pyrite (pale yellow). Enargite (grey) precipitates in pyrite cracks. Picture 1 in PPL, picture 2 in XPL.
    Butiran emas dengan tekstur anhedral (kuning cerah) mengisi rekahan pirit (kuning). Enargit (abu-abu) juga mengisi rekahan pirit. Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.
    ©Andy YA Hakim


    Sphalerite, hessite, petzite (Halmahera, Indonesia)
    Sphalerite ([Zn,Fe]S)(grey, transluscent in XPL with strong brown anisotropic color) with euhedral telluride minerals, hessite (Ag2Te, dark blue anisotropic color) and petzite (Ag3AuTe2, grey, weak anisotropic). (Sph=sphalerite, Hst=Hessite, Ptz=petzite). Picture 1 PPL, Picture 2 XPL.
    Sfalerit ([Zn,Fe]S, abu-abu, translusen dengan warna anisotropik cokelat) berdampingan dengan mineral telurid anhedral, hessit (Ag2Te, biru tua dengan warna anisotropi biru) dan petzit (Ag3AuTe2, abu-abu, anisotropi lemah). (Sph=sfalerit, Hst=Hessit, Ptz=Petzit). Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.
     ©Andy YA Hakim

    Chalcocite, covellite, tetrahedrite, pyrite (Halmahera, Indonesia)
    Chalcocite (Chct, light blue), covellite (Cv, dark blue), tetrahedrite (Ttr, greyish-olive brown) and pyrite (Py, yellow). Oxidation of copper bearing minerals. Picture 1 PPL, picture 2 XPL. 
    Kalkosit (Chct, biru muda), kovelit (Cv, biru tua), tetrahedrit (Ttr, abu-abu kecokelatan) dan pirit (Py, kuning).Oksidasi mineral pembawa tembaga. Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.
    ©Andy YA Hakim

    Covellite
    Covellite (dark blue, CuS) has intense red internal reflection. Light blue mineral is probably digenite (Cu9S5).  Picture 1 PPL, picture 2 XPL. 
    Kovelit (biru tua, CuS) mempunyai warna refleksi dalam merah yang kuat. Mineral berwarna biru muda kemungkina digenit. Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.
     ©Andy YA Hakim

    Rutile, pyrite, covellite, chalcocite (Halmahera, Indonesia)
    Replacement of pyrite (Py, yellow) by rutile (Rt, grey, TiO2). Secondary copper minerals (covellite-Cv with minor chalcocite-Cct) are on the pyrite crack. Gray elongated mineral in pyrite grain are rutile and magnetite (grey, isotropic in XPL). Rutile has strong yellow anisotropy color in XPL. Picture 1 PPL, picture 2 XPL. 
    Penggantian pirit (Py, kuning) oleh rutil (Rt, abu-abu, TiO2). Mineral tembaga sekunder (kovelit dan minor kalkosit) mengisi retakan pada pirit. Mineral dengan habit memanjang berwarna abu-abu rutil dan minor magnetit (abu-abu, isotropik). Rutil dicirikan dengan warna anisotropik kuning yang kuat pada pengamatan nikol silang. Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.
     ©Andy YA Hakim


    Chalcopyrite, pyrite, tetrahedrite, tennantite, covellite (Latimojong, Sulawesi, Indonesia)
    Replacement of chalcopyrite (Ccp, bright yellow) by covellite (Cv, blue), which in turn replaced by sulphosalts or fahlore (tetrahedrite-tennantite)(Ttr - tetrahedrite=grey to brown, Tnt - tennanite=grey). Late hydrothermal pyrite (pale yellow) has an euhedral texture. Picture 1 PPL, picture 2 XPL.
    Penggantian kalkopirit (kuning cerah) oleh kovelit (biru), yang kemudian di gantikan oleh tetrahedrit dan tennantit (tetrahedrit=abu-abu kecokelatan, tenanntit=abu-abu). Hidrotermal pirit (kuning) mempunyai tekstur euhedral. Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.
    ©Andy YA Hakim

    Chalcopyrite, sphalerite (Latimojong, Sulawesi, Indonesia)
    "Chalcopyrite disease" in sphalerite (Sph, grey, high internal reflections).Picture 1 PPL, picture 2 XPL.
    Bintik kalkopirit (Ccp) pada mineral sfalerit (Sph, abu-abu, refleksi internal intensif). Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.
    ©Andy YA Hakim


    Bornite, chalcopyrite, covellite, pyrite (Blitar, East Java, Indonesia)
    Chalcopyrite (bright yellow) occurs as a an exsolution, lenses, flames in bornite (orange). Pyrite (yellow) occurs as anhedral texture. The outer rims of those assemblages are replaced by covellite (blue).Picture 1 PPL, picture 2 XPL.

    Kalkopirit (kuning cerah) membentuk eksolusi, lensa dan menyerupai api pada bornit (jingga). Pirit mempunyai tekstur anhedral. Bagian luar dari mineral tersebut digantikan oleh kovelit (biru).Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.
    ©Andy YA Hakim

    Malachite (unknown, Sudan)
    Malachite (green) with colloform texture in quartz vein.Colorless mineral is quartz. Picture 1 PPL, picture 2 XPL.
    Malasit (hijau) menunjukkan tekstur colloform. Mineral tak berwarna di sekitar malasit adalah kuarsa. Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.

    Photographs taken by ©Teti Indriati

    BASE METAL - LOGAM DASAR
    Galena, pyrite, sphalerite (Dairie, North Sumatera, Indonesia)
    Replacement of galena (grey white) by sphalerite (dark grey, strong internal reflection) along pyrite (yellow) grains. Inclusions in pyrite grain (middle of the photograph) is probably quartz. Picture 1 PPL, picture 2 XPL.
    Penggantian galena (abu-abu putih) oleh sfalerit (abu-abu tua, refleksi internal yang kuat) di antara butiran pyrite (kuning). Inklusi mineral pada pirit kemungkinan kuarsa.Gambar 1 nikol sejajar, gambar 2 nikol silang.
     ©Andy YA Hakim

    Galena - pyrite, Awak Mas, Sulawesi
    Galena (whitish grey, triangular facet texture) is earlier than in pyrite (pale yellow) as indicated by small grain of galena (middle right) trapped in a pyrite grain. PPL.
    Galena (putih keabuan, tekstur triangular faset) lebih awal dibanding pirit (kuning pucat) dan diindikasikan dari adanya inklusi galena pada mineral pirit (bagian kanan tengah dari gambar). Gambar nikol sejajar


    Chromite, chlorite, pumpellyite (Latimojong, Sulawesi, Indonesia)

    Chromite (Chr, brown reflectance color) surrounded by chlorite (Chl, colorless) and pumpellyite (Pmp, green elongated grain). Picture 1-2 PPL
    Kromit (Chr, warna refleksi cokelat) dikelilingi klorit (Chl, tidak berwarna) dan pumpelyit (Pmp, habit memanjang, hijau. Gambar nikol sejajar
    (double polished thin section)
    (polished section)

    Galena*
    Wolframite*
    Cassiterite*
    Stannite*
    *to be added soon

    Suggested references
    - Table for the determination of common opaque minerals (Spry and Gedlinske, 1987)
    Panduan untuk menentukan mineral opak (Spry and Gedlinske ,1987)

    Online sources
    - Ore minerals guidance - Udo Neumann
    - Study of Ore Minerals in Reflected Light - S Farooq
    - Atlas of ore minerals webpage - Ixer and Duller

    Share:

    Blog Archive

    Kontak ke Penulis

    Name

    Email *

    Message *