Conversations with the Earth

Saturday, November 7, 2015

Agate: Menggerus Dengan Batumulia

Geologi rasa Farmasi
Menggerus Dengan Batumulia. Buat apa mengkotak-kotakkan keahlian kalau padahal masih berhubungan satu dengan yang lain. Saya bisa bayangkan istri saya lagi cengar-cengir ulekan sambel dan bumbu dipakai jadi properti blog. Tenang, topik blog ini masih ada hubungannya dengan pekerjaanya kok: menggerus dan mengulek. Tenang, topik blog ini masih ada hubungannya dengan pekerjaanya kok: menggerus dan mengulek, jadi ya kudu nrimo

Ulekan
Hampir semua orang Indonesia tahu darimana asal sambel. Yap, benar, sambel datangnya karena dibuat di dapur. :D Sambel, alias sambal, umumnya dibuat dari ulekan, yang rata-rata terbuat dengan cara mengulek (istilah lain ulekan = cobek = munthu). Ulekan bisa terbuat dari batu, ada yang membuat dengan mengecor, ada juga dari kayu. Karena saya ngertinya hanya batu, ya saya akan cerita hanya tentang ulekan batu.
  
klasifikasi sederhana batuan beku (http://myweb.cwpost.liu.edu/vdivener/notes/precambr_geol.htm)

Ada cerita salah kaprah tentang ulekan. Banyak orang bilang ulekan yang asli itu terbuat dari batu candi, batu kali, dan sering kali disebut batu andesit. Tidak semua ulekan terbuat dari batu andesit, karena sering kali kita jumpai ulekan berwarna gelap hampir hitam. 

Ulekan yang berwarna hitam ini jelas bukan batu andesit, karena andesit merupakan batuan beku intermedier berwarna keabu-abuan. Berbeda dengan ulekan warna hitam yang mencirikan batuan asalnya adalah batuan beku yang bersifat basa. Umumnya, ulekan yang berwarna hitam terbuat dari basalt, bukan dari andesit. Mungkin ada juga batuan beku lain yang bisa jadi bahan dasar ulekan :D
kiri: andesit, kanan: basalt (geology.com)

Mortar
Kerjaan saya adalah tukang batu, sedangkan istri adalah tukang obat. Itu dulu, sekarang sudah berbeda. Sekarang saya jadi murid, istri jadi full time mother. Background pendidikan kami berbeda, namun ada hal yang membuat saya melakukan hal yang dia lakukan: mengulek alias menggerus.

Semasa kuliah, ibu negara (istri saya) melakukannya untuk menggerus obat hingga berukuran halus. Di pikiran saya, bubuk itu pasti pahit dan jadi momok buat saya jaman kecil (maklum, kenangan buruk saya dengan antimo yang digerus sebelum naik bus Kediri-Malang masih membekas). 

Saya sempat nge-aminin, untungnya kerjaan saya ngetok-ngetok batu, jadi ga ada hubungannya dengan menggerus dan mengulek. Dan, saya ketiban apes. Penelitian disertasi saya mengharuskan saya untuk harus mengulek batu. Selama di Indonesia, saya mengulek menggunakan mortar, yang berbahan dasar dari keramik. Namun di tempat saya belajar sekarang, saya menggunakan mortar yang berbahan dasar agate. Agate itu apa? Batu? Kok judul tulisannya batu mulia? Hmmm, dibaca yuk..

Agate
 Nama ini agak mirip dengan nama teman saya "AGAT-hon", mirip sama artis Indonesia "Cornelia AGAT-ha", atau penulis novel "AGAT-ha Christie." Tapi sepertinya nama di atas tidak ada hubungannya dengan agate :D.
agate (http://www.quartzpage.de/agate.html)

Dalam bahasa Jerman, agate disebut sebagai "achat", dibaca "agat". Bentuk mortar berbahan dasar agate sama seperti ulekan sambel pada umumnya, bedanya ulekan nya bukan terbuat dari batu, tapi dari grup mineral silika. Sama seperti kuarsa yang mempunyai rumus kimia SiO2, agate mempunyai kekerasan relatif Mohs 6,5-7. Karena keindahannya, agate sangat umum dikoleksi dan menjadi salah satu batu mulia.


Apa yang unik dari agate? Silika jenis ini menunjukkan tekstur kalsedon, sehingga kita akan melihat adanya lapisan (banded) pada mineral ini. Agate adalah sedimentary silica rich rock  yang dicirikan dengan pertumbuhan kuarsa yang merambut (fibrous). Batuan asalnya bisa bervariasi, namun umumnya batuan primer nya adalah batuan volkanik seperti aliran lava pada basalt. 

Pertumbuhan lapisan ini menunjukkan pertumbuhan dari kuarsa dan bisa bervariasi. Pada batuan yang sudah berongga, aktivitas magma membuat fluida yang kaya akan silika naik melalui rongga tersebut dan akan membeku secara perlahan, membuat kristal nampak tumbuh dari dinding batuan yang berongga menuju ke tengah. Jika pertumbuhan kristal tidak stabil, seringkali kita menjumpai adanya rongga di tengah yang berisi kristal kuarsa yang sangat indah. Sedangkan pada pertumbuhan mineral yang sempurna, akan membuat mineral nampak pejal atau masif. 

Sayatan agate dengan tebal 10mm dengan habit sperulitik (gambar: http://www.quartzpage.de/agate.html)

pertumbuhan kristal agate dengan habit sperulitik (http://www.quartzpage.de/agate.html)
pertumbuhan kristal agate dengan habit sperulitik (http://www.quartzpage.de/agate.html)



agate tumbuh dalam rongga "fortification agates" (http://www.quartzpage.de/agate.html)

Menggerus Batu
Agate mempunyai skala kekerasan Mohs 7, sehingga sangat umum untuk menggerus batuan atau mineral yang lebih lunak dari skala Mohs 7. Untuk apa menggerus batuan dengan batuan? Apa ga berat ya?

Jawabannya ya pasti berat dan bikin ngos-ngosan, apalagi kalau diperlukan ukuran butir dari batuan yang seragam. Butiran ini nantinya akan dianalisa kimia, bisa dengan metode XRF, AAS, ICP-MS atau inklusi fluida metode crush leached. Karena disertasi saya melakukan semua metode tadi, saya sangat bersahabat sekali dengan agate. Untungnya lagi, ada agate mortar yang di desain dengan dengan sistem pneumatic sehingga lebih memudahkan dalam penggerusan. 
Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggerus batuan dengan batuan ball mill. Ball mill skala lab ini biasa saya pakai untuk menghancurkan batuan hingga ukuran 0,1 - 1 mikron, tergantung berapa lama proses pemakaian alatnya. Seperti namanya, di dalam chamber ball mill diisi bola-bola yang terbuat dari baja atau tungsten carbide.


Kalau agate mortar ini ada di Indonesia beberapa bulan yang lalu, bisa-bisa bentuk mortarnya berubah, bukan lagi untuk mengulek, tapi berubah jadi cincin. :peace

Semoga bermanfaat, selamat menggerus dengan batumulia
potongan agate punya saya (abaikan nama saya yang salah)

Santen niku sarine kelopo. 
Pulau ketupat wonten meduro. 
Cekap semanten atur kawulo
Menawi wonten lepat nyuwun ngapuro.

http://www.yuprocks.com/agates_introduction.shtml
http://www.quartzpage.de/agate.html
Share:

2 comments:

  1. Artikel menarik sekali Mas Andy.. Terus berkarya Mas. Salam buat anak istrinya.

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi oleh penulis sebelum tayang. Terima kasih

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *