Conversations with the Earth

Sunday, September 4, 2016

Untuk abah dan umi disana

"Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza
dst"

2005, Bioskop Sarinah, Malang. Disana saya pertama kali kenalan dengan nama Soe Hok Gie. Seperti anak muda yang sedang mencari sosok panutan, nama dia langsung melesat ke nomor satu. Perlahan, ada nama-nama lain yang mengisi daftar itu, keluar masuk. Norman Edwin, Tan Malaka, Paimo, Jendral Hoegeng dan yang sempat membekas agak lama, Pramoedya. Beberapa karya sastra lain sudah masuk ke kardus yang sekarang ada di rumah bapak ibu mertua saya di Wonosobo. Biografi Nabi Muhammad, karya STA, hadiah dari adik saya tentang guyonan Cak Nun dan Emha, biografi Sutan Sjahrir, asal usul komunis karya Ruth Mcvey, dll, semua tersimpan di kardus itu. Saya kepikiran buat bikin perpustakaan kecil-kecilan, trus di data dan di cap, siapa tahu nanti bisa besar jadi seperti perpustakaan pataba (perpustakaan anak semua bangsa milik Pram) di Blora atau perpustakaan bung hatta di Bukit Tinggi. Mimpi ga salah toh.

Kembali ke Soe Hok Gie. 
"Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza
dst"

Penulis itu biasanya rajin membaca buku, tanpa membaca, darimana bahan yang ditulisnya? Itu yang diajarkan oleh bapak untuk saya dan adik saya. Semasa kecil, saya dan adik paling senang kalau diajak ke toko buku di Jalan Majapahit, Malang, soalnya kami pasti dibelikan buku, entah komik, cerita anak atau buku-buku lain. Umur bertambah, ketertarikan tentang komik berkurang, akhirnya berubah jadi buku. Kami diajari untuk menyenangi membaca. Mulai buku fikih dan sejarah islam, novel, cerita hantu (goosebumps), komik, sastra, terserah, asal disesuaikan dengan umur kami saat itu. Saya jadi ingat, ketika teman-teman SD pada main tamagochi, saya ga dibelikannya, mendingan buat buku. Bahkan sampai sekarang, saya ga ngerti cara memainkannya seperti apa dan barang itu belum sempat terbeli hingga 2016 ini (entah masih ada yang jual ga ya).

Di rumah, bapak saya yang dosen teknik mesin sering dapat orderan membuat lemari buku dari papan. Saya masih ingat, sepulang dari kantor, bapak masih nandangi kerjaan lain, percetakan dan bengkel. Rumah saya lantai 2 dulu masih blabag kayu, dibuat bapak untuk urusan percetakan hot print. Cetak kartu nama (jaman dahulu), kertas undangan ada tulisan yang berwarna emas mengkilat, nah, itulah yang dikerjakan bapak saya sepulang kerja. Itu bagian percetakan, belum bagian perbengkelan. Di bagian depan rumah, bagian depan rumah kami ditutup triplek. Bengkel nya ukuran 4x4, dibuat untuk bengkel mesin dan produksi lemari kayu. Di bengkel, lantai penuh dengan skrap potongan besi dan oli. Yang masih saya ingat, ada mesin bubut, gergaji mesin otomatis, ragum, dll, semuanya dipakai untuk tambah-tambahan keluarga kami.

Soe Hok Gie lagi. 
"Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza
dst"

Kemarin orang tua saya berangkat ke Jeddah untuk melengkapi rukun islam ke-5, berangkat haji. Umur tabungan beliau sama dengan umur adik saya yang sebentar lagi insyaAllah jadi bapak. Ternyata beliau sudah mengumpulkannya sejak lama, dan ketika sudah lunas antriannya sudah cukup panjang, sehingga baru mendapat giliran tahun ini. Saya senang akhirnya abah umi bisa berangkat. Yang membekas buat saya pribadi, berarti dulu start mulai menabung dari umur kepala 3. Berarti itu semua dimulai dari percetakan, bengkel, bikin lemari, yang baru saya sadari semalam ketika saya nglilir sepertiga malam terakhir. 

Saya mengidolakan tokoh Gie, Pram, Paimo, Hatta, tapi saya sering lupa lupa, perjuangan bapak ibu saya ga kalah dengan orang-orang hebat tadi. Mas Paimo bisa melintasi 5 benua karena beliau sudah memulainya sejak jaman SMP, nyepeda antar kota, akhirnya bertambah antar propinsi. Saya lihat orangnya tekun dan teratur menyimpan barang-barang memorabilia jaman dulu, membuat saya juga kudu menerapkan ke hal yang sama, saya ga boleh lupa dengan asal saya. Kacang ora oleh ninggal lanjaranne.

Gie satu lagi
"Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza"

Alhamdulillah orang tua saya akhirnya berziarah Mekkah. Tentang Miraza, kenapa saya tulis berulang-ulang. Nama itu mengingatkan saya salah satu rumah makan favorit bapak saya di Pandaan, rumah makan Miraza. Bukan tentang judi.

Akhirnya, selamat menunaikan ibadah haji abah, umi.  
25 tahun pernikahan abah umi di Bromo, 2012
Gie untuk terakhir kali.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang
manis di lembah Mendalawangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari sini, sayangku
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

Catatan Seorang Demonstran- Soe Hok Gie*
[Selasa, 11 November 1969]
Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi oleh penulis sebelum tayang. Terima kasih

Tentang Penulis

My photo

Apa artinya hidup kalau tidak memberi manfaat untuk orang lain. Mari kita mulai dengan membagi ilmu yang kita ketahui dengan orang lain. Suatu saat, kita akan meninggalkan dunia ini, namun tidak dengan ilmu dan karya kita. Mari mulai berkarya, mari memberi semangat ke sekitar, mari menulis karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Kontak ke Penulis

Name

Email *

Message *