Conversations with the Earth

Hiking with kid, why not?

We went to a Polster on my birthday

Menjadi panutan

Saya dan beberapa teman berbagi tentang pengalaman kami berorganisasi kepada mahasiswa baru

Sketch, mostly mountains

I always try to draw a sketch during hiking

Apa itu inklusi fluida?

Inklusi fluida adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan adanya fluida yang terperangkap selama kristal tumbuh. Gas dan solid juga bisa terperangkap di dalam mineral.

Situ Cisanti di Pengalengan, Bandung

50 km dari Bandung, Situ Cisanti terkenal karena menjadi sumber mata air sungai Citarum

Showing posts with label sketsa geologi. Show all posts
Showing posts with label sketsa geologi. Show all posts

Saturday, September 9, 2017

Katili dan Goethe tentang Innsbruck

JA Katili, JW Goethe dan Frank Mecher. JA Katili produk asli Indonesia asal Manado, dua yang terakhir berkebangsaan Jerman. Mereka semua punya kenangan indah tentang Innsbruck, salah satu kota di Tirol, Austria. 

JA Katili (John Ario Katili) sempat belajar di Innsbruck, Austria di tahun 1956. Buat yg belum terlalu familiar dengan nama di atas, beliau adalah Bapak geologi Indonesia. Untuk belajar di Universitas Innsbruck, beliau mendapat support dari organisasi "Rotary". Beliau belajar petrografi dari seorang profesor bernama Bruno Sander, seorang ahli petrografi. Menurut Pak Katili, Innsbruck menurut beliau sangat spesial. Beliau pernah menulis tulisan berjudul "Mutiara di Pegunungan Alpina". Sayang, teks asli dari tulisan ini belum saya temukan di dunia maya, hanya ada resensi kritik oleh HB Jassin tentang tulisan Katili tersebut. Dari buku "Biografi JA Katili, Harta Bumi Indonesia", HB Jassin menulis: 

"Masa menulis kotanya saja? Apa sih isinya? Apa sih kebudayaannya? Bagaimana sih kota itu berkembang? Tradisi atau warisan apa sih yang diberikan oleh kota itu ke kebudayaan Eropa?" 

Innsbruck, 2017

Kebetulan, karena saya baru saja pulang dari pulang dari Innsbruck untuk mempresentasikan riset saya, saya coba bantu menjawab pertanyaan yang diajukan HB Jassin ke JA Katili. 

JW Goethe (Johan Wolfgang von Goethe), yang namanya diabadikan jadi nama institut untuk belajar bahasa Jerman, juga menulis hal yang sama tentang Innsbruck. Di buku yang dia tulis, "Italienische Reise" (perjalanan ke Italia), ada salah satu sub bab "Karlsbad bis auf den Brenner" (dari Karlsbad hingga ke Brenner), Goethe menulis:

“Innsbruck liegt herrlich in einem breiten reichen Tale, zwischen hohen Felsen und Gebirgen. Erst wollte ich dableiben, aber es ließ mir keine Ruhe. […] Von Innsbruck herauf wird es immer schöner, da hilft kein Beschreiben.“ (Goethe, Johann Wolfgang: Italienische Reise, 1992, S. 16).

Artinya kurang lebih begini (saya bukan mahasiswa sastra Jerman, semoga ga mengubah makna):
"Innsbruck terletak di dataran yang luas, diantara gunung yang tinggi dan lembah. Awalnya saya ingin tinggal disini, namun saya tidak menemukan kedamaian. Dari Innsbruck menuju ke daerah yang lebih tinggi (gunung?), pemandangannya menjadi semakin indah. Tidak ada kata untuk menggambarkannya."

Innsbruck terletak di lembah di dataran alluvium (aluvial) dari sungai Inns. (Inns: nama sungai, bruck=jembatan). Kota ini menurut saya juga indah. Di utara Innsbruck adalah Pegunungan Karwendel, bagian dari Northern Calaceous Alps (NCA)(Alpen Kapur bagian Utara) yang tersusun oleh reef (terumbu) dan laguna. Saya pernah menulis tentang Northen Calcareous Alps ini di halaman ini. "Innsbruck's geology in a nusthell" alias secara sederhana bisa dibaca di halaman ini.
Innsbruck, 2016

Universitas ini sangat kuat di bidang petografi, geologi struktur, experimental petrology, dan metamorphic petrology, salah satunya karena kontribusi dari Bruno Sander. Nama beliau diabadikan menjadi salah satu gedung di Universitas Innbsruck, dan tahun 2016 lalu, saya pernah mengikuti konferensi, dan salah satu sesinya berjudul "Bruno Sander Legacy."  Tahun 2016 dan 2017 lalu, tiap saya datang ke Innbsruck, selalu untuk menghadiri konferensi bidang mineralogi dan petrografi. Saya jadi paham kenapa Pak JA Katili ketika pulang dari Innsbruck juga membawa banyak referensi tentang petrografi.

Kalau JA Katili bisa jadi bapak Geologi, Goethe namanya diabadikan jadi goethite, saya cuma bisa corat-coret sedikit tentang indahnya kota ini. Konferensi tentang mineralogi ini sudah selesai, bos yang dulu magisternya di Innsbruck saya cuma bilang "Gut gemacht und keine frage", semoga memang orang-orang memang ngerti kerjaan saya. Hahaha.

Frank Melcher, yang dulu berkuliah master di Innsbruck, sempat mengajak saya hiking di kota di selatan Innsbruck. Selama di Innsbruck, Frank yang "freak" dengan Alpen pernah bercerita, selama dia kuliah dulu, Innsbruck jadi kota yang pas buat dia. Dia selalu kabur di weekend untuk panjat tebing atau hiking, dan kembali senin pagi sambil terkantuk-kantuk.

Selama 2,5 tahun tinggal di Austria dan melihat (sedikit) kota-kota Austria, Innsbruck jadi kota favorit saya. 
Air di sungai Inns yang berwarna biru muda, sangat unik. Jangan tanya saya kenapa warnanya begitu, apa karena endapan karbonat di dasar sungai atau ganggang, saya ga ada ide. Kota ini punya keramaian, kota ini punya universitas dengan ilmu geologi yang cukup bagus, dan Innsbruck dikelilingi Karwendel, Alpen.

Saya ga nyontek Katili, Goethe atau Frank yang sama-sama mengidolakan Innsbruck. Walaupun Innsbruck itu indah, sayangnya, biaya hidup disini lebih mahal dibanding kota lain di Austria, mungkin karena kota ini berbatasan langsung dengan Jerman dan dekat München dan Zürich, Swiss. Banyak orang-orang yang tidak punya rumah (obdachloss, DE) dan tidur di halte, parkiran gereja, atau di lorong-lorong jalanan. 


Innsbruck dari Selatan, 2016

Kalau boleh berandai, saya pengen bisa kembali lagi ke Innsbruck, semoga kunjungan ketiga tetap berhubungan dengan geologi, seperti sebelum-sebelumnya. Tapi, seindah apapun kota ini, tetap lebih indah Malang. Jadi pengen makan makan nasi madura di kidul pasar besar, hahaha.

sumber:
1. Biografi JA Katili, Harta Bumi Indonesia
2. Krainer, K.; Meyer, M. 2016. Innsbruck´s geology in a nutshell: from the Hafelekar to the Hötting Breccia. Geo.Alp, Vol.13 2016 215 - 228.
3. https://orawww.uibk.ac.at/apex/uprod/f?p=LLW:4:0::::P4_ID:1340. Tanggal akses 9-9-2017
Share:

Tuesday, April 25, 2017

My Sketchbook

My wife  knows that: I hate details. I know my hand sketch always looks like unfinished sketch, but no matter how bad my sketch is, I enjoy this process. Time for relaxation, time for oneself, it is priceless. Everyone has their own problems, but one should divine our happiness. For me, sketching makes me happy. Please excuse my unrealistic sketch.

1. Der Dachstein
Dachstein (Hoher Dachstein-DE, Dach=roof, stein=rock), part of North Calcaerous Alps (NCA). It consists of Dachstein Limestone and strongly karstic. Due to the nature of karst, cave can be easily developed through the reaction of water with limestone, resulted by the rich cave system, including the Mammuthhöhle (the biggest ice cave in the world). At the back of Dachstein, you will find an oldest salt mine in a history, and may be, the one of the most of the picturesque village in the world. Hallstatt.



2. Großglockner Hochalpenstrasse
It was pretty sudden, when I decided to biking in the highest road in Austria. I packed all my stuff a week before, then, everything was so smooth until I can see the highest peak of Austria (3,798 m). The hohe Tauern (the mountain range where Großglockner is located) is the result of the subduction of the African plate towards the Eurasian plate. This mountain range formed as a product of subduction around 100 millions years ago. 
Grossglockner from andyyahya on Vimeo.

3. Amperstein and Marchreisenspitze
I started this tour when my Boss (the so called Professor) offering me to went hiking in the middle of conference. We drove to Axamer Lizum (Tirol) and started to climb up to reach Nockspitze (or some others call Saile). During our trip, my Boss described everyyyyything about the geology in this area, because he did a mapping in this area almost 30 years a go. He was totally different to me. He loves details. :p 

4. Hafelekarspitze
If I were asked, what is the best city to visit in Austria, then I will answer "Innsbruck." The combination of an old city, modernity and Karwendel Mountain is totally awesome. Innsbruck is located in the Inns valley and looking to the North, a huge dolomite mountain (Wetterstein dolomite) is just astonishing.

5. Gosowong gold mine
I visited this gold mine on 2014, when I have to accompanied two master students from Kyushu University to take a sample. The gosowong is a good example of high-grade low sulfidation epithermal deposit, also notable for a good mine closure. As far as I know, this mine has been closured and the gold project were focussed on another location, some of them are the Kencana and Toguraci.  

6. Batu dinding (the wall of stone)
As I try to remember, I draw this sketch when I driving a boat towards Long Pahangai, Mahakam Ulu region. That was my first time I love sketching. Batu dinding is a huge limestone formation which has a lot of foraminiferra. Batu dinding is located close to Long Bagun area.

7. Batu ayau
It is named after a legend of Dayaknese people. I started to draw when I was boring during my trip from Long Pahangai to Long Bagun. No more extra battery on my camera, I just documented what I have seen.  


The basic things of this cartoon, is the replacement of the hematite (ferrous) ore body with the marbles, and remobilized, enriched by the iron-rich fluid and metamorphic fluid, and minor meteoric fluids. The chloritisation occur near the ore vein, and pegmatite occur older than the mineralization. The mineralisation tends to be epigenetic, means, the ore deposit mineralised later than the host rock.

9. Iron ore mine, Erzberg and Eisenerzer Reichenstein, North Alps
The biggest iron ore deposit in Central Europe can be seen in a city of Eisenerz. It is thirty kilometer to the north of my current city, Leoben. On my birthday, me, my wife and daughter went hiking to Polster mountain, and from Polster, we can clearly see the Erzberg iron mine and Reichenstein mountain. Both are located in the city of Eisenerz.

10. Gare du Palais, Québec City
11. Mont Royal, Montreal, Canada
12. Windsborn Krater, Eifel, Germany
13. Bernkastel-kues, Germany
14. Trier, Germany


16. Karwendel Mountain from Innsbruck. This is the city where i would always want to come back to.


17. After 10 days of field works in Northern Finland and Sweden, I fly back to Vienna from Rovaniemi. This city is on the border with polar circle
Share:

Tuesday, September 27, 2016

Carbonate is cool, am i right?

Ketika terendapkan, karbonat dari lautan yang dangkal akan membentuk laguna (EN-lagune, DE-lagoon). Karbonat dari laut dangkal akan membentuk lapisan yang berstrata, sehingga dengan jelas dapat kita lihat dan ukur perlapisannya. Karbonat jenis ini umumnya menyimpan fossil, umumnya alga (algae).


Karbonat dari laut lebih dalam akan membentuk terumbu (EN-reef, DE-riff) dan berbentuk menyerupai koral. Berbeda dengan karbonat di laut dangkal, tipe karbonat ini kristalin, sehingga kita tidak dapat menghitung arah perlapisannya. Di lokasi ini, dijumpai juga "great oolith" (oolite adalah tekstur di batuan sedimen yang berbentuk melingkar atau konsentrik, yang terbentuk karena pengaruh arus laut yang kuat. 
Kalau sekarang karbonat terendap dengan elevasi yang hampir sama, apa yang sudah terjadi? Selama berjuta tahun, terjadi tumbukan yang sangat kuat, yang mengangkat batuan karbonat dari laut dalam, sehingga karbonat dari laut dalam seakan-akan menindih karbonat dari laut dangkal.

Karbonat sangat mudah bereaksi dengan air. Ketika karbonat larut, maka sering kali kita karbonat tersebut larut dan membentuk dolina, yang berbentuk seperti kubah dan cekung. Kalau pelarutan terjadi sangat intensif, maka lubang tersebut lama-lama akan menjadi besar dan akan membentuk karst atau gua. 

Selesai
Karwendel mountain, 2016




Share:

Last Update

16 November 2017 - Curriculum vitae
14 November 2017 - Beasiswa - Konferensi
26 Oktober 2017 - Atlas mikroskopi bijih
23 Oktober 2017 - Inklusi Fluida

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *